SOE, METRO TIMORNEWS.ID — Sebanyak 14 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kupang (UMKOE) menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan melalui program kerja “Membersihkan Mata Air” di Desa Kesetnana, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan secara gotong royong dengan membersihkan kawasan sekitar mata air dari sampah, dedaunan, ranting, serta berbagai material yang mengotori lingkungan sumber air. Para mahasiswa terlihat bekerja penuh semangat dengan mengedepankan kebersamaan dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Program ini tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Mata air memiliki peran penting dalam menopang kehidupan masyarakat sehingga keberadaannya perlu dijaga dan dirawat secara bersama-sama.
Ketua kelompok KKN, Asri Sakan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya mahasiswa untuk mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga sumber daya air.
“Melalui kegiatan ini, kami berupaya mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga sumber daya air. Lingkungan mata air yang bersih kami harap dapat memberikan manfaat sehingga masyarakat dapat menggunakannya secara berkelanjutan,” ujar Asri.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan menjaga kebersihan dan kelestarian sumber daya air secara berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan menjaga kebersihan dan kelestarian sumber daya air. Kami akan terus mengajak masyarakat untuk selalu menjaga dan merawat lingkungan,” tambahnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Desa Kesetnana, Nia Kurniaty Rukman, S.Pd., M.Si., saat dimintai tanggapan melalui pesan WhatsApp, menyampaikan bahwa air bukan sekadar bagian dari lingkungan, tetapi merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat.
Menurut Nia, keputusan mahasiswa menjadikan pembersihan mata air sebagai salah satu program kerja memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar membersihkan lingkungan.
“Mahasiswa sedang belajar bahwa mengabdi kepada masyarakat berarti ikut menjaga sesuatu yang menjadi kebutuhan bersama. Mata air yang hari ini mereka bersihkan adalah sumber kehidupan yang manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh satu atau dua orang, tetapi oleh masyarakat secara luas,” ungkap Nia.
Ia menilai kegiatan tersebut memiliki nilai pengabdian yang kuat karena mahasiswa turun langsung ke lapangan, bekerja bersama masyarakat, serta menyentuh persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Mahasiswa tidak hanya berbicara tentang kepedulian terhadap lingkungan, tetapi menunjukkan kepedulian tersebut melalui tindakan nyata,” katanya.
Harapkan Keberlanjutan
Nia menegaskan, keberhasilan kegiatan tersebut tidak hanya diukur dari kondisi mata air yang menjadi lebih bersih setelah mahasiswa selesai bekerja. Hal yang lebih penting, kata dia, adalah munculnya kesadaran masyarakat untuk menjaga mata air secara berkelanjutan.
“Mahasiswa boleh datang dan membantu membersihkan, tetapi setelah mereka kembali ke kampus, mata air ini tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Desa Kesetnana. Karena itu, keberlanjutan menjadi hal yang sangat penting,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Desa Kesetnana yang telah mengambil bagian dalam menjaga salah satu sumber kehidupan masyarakat. Apresiasi juga diberikan kepada pemerintah desa dan masyarakat yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurut Nia, kegiatan sederhana seperti membersihkan mata air merupakan salah satu makna penting dari pelaksanaan KKN.
“Mahasiswa datang ke desa bukan untuk sekadar meninggalkan sebuah kegiatan, tetapi untuk meninggalkan kesadaran, semangat, dan contoh bahwa sesuatu yang penting bagi kehidupan bersama harus dijaga bersama,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa menjaga mata air berarti menjaga kehidupan masyarakat dan masa depan desa.
“Semoga kegiatan sederhana ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa ketika kita menjaga mata air, sesungguhnya kita sedang menjaga kehidupan masyarakat dan masa depan desa,” pungkas Nia.
Reporter: YeditRh








