JAKARTA SELATAN, METROTIMORNEWS.ID – Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan terus menunjukkan perkembangan positif setelah lebih dari satu tahun menjalankan program pendidikan berbasis asrama.
Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, kemandirian serta mendorong siswa mengembangkan prestasi sesuai minat dan bakat masing-masing.
Humas SRMA 10 Jakarta Selatan, Nurul Hidaya, S.Pd., Gr., mewakili Kepala SRMA 10 Jakarta Selatan Ratu Mulyaningsih, M.Pd., mengatakan perubahan pada diri siswa mulai terlihat secara signifikan sejak mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.
Menurut Nurul, perubahan paling menonjol terlihat dari sisi sikap, kepercayaan diri dan keberanian siswa untuk tampil di hadapan publik.
“Perubahan yang paling terlihat dari siswa adalah sikap dan perilakunya. Yang sebelumnya kurang percaya diri, sekarang sudah berani tampil di depan menteri maupun pejabat yang berkunjung. Mereka merasa dihargai dan diberikan kesempatan untuk berkembang,” ujar Nurul.
Ia menjelaskan, sistem pendidikan berbasis asrama membuat aktivitas siswa menjadi lebih terarah. Sejak pagi hingga malam, siswa mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari pembelajaran, ekstrakurikuler, pembinaan keagamaan hingga pendampingan bersama wali asuh.
Kondisi tersebut, lanjutnya, turut membentuk kedisiplinan dan kemandirian siswa serta meningkatkan kemampuan mereka dalam bekerja sama dan berinteraksi dengan lingkungan.
15 Ekstrakurikuler Jadi Ruang Pengembangan Bakat
Untuk mengembangkan potensi siswa, SRMA 10 Jakarta Selatan menyediakan sekitar 15 kegiatan ekstrakurikuler.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan bakat sekaligus mengikuti berbagai kompetisi.
Salah satu bidang yang mulai menunjukkan prestasi adalah seni tari tradisional. Sejumlah siswa telah mengikuti perlombaan dan berhasil meraih kemenangan, termasuk pada kompetisi tingkat provinsi.
“Di bidang tari tradisional, anak-anak sudah beberapa kali mengikuti lomba dan meraih kemenangan. Padahal sebelumnya ada yang belum pernah mengikuti sanggar atau pelatihan tari secara khusus,” ungkap Nurul.
Tidak hanya seni, prestasi juga mulai ditorehkan siswa melalui bidang olahraga, khususnya judo dan karate.
Bahkan, salah seorang siswa yang menekuni olahraga judo telah mencapai tingkat internasional. Tiga siswa kembar yang bersekolah di SRMA 10 Jakarta Selatan juga diketahui aktif menekuni cabang olahraga tersebut.
Menurut Nurul, capaian itu menunjukkan bahwa ketika siswa diberikan kesempatan, fasilitas dan pendampingan yang tepat, potensi mereka dapat berkembang secara maksimal.
Selain seni dan olahraga, sekolah juga memberikan ruang bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing.
Para siswa diberikan kesempatan tampil dalam berbagai kegiatan dengan menggunakan bahasa Inggris, Mandarin dan Arab.
“Kemampuan bahasa asing juga terus kami genjot agar semakin meningkat. Kami ingin lebih banyak lagi siswa yang berprestasi,” katanya.
Literasi dan Numerasi Terus Diperkuat
Di bidang akademik, SRMA 10 Jakarta Selatan juga terus melakukan penguatan terhadap kemampuan dasar siswa.
Nurul mengungkapkan, ketika pertama mengikuti program pendidikan, sebagian siswa masih membutuhkan peningkatan dalam kemampuan literasi dan numerasi.
Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah menerapkan pembiasaan dan latihan secara rutin sebelum pembelajaran utama dimulai.
Materi yang diberikan antara lain kemampuan berhitung dasar, perkalian, literasi hingga bahasa Inggris.
“Sekarang kemampuan literasi, numerasi, dan bahasa Inggris mereka jauh lebih meningkat dibandingkan sebelumnya. Tetapi ini masih terus kami upayakan agar kemampuan akademiknya semakin baik,” jelas Nurul.
Penguatan tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi pendidikan pada jenjang berikutnya.
SRMA 10 Siapkan Siswa ke Perguruan Tinggi
Tidak hanya mengejar prestasi selama berada di sekolah, SRMA 10 Jakarta Selatan mulai memikirkan secara serius masa depan para siswa setelah lulus.
Sekolah berupaya membangun kerja sama dengan berbagai instansi dan perguruan tinggi agar siswa yang ingin melanjutkan pendidikan memiliki akses dan peluang yang lebih baik.
“Harapannya, setelah lulus dari sini mereka akan melanjutkan ke mana. Kami ingin membangun kerja sama dengan instansi maupun universitas yang nantinya dapat menerima mereka jika ingin melanjutkan kuliah,” ujar Nurul.
Namun, sekolah menyadari bahwa tidak seluruh siswa memiliki pilihan yang sama.
Karena itu, siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi akan terus mendapatkan penguatan akademik dan bahasa. Sedangkan siswa yang memilih memasuki dunia kerja akan mendapatkan pembekalan melalui kegiatan vokasi.
“Tidak semua siswa nantinya ingin kuliah. Kalau ada yang ingin bekerja, kami juga menyiapkan mereka agar benar-benar siap memasuki dunia kerja,” katanya.
Target Tingkatkan Prestasi dan Kesiapan Masa Depan
Lebih dari satu tahun berjalan, SRMA 10 Jakarta Selatan terus memperkuat program pendidikan dengan menitikberatkan pada peningkatan prestasi dan kesiapan masa depan siswa.
Sekolah menargetkan semakin banyak siswa mampu menunjukkan prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Di sisi lain, para siswa juga diharapkan memiliki bekal yang cukup untuk menentukan pilihan setelah menyelesaikan pendidikan, baik melanjutkan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja.
“Target kami adalah meningkatkan prestasi akademik dan non-akademik. Kami ingin memberikan bekal yang lebih kuat kepada anak-anak agar setelah lulus mereka memiliki pilihan, baik untuk melanjutkan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja,” pungkas Nurul.
Dengan sistem pendidikan berbasis asrama, pengembangan minat dan bakat, penguatan akademik serta pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, SRMA 10 Jakarta Selatan terus mendorong para siswa untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, mandiri dan siap menghadapi masa depan.
(Tim)








