KUPANG, METRO TIMORNEWS.ID– Suasana penuh semangat, sukacita, sekaligus haru menyelimuti halaman kampus Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang pada Selasa, 30 Juni 2026, saat sebanyak 1.028 mahasiswa resmi dilepas untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di lima kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Pelepasan mahasiswa diawali dengan ibadah bersama yang dipimpin oleh Pdt. Yusuf Nakmofa, M.Th. Dalam renungannya, ia mengingatkan para mahasiswa bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan panggilan untuk menghadirkan kasih, pelayanan, dan keteladanan di tengah kehidupan masyarakat.
Momentum pelepasan berlangsung khidmat ketika Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., secara resmi melepas para mahasiswa yang akan menjalankan pengabdian di berbagai desa. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi merupakan ruang pembelajaran nyata untuk membangun karakter, kepemimpinan, serta kepedulian sosial.
“Kalian membawa nama baik IAKN Kupang. Karena itu, layanilah masyarakat dengan hati, bangun komunikasi yang baik, hormati budaya setempat, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan tempat kalian ditempatkan. Jadilah mahasiswa yang memberi solusi dan membawa damai di tengah masyarakat,” pesan Rektor.
Ia juga mengingatkan agar seluruh mahasiswa menjaga etika, disiplin, serta semangat kebersamaan selama menjalankan pengabdian.
“Pergilah mengabdi dengan penuh tanggung jawab. Selesaikan tugas kalian dengan baik, lalu pulanglah kembali ke IAKN Kupang. Kampus ini adalah rumah kita bersama,” ujar Dr. I Made Suardana yang disambut tepuk tangan seluruh peserta.
Di balik semangat keberangkatan, terselip pula momen yang mengundang haru. Saat lagu “Hilang Hanya Sebentar” dinyanyikan bersama, suasana berubah emosional. Sejumlah mahasiswa tampak menitikkan air mata ketika harus berpisah dengan teman-teman sekelas yang selama menjalani perkuliahan telah menjadi keluarga kedua.
Lagu tersebut menjadi simbol bahwa perpisahan ini hanyalah sementara. Meski akan menjalani pengabdian di lokasi KKN yang berbeda, mereka percaya akan kembali dipertemukan di kampus yang telah menjadi rumah bersama.
Pelukan hangat, jabat tangan, dan doa saling mengiringi keberangkatan para mahasiswa. Momen tersebut menjadi bukti eratnya ikatan persaudaraan yang terbangun selama menempuh pendidikan di IAKN Kupang.
Melalui program KKN 2026, IAKN Kupang kembali menegaskan komitmennya dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, karakter pelayanan, serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Dengan mengusung semangat “Mahasiswa Berdampak, Desa Berdaya,” para peserta KKN diharapkan mampu menghadirkan inovasi, memberdayakan masyarakat, serta menjadi teladan dalam membangun kehidupan yang lebih baik di desa-desa lokasi pengabdian.
Pelepasan ini bukan sekadar mengantar mahasiswa menuju lokasi KKN, melainkan mengutus generasi muda untuk membawa ilmu, iman, dan pengabdian bagi masyarakat. Sebab sejatinya, keberhasilan seorang mahasiswa tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari jejak pelayanan dan dampak nyata yang ditinggalkannya bagi sesama.
Martin Knaufmone








