SOE, METRO TIMORNEWS.ID — Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 929/Meo Matane Mutis (MMM) mengerahkan sebanyak 400 personel untuk membantu penanganan bencana gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ratusan personel tersebut diterjunkan ke sejumlah titik terdampak untuk mendukung penanganan darurat, terutama dalam pelayanan kesehatan, pendistribusian logistik, serta pengoperasian dapur lapangan bagi masyarakat dan pengungsi.
DPP Mayor Inf. Andi Baso Pabeangi, S.S.T.Han., mengatakan pengerahan personel tersebut merupakan bagian dari tugas kemanusiaan TNI dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Sebagai batalyon infanteri, telah menjadi tanggung jawab kita untuk hadir di lokasi bencana dan membantu melakukan penanganan bencana di wilayah Indonesia. Karena itu, 400 personel kita kerahkan ke Flores untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa,” ujar Andi Baso Pabeangi, Senin (24/8/2026).
Ia menjelaskan, personel Yonif TP 929/MMM disebar ke beberapa wilayah dengan tugas dan tanggung jawab sesuai kebutuhan di lapangan.
Sebanyak 30 personel bersama DPP Mayor Inf. Andi Baso Pabeangi ditugaskan di Kabupaten Ende. Selanjutnya, 100 personel berada di Kabupaten Ngada, 104 personel di Kabupaten Sikka, dan 30 personel diperbantukan di Pulau Palue.
Selain itu, sebanyak 36 personel ditugaskan sebagai tim kesehatan yang tersebar di dua posko. Sebanyak 30 personel berada di Posko Goloconggo, Desa Ruis, sedangkan enam personel lainnya berada di lokasi Kodim 1630/Manggarai Barat.
Sementara itu, 100 personel lainnya masih dalam posisi siaga di Yonif Kompi A 743/PSY untuk mendukung kebutuhan penanganan apabila sewaktu-waktu diperlukan.
Pasukan tersebut secara resmi diberangkatkan pada Selasa (18/8/2026). Hingga Senin (24/8/2026), mereka masih menjalankan tugas kemanusiaan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak gempa di sejumlah wilayah Flores.
Menurut Andi Baso, aspek kemanusiaan menjadi salah satu prioritas utama dalam pelaksanaan tugas TNI di tengah situasi bencana.
Karena itu, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama keselamatan, kesehatan, makanan dan minuman, menjadi perhatian personel yang berada di lapangan.
“Personel yang kita turunkan dimaksimalkan untuk membantu pemenuhan kebutuhan utama masyarakat, yaitu pelayanan kesehatan, dapur lapangan, dan dropping logistik bagi para pengungsi,” katanya.
Kehadiran ratusan personel Yonif TP 929/MMM di sejumlah wilayah terdampak diharapkan dapat memperkuat upaya penanganan bencana sekaligus meringankan beban masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian.
Selain kebutuhan makanan dan air minum, masyarakat terdampak juga membutuhkan berbagai kebutuhan dasar lainnya, seperti selimut, tikar, obat-obatan, perlengkapan bayi, serta dukungan pelayanan kesehatan.
Di tengah kondisi tersebut, kerja sama antara pemerintah, TNI-Polri, relawan, organisasi kemanusiaan dan masyarakat menjadi penting untuk memastikan kebutuhan para korban dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Data kerusakan akibat gempa yang terjadi di Flores masih terus diperbarui oleh pihak berwenang. Berdasarkan data yang disebutkan dalam laporan sebelumnya hingga Sabtu (22/8/2026), tercatat puluhan ribu rumah mengalami kerusakan.
TIM MTID








