KUPANG, METRO TIMORNEWS.ID – Suasana penuh syukur dan kebanggaan menyelimuti Lobi Pascasarjana Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang saat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK) menggelar Yudisium Sarjana bagi 198 mahasiswa, Selasa (30/6/2026). Momentum ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik para mahasiswa sekaligus awal pengabdian mereka sebagai insan terdidik yang siap memberi kontribusi bagi gereja, dunia pendidikan, dan masyarakat.
Prosesi yudisium berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Rektor IAKN Kupang, para pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta para peserta yudisium.
Dalam sambutannya, Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan fakultas, dosen, dan tenaga kependidikan yang telah bekerja dengan penuh dedikasi sehingga seluruh proses akademik hingga pelaksanaan yudisium dapat terlaksana dengan baik. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yudisium atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan sarjana.
“Keberhasilan ini bukan semata-mata hasil usaha manusia, tetapi juga karena pertolongan Tuhan yang senantiasa menyertai setiap proses perjuangan,” ungkap Rektor.
Rektor menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak boleh dipahami hanya sebagai tempat untuk memperoleh gelar akademik. Menurutnya, kampus merupakan ruang pembelajaran yang membentuk karakter, kompetensi, serta tanggung jawab sosial melalui kolaborasi seluruh unsur sivitas akademika.
Ia menjelaskan bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga di tengah kehidupan masyarakat. Pengalaman akademik dan pengalaman sosial merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi dalam membentuk lulusan yang berkualitas.
“Seluruh proses pembelajaran merupakan satu kesatuan yang utuh. Dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa memiliki peran masing-masing dalam membangun budaya akademik yang produktif, kolaboratif, dan transformatif. Kampus bukan ruang yang terpisah dari masyarakat, melainkan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial itu sendiri,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa eksistensi perguruan tinggi harus mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Kampus, menurutnya, tidak cukup hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga harus melahirkan gagasan, inovasi, dan solusi bagi persoalan sosial yang terus berkembang.
“Perguruan tinggi harus membawa argumentasi sosial dan hadir di tengah pergumulan masyarakat. Kampus tidak boleh menjadi menara gading yang jauh dari realitas kehidupan. Justru masyarakat merupakan bagian integral dari proses pendidikan di perguruan tinggi,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi bekal penting bagi para lulusan agar tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepekaan sosial, kepedulian, serta semangat melayani di mana pun mereka mengabdikan diri.
Sementara itu, Dekan FKIPK IAKN Kupang, Delsylia Trisnawati Ufi, M.Si., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya yudisium serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh dosen yang dengan penuh dedikasi membimbing mahasiswa selama menempuh pendidikan. Apresiasi juga disampaikan kepada para orang tua dan keluarga yang telah menjadi sumber doa, dukungan, dan motivasi hingga para mahasiswa berhasil menyelesaikan studi.
Ia mengucapkan selamat kepada 198 peserta yudisium yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana. Menurutnya, yudisium bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan gerbang menuju babak baru kehidupan yang penuh tantangan sekaligus peluang untuk berkarya dan melayani.
Dekan berpesan agar seluruh lulusan senantiasa menjaga nama baik almamater IAKN Kupang dengan menunjukkan karakter, profesionalisme, dan integritas dalam setiap bidang pengabdian. Ia berharap para lulusan mampu menjadi pendidik, pembimbing, dan pelayan masyarakat yang membawa dampak positif bagi lingkungan di mana mereka berada.
Sebagai penguatan, Dekan mengutip firman Tuhan dari Yeremia 29:11:
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
Firman Tuhan tersebut, katanya, menjadi pengingat bahwa setiap lulusan memiliki masa depan yang telah dipersiapkan Tuhan. Karena itu, mereka diajak untuk terus melangkah dengan iman, pengharapan, serta keberanian dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan.
Yudisium FKIPK IAKN Kupang tahun 2026 tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga momentum lahirnya 198 sarjana baru yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan. Berbekal ilmu pengetahuan, nilai-nilai Kristiani, dan semangat pengabdian, para lulusan diharapkan hadir sebagai pribadi yang membawa terang, menghadirkan solusi, serta memberi dampak nyata bagi gereja, dunia pendidikan, dan masyarakat Indonesia.
Reporter: Martin Knaufmone








