NAGEKEO, METRO TIMORNEWS.ID — Puluhan warga Desa Nangadhero, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), memilih mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi demi mengamankan diri pascagempa yang mengguncang wilayah tersebut.
Dalam kondisi serba terbatas, warga terpaksa mendirikan tenda-tenda darurat sebagai tempat berlindung. Mereka juga membuat bak penampungan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama berada di lokasi pengungsian.
Kondisi pengungsian semakin terasa berat ketika malam tiba. Minimnya fasilitas penerangan membuat warga hanya mengandalkan senter untuk menerangi aktivitas mereka.
Suasana gelap dengan fasilitas seadanya kini menjadi bagian dari keseharian puluhan kepala keluarga yang harus meninggalkan rumah demi keselamatan.
Di tengah situasi tersebut, kehadiran Yayasan Yusinta Ningsih Sejahtera (YNS) memberikan warna tersendiri bagi warga Nangadhero.
Tim YNS datang membawa bantuan berupa kebutuhan pokok dan obat-obatan. Namun, kunjungan tersebut tidak berhenti pada penyerahan bantuan semata.
Tim YNS memilih duduk bersama warga, mendengarkan berbagai cerita, keluhan hingga curahan hati para korban yang sedang menghadapi masa-masa sulit pascagempa.
Sejumlah warga mengaku bahwa kehidupan di kamp pengungsian bukanlah sesuatu yang nyaman. Namun, mereka tidak memiliki banyak pilihan selain bertahan di lokasi tersebut hingga kondisi dinilai cukup aman untuk kembali ke rumah.
Bagi YNS, membantu korban bencana bukan hanya soal memberikan beras, makanan, obat-obatan maupun kebutuhan dasar lainnya.
Ada kebutuhan lain yang tidak kalah penting, yakni kehadiran dan kepedulian manusia yang bersedia mendengarkan.
Para korban bencana membutuhkan ruang untuk menyampaikan ketakutan, kegelisahan dan harapan mereka. Mereka juga membutuhkan keyakinan bahwa dalam menghadapi masa sulit tersebut, masih ada pihak yang peduli dan bersedia menemani.
Karena itu, kunjungan YNS ke Nangadhero menjadi lebih dari sekadar kegiatan penyaluran bantuan kemanusiaan.
Kehadiran tim YNS menjadi bentuk empati dengan berusaha menyentuh bukan hanya kebutuhan fisik, tetapi juga sisi kemanusiaan dan perasaan para penyintas.
Di bawah tenda-tenda darurat dengan penerangan seadanya, cerita para warga menjadi pengingat bahwa di balik setiap korban bencana terdapat keluarga, harapan, ketakutan dan perjuangan untuk kembali bangkit.
YNS hadir bukan hanya untuk membantu, tetapi juga untuk mendengar dan menemani warga Nangadhero melewati masa sulit tersebut.
Bagi masyarakat yang sedang menghadapi ketidakpastian, terkadang bantuan terbesar bukan hanya apa yang diberikan, tetapi juga kehadiran seseorang yang mau duduk bersama, mendengarkan dan berkata bahwa mereka tidak sendirian.
Depo








