Yonif TP 929/Meo Matane Mutis Kerahkan 400 Personel Bantu Penanganan Gempa Flores

Senin, 24 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SOE, METRO TIMORNEWS.ID — Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 929/Meo Matane Mutis (MMM) mengerahkan sebanyak 400 personel untuk membantu penanganan bencana gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ratusan personel tersebut diterjunkan ke sejumlah titik terdampak untuk mendukung penanganan darurat, terutama dalam pelayanan kesehatan, pendistribusian logistik, serta pengoperasian dapur lapangan bagi masyarakat dan pengungsi.

DPP Mayor Inf. Andi Baso Pabeangi, S.S.T.Han., mengatakan pengerahan personel tersebut merupakan bagian dari tugas kemanusiaan TNI dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

“Sebagai batalyon infanteri, telah menjadi tanggung jawab kita untuk hadir di lokasi bencana dan membantu melakukan penanganan bencana di wilayah Indonesia. Karena itu, 400 personel kita kerahkan ke Flores untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa,” ujar Andi Baso Pabeangi, Senin (24/8/2026).

Ia menjelaskan, personel Yonif TP 929/MMM disebar ke beberapa wilayah dengan tugas dan tanggung jawab sesuai kebutuhan di lapangan.

Sebanyak 30 personel bersama DPP Mayor Inf. Andi Baso Pabeangi ditugaskan di Kabupaten Ende. Selanjutnya, 100 personel berada di Kabupaten Ngada, 104 personel di Kabupaten Sikka, dan 30 personel diperbantukan di Pulau Palue.

Selain itu, sebanyak 36 personel ditugaskan sebagai tim kesehatan yang tersebar di dua posko. Sebanyak 30 personel berada di Posko Goloconggo, Desa Ruis, sedangkan enam personel lainnya berada di lokasi Kodim 1630/Manggarai Barat.

Sementara itu, 100 personel lainnya masih dalam posisi siaga di Yonif Kompi A 743/PSY untuk mendukung kebutuhan penanganan apabila sewaktu-waktu diperlukan.

Pasukan tersebut secara resmi diberangkatkan pada Selasa (18/8/2026). Hingga Senin (24/8/2026), mereka masih menjalankan tugas kemanusiaan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak gempa di sejumlah wilayah Flores.

Menurut Andi Baso, aspek kemanusiaan menjadi salah satu prioritas utama dalam pelaksanaan tugas TNI di tengah situasi bencana.

Karena itu, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama keselamatan, kesehatan, makanan dan minuman, menjadi perhatian personel yang berada di lapangan.

“Personel yang kita turunkan dimaksimalkan untuk membantu pemenuhan kebutuhan utama masyarakat, yaitu pelayanan kesehatan, dapur lapangan, dan dropping logistik bagi para pengungsi,” katanya.

Kehadiran ratusan personel Yonif TP 929/MMM di sejumlah wilayah terdampak diharapkan dapat memperkuat upaya penanganan bencana sekaligus meringankan beban masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian.

Selain kebutuhan makanan dan air minum, masyarakat terdampak juga membutuhkan berbagai kebutuhan dasar lainnya, seperti selimut, tikar, obat-obatan, perlengkapan bayi, serta dukungan pelayanan kesehatan.

Di tengah kondisi tersebut, kerja sama antara pemerintah, TNI-Polri, relawan, organisasi kemanusiaan dan masyarakat menjadi penting untuk memastikan kebutuhan para korban dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Data kerusakan akibat gempa yang terjadi di Flores masih terus diperbarui oleh pihak berwenang. Berdasarkan data yang disebutkan dalam laporan sebelumnya hingga Sabtu (22/8/2026), tercatat puluhan ribu rumah mengalami kerusakan.

TIM MTID

Berita Terkait

Seminar Perdana Pilot X di Flores Timur, Puluhan Peserta Tertarik Investasi Aset Digital
Kebakaran Toko Tisari Utama Larantuka, Seorang Pemuda Alami Luka Bakar 37 Persen
Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK
Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Satresnarkoba Polres Sumba Timur Periksa Apotek Kambaniru
SMKN Lobalain Apresiasi Partisipasi dalam Bootcamp IoT 2026
SMKN 1 Kabupaten Kupang Tegaskan: Bukan Sekadar Menang, Siswa Harus Pulang Bawa Ilmu dari Bootcamp IoT 2026
SMKN Pantai Baru Ikuti Bootcamp dan Challenge IoT 2026, Cetak Inovator Muda NTT
Sampah Kota Soe Terus Bertambah, DLH TTS Benahi Fasilitas Secara Bertahap

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:34

Seminar Perdana Pilot X di Flores Timur, Puluhan Peserta Tertarik Investasi Aset Digital

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:20

Kebakaran Toko Tisari Utama Larantuka, Seorang Pemuda Alami Luka Bakar 37 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:35

Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:12

Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Satresnarkoba Polres Sumba Timur Periksa Apotek Kambaniru

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:36

SMKN Lobalain Apresiasi Partisipasi dalam Bootcamp IoT 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:47

SMKN Pantai Baru Ikuti Bootcamp dan Challenge IoT 2026, Cetak Inovator Muda NTT

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:43

Sampah Kota Soe Terus Bertambah, DLH TTS Benahi Fasilitas Secara Bertahap

Selasa, 13 Oktober 2026 - 00:00

Antrean Pertalite Mengular di TTS, Yabes Nubatonis Soroti Distribusi dan Pengawasan

Berita Terbaru

Daerah

Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK

Selasa, 13 Okt 2026 - 22:35