Ba’a,MetroTimorNews.id– Seksi Pendidikan Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rote Ndao menggelar penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka bagi Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) di Aula Kantor Kemenag Rote Ndao, Selasa (30/06/2026).
Kegiatan yang diikuti kepala sekolah dan guru SMTK Ba’a serta SMTK Rote Timur ini bertujuan menyiapkan perangkat pembelajaran yang mengintegrasikan pendekatan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai penguatan mutu pendidikan Kristen dan inovasi kurikulum pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Pendidikan Kristen Albert E. Pethan, Pengawas Pendidikan Agama Kristen Marselina J.M. Tauk, serta narasumber Helmi L. Lango.
Dalam arahannya, Albert E. Pethan Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rote Ndao menegaskan bahwa penyusunan modul ajar harus mengintegrasikan lima pilar utama, yaitu Deep Learning, Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP), cinta kemanusiaan, ekoteologi, dan penguatan karakter.
Menurutnya, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga membentuk peserta didik yang beriman, berkarakter, peduli terhadap sesama, dan memiliki tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.
“Modul ajar yang disusun harus mampu menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, membangun empati, serta menumbuhkan karakter peserta didik sesuai nilai-nilai Kristiani,” ungkap orang nomor satu di seksi pendidikan Kristen itu
Selain itu juga dirinya berharap dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan semangat dan motivasi bagi Guru SMTK dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada peserta didik
“Menyusun materi yang selaras dengan prinsip-prinsip iman Kristen, termasuk etika, martabat manusia, dan tanggung jawab sosial dalam penggunaan teknologi, sehingga dapat di terapkan bagi para peserta didik di sekolah masing-masing,” ujarnya
Selama kegiatan, peserta berdiskusi dan menyusun modul ajar dengan pendampingan narasumber dan pengawas. Melalui kegiatan ini, Kemenag Rote Ndao berharap tersusun modul ajar yang siap diimplementasikan pada tahun ajaran 2026/2027 sehingga mendukung terwujudnya pendidikan Kristen yang unggul, berkarakter, dan selaras dengan penguatan Kurikulum Berbasis Cinta serta pembelajaran mendalam.
(Andre Pandie)








