Kolaborasi Dosen, Mahasiswa, dan Alumni Prodi PPA Sukseskan Akreditasi, Raih Predikat Baik

Minggu, 7 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semangat Kebersamaan Jadi Kunci Keberhasilan Asesmen Lapangan BAN-PT

KUPANG, METROTIMORNEWS.ID – Program Studi Pendidikan Penyuluh Agama (PPA), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK), Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang berhasil meraih predikat Akreditasi Baik setelah menjalani Asesmen Lapangan (AL) yang dilaksanakan secara daring oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada 29–30 Mei 2026.

Keberhasilan tersebut menjadi buah dari kolaborasi dan kerja sama yang solid antara dosen, mahasiswa, alumni, serta pimpinan fakultas dan institut yang terlibat aktif sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan asesmen.

Salah satu mahasiswa Prodi PPA, Jemris Mayok, mengungkapkan bahwa proses akreditasi berjalan dengan semangat kebersamaan yang tinggi. Mahasiswa dan dosen bekerja bersama menyiapkan berbagai kebutuhan administrasi maupun teknis untuk memastikan seluruh tahapan asesmen berjalan lancar.

“Sejak awal persiapan hingga pelaksanaan asesmen, semua pihak terlibat aktif. Mahasiswa tidak hanya membantu persiapan dokumen dan teknis, tetapi juga mengikuti sesi wawancara dengan asesor sebagai representasi sivitas akademika Prodi PPA,” ujarnya.

Alumni Turut Ambil Peran

Keberhasilan akreditasi juga tidak lepas dari kontribusi alumni Prodi Pendidikan Penyuluh Agama yang kini berkarya di berbagai bidang pelayanan keagamaan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Para alumni memberikan dukungan melalui penyediaan data tracer study, berbagi pengalaman mengenai relevansi kompetensi lulusan di dunia kerja, hingga berpartisipasi dalam sesi wawancara bersama asesor.

Kehadiran alumni menjadi bukti nyata bahwa lulusan Prodi PPA mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap kualitas pendidikan yang diselenggarakan program studi tersebut.

Kolaborasi yang terbangun selama proses akreditasi tidak hanya menjadi bentuk kerja sama administratif, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Semangat gotong royong, rasa memiliki, dan tanggung jawab yang ditunjukkan seluruh pihak menjadi modal utama dalam menghadapi proses penilaian.

Apresiasi untuk Seluruh Pihak

Salah satu dosen Prodi PPA, Merling T.L.L.C. Messakh, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses akreditasi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa, alumni, dosen, pimpinan fakultas, dan pimpinan institut yang telah bekerja sama dengan penuh semangat dan tanggung jawab. Keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras, komitmen, dan kolaborasi yang terbangun dengan baik di lingkungan Prodi Pendidikan Penyuluh Agama,” ungkapnya.

Menurutnya, sinergi yang terjalin antara program studi dan alumni juga menjadi faktor penting dalam menggambarkan dampak nyata pendidikan Prodi PPA terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Motivasi untuk Terus Berkembang

Predikat Akreditasi Baik yang diraih menjadi bukti atas kualitas penyelenggaraan pendidikan di Prodi Pendidikan Penyuluh Agama sekaligus menunjukkan komitmen sivitas akademika dalam melakukan perbaikan dan pengembangan secara berkelanjutan.

Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan alumni untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, pelayanan akademik, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi yang telah terbangun, Prodi Pendidikan Penyuluh Agama optimistis mampu terus berkembang dan menghasilkan lulusan yang profesional, adaptif, berintegritas, serta siap melayani di tengah masyarakat.

“Akreditasi bukan hanya tentang penilaian, tetapi tentang perjalanan bersama dalam membangun kualitas. Ketika dosen, mahasiswa, alumni, dan pimpinan berjalan dalam satu visi yang sama, maka setiap tantangan dapat diubah menjadi prestasi.”

(Martin Knaufmone)

Berita Terkait

Seminar Perdana Pilot X di Flores Timur, Puluhan Peserta Tertarik Investasi Aset Digital
Kebakaran Toko Tisari Utama Larantuka, Seorang Pemuda Alami Luka Bakar 37 Persen
Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK
Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Satresnarkoba Polres Sumba Timur Periksa Apotek Kambaniru
SMKN Lobalain Apresiasi Partisipasi dalam Bootcamp IoT 2026
SMKN 1 Kabupaten Kupang Tegaskan: Bukan Sekadar Menang, Siswa Harus Pulang Bawa Ilmu dari Bootcamp IoT 2026
SMKN Pantai Baru Ikuti Bootcamp dan Challenge IoT 2026, Cetak Inovator Muda NTT
Sampah Kota Soe Terus Bertambah, DLH TTS Benahi Fasilitas Secara Bertahap

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:34

Seminar Perdana Pilot X di Flores Timur, Puluhan Peserta Tertarik Investasi Aset Digital

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:20

Kebakaran Toko Tisari Utama Larantuka, Seorang Pemuda Alami Luka Bakar 37 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:35

Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:12

Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Satresnarkoba Polres Sumba Timur Periksa Apotek Kambaniru

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:36

SMKN Lobalain Apresiasi Partisipasi dalam Bootcamp IoT 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:47

SMKN Pantai Baru Ikuti Bootcamp dan Challenge IoT 2026, Cetak Inovator Muda NTT

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:43

Sampah Kota Soe Terus Bertambah, DLH TTS Benahi Fasilitas Secara Bertahap

Selasa, 13 Oktober 2026 - 00:00

Antrean Pertalite Mengular di TTS, Yabes Nubatonis Soroti Distribusi dan Pengawasan

Berita Terbaru

Daerah

Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK

Selasa, 13 Okt 2026 - 22:35