Tak Hanya Bawa Bantuan, Tim YNS Dengarkan Curhat Warga Nangadhero

Sabtu, 22 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NAGEKEO, METRO TIMORNEWS.ID — Puluhan warga Desa Nangadhero, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), memilih mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi demi mengamankan diri pascagempa yang mengguncang wilayah tersebut.

Dalam kondisi serba terbatas, warga terpaksa mendirikan tenda-tenda darurat sebagai tempat berlindung. Mereka juga membuat bak penampungan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama berada di lokasi pengungsian.

Kondisi pengungsian semakin terasa berat ketika malam tiba. Minimnya fasilitas penerangan membuat warga hanya mengandalkan senter untuk menerangi aktivitas mereka.

Suasana gelap dengan fasilitas seadanya kini menjadi bagian dari keseharian puluhan kepala keluarga yang harus meninggalkan rumah demi keselamatan.

Di tengah situasi tersebut, kehadiran Yayasan Yusinta Ningsih Sejahtera (YNS) memberikan warna tersendiri bagi warga Nangadhero.

Tim YNS datang membawa bantuan berupa kebutuhan pokok dan obat-obatan. Namun, kunjungan tersebut tidak berhenti pada penyerahan bantuan semata.

Tim YNS memilih duduk bersama warga, mendengarkan berbagai cerita, keluhan hingga curahan hati para korban yang sedang menghadapi masa-masa sulit pascagempa.

Sejumlah warga mengaku bahwa kehidupan di kamp pengungsian bukanlah sesuatu yang nyaman. Namun, mereka tidak memiliki banyak pilihan selain bertahan di lokasi tersebut hingga kondisi dinilai cukup aman untuk kembali ke rumah.

Bagi YNS, membantu korban bencana bukan hanya soal memberikan beras, makanan, obat-obatan maupun kebutuhan dasar lainnya.

Ada kebutuhan lain yang tidak kalah penting, yakni kehadiran dan kepedulian manusia yang bersedia mendengarkan.

Para korban bencana membutuhkan ruang untuk menyampaikan ketakutan, kegelisahan dan harapan mereka. Mereka juga membutuhkan keyakinan bahwa dalam menghadapi masa sulit tersebut, masih ada pihak yang peduli dan bersedia menemani.

Karena itu, kunjungan YNS ke Nangadhero menjadi lebih dari sekadar kegiatan penyaluran bantuan kemanusiaan.

Kehadiran tim YNS menjadi bentuk empati dengan berusaha menyentuh bukan hanya kebutuhan fisik, tetapi juga sisi kemanusiaan dan perasaan para penyintas.

Di bawah tenda-tenda darurat dengan penerangan seadanya, cerita para warga menjadi pengingat bahwa di balik setiap korban bencana terdapat keluarga, harapan, ketakutan dan perjuangan untuk kembali bangkit.

YNS hadir bukan hanya untuk membantu, tetapi juga untuk mendengar dan menemani warga Nangadhero melewati masa sulit tersebut.

Bagi masyarakat yang sedang menghadapi ketidakpastian, terkadang bantuan terbesar bukan hanya apa yang diberikan, tetapi juga kehadiran seseorang yang mau duduk bersama, mendengarkan dan berkata bahwa mereka tidak sendirian.

Depo

Berita Terkait

Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK
Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Satresnarkoba Polres Sumba Timur Periksa Apotek Kambaniru
SMKN Lobalain Apresiasi Partisipasi dalam Bootcamp IoT 2026
SMKN 1 Kabupaten Kupang Tegaskan: Bukan Sekadar Menang, Siswa Harus Pulang Bawa Ilmu dari Bootcamp IoT 2026
SMKN Pantai Baru Ikuti Bootcamp dan Challenge IoT 2026, Cetak Inovator Muda NTT
Sampah Kota Soe Terus Bertambah, DLH TTS Benahi Fasilitas Secara Bertahap
Antrean Pertalite Mengular di TTS, Yabes Nubatonis Soroti Distribusi dan Pengawasan
FKIPK IAKN Kupang Gelar Pelatihan Rumah Ibadah Inklusif di TTS, Tekankan Kasih, Kesetaraan, dan Tata Kelola Transparan

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:35

Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:12

Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Satresnarkoba Polres Sumba Timur Periksa Apotek Kambaniru

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:36

SMKN Lobalain Apresiasi Partisipasi dalam Bootcamp IoT 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:54

SMKN 1 Kabupaten Kupang Tegaskan: Bukan Sekadar Menang, Siswa Harus Pulang Bawa Ilmu dari Bootcamp IoT 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:47

SMKN Pantai Baru Ikuti Bootcamp dan Challenge IoT 2026, Cetak Inovator Muda NTT

Selasa, 13 Oktober 2026 - 00:00

Antrean Pertalite Mengular di TTS, Yabes Nubatonis Soroti Distribusi dan Pengawasan

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:16

FKIPK IAKN Kupang Gelar Pelatihan Rumah Ibadah Inklusif di TTS, Tekankan Kasih, Kesetaraan, dan Tata Kelola Transparan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:56

Mahasiswa Pendidikan Penyuluh Agama FKIPK IAKN Kupang Raih Juara 1 dan 2 Lomba Nasional Cipta Media Kreasi Pembelajaran 2026

Berita Terbaru

Daerah

Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK

Selasa, 13 Okt 2026 - 22:35