Antisipasi Erupsi Sinabung, Kodam I/BB Evakuasi 650 Warga Kuta Tenggah

Rabu, 2 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARO, METROTIMORNEWS.ID – Mengantisipasi kemungkinan meningkatnya aktivitas Gunung Sinabung, jajaran Kodam I/Bukit Barisan (I/BB) bersama unsur terkait mengevakuasi sebanyak 650 warga Desa Kuta Tenggah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, menuju lokasi pengungsian di Jambur Desa Sukatepu, Kecamatan Namanteran, Selasa (1/9/2026).

Evakuasi tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi sekaligus upaya memastikan keselamatan masyarakat di tengah perkembangan aktivitas Gunung Sinabung.

Kegiatan diawali dengan apel kesiapsiagaan yang dipimpin Dandim 0205/TK Letkol Inf. Robert B. Panjaitan sekitar pukul 08.00 WIB.

Apel tersebut melibatkan personel Kodim 0205/TK, Yonif 125/SMB, Brimob, BNPB serta Karang Taruna. Setelah apel, seluruh personel melakukan persiapan dan koordinasi guna mendukung proses penjemputan dan evakuasi warga.

Untuk memudahkan pengendalian kegiatan, Dandim 0205/TK menempatkan Posko Utama di Makodim 0205/TK.

Selain itu, sejumlah posko pendukung juga disiapkan, yakni Posko Pengungsi di KDKMP Desa Tiga Pancur, Aula Desa Mbelang, Desa Lau Buah dan Desa Parbiji.

Sementara Posko Logistik disiapkan di SPPG Desa Ndokum Siroga, SPPG Desa Batu Karang, SPPG Desa Suka Tendel dan SPPG Desa Tanjung Merawa.

Untuk mendukung pelayanan kesehatan, Posko Kesehatan ditempatkan di Puskesmas Simpang Empat dan Puskesmas Payung. Sedangkan kebutuhan air bersih disiapkan melalui Sumur Bor Desa Tiga Pancur dan Sumur Bor Desa Batu Karang.

650 Warga Dievakuasi

Proses evakuasi mulai dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB.

Personel yang dipimpin Danramil 04/SE Kapten Inf Gandi Haryanto bergerak dari Posko Siaga menuju Desa Kuta Tenggah.

Setibanya di lokasi, personel TNI bersama unsur terkait membantu warga mengangkut barang-barang penting yang dibutuhkan sebelum kemudian bergerak menuju lokasi pengungsian di Jambur Desa Sukatepu.

Sebanyak 207 kepala keluarga dengan total 650 orang berhasil dievakuasi menggunakan dua unit truk TNI dan sembilan unit truk KDKMP.

Seluruh warga yang dievakuasi tiba di lokasi pengungsian dalam keadaan aman dan tertib.

Desa Gurki Masih Belum Bersedia Mengungsi

Sementara itu, Desa Gurki juga direncanakan untuk dilakukan evakuasi berdasarkan hasil rapat serta rekomendasi Kementerian ESDM, Badan Geologi dan PVMBG Pos Pengamatan Gunung Sinabung.

Namun hingga saat ini, warga Desa Gurki masih belum bersedia meninggalkan wilayah tersebut.

Pemerintah bersama unsur terkait terus melakukan koordinasi dan menyiapkan kendaraan sebagai langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu evakuasi harus dilakukan.

Kapendam I/BB Kolonel Inf Sandy, S.I.P., M.Han., mengatakan TNI bersama pemerintah dan seluruh unsur terkait terus mengutamakan keselamatan masyarakat dalam menghadapi perkembangan aktivitas Gunung Sinabung.

“Evakuasi ini merupakan langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya korban apabila aktivitas Gunung Sinabung meningkat. TNI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait serta membantu masyarakat secara humanis sesuai perkembangan situasi dan rekomendasi dari instansi yang berwenang,” katanya.

Langkah evakuasi tersebut sekaligus menunjukkan kesiapsiagaan aparat dalam menghadapi potensi bencana erupsi Gunung Sinabung serta memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan apabila terjadi peningkatan aktivitas gunung api.

Sumber: Pendam I/BB

 

Berita Terkait

SMKN 1 Kabupaten Kupang Tegaskan: Bukan Sekadar Menang, Siswa Harus Pulang Bawa Ilmu dari Bootcamp IoT 2026
SMKN Pantai Baru Ikuti Bootcamp dan Challenge IoT 2026, Cetak Inovator Muda NTT
Sampah Kota Soe Terus Bertambah, DLH TTS Benahi Fasilitas Secara Bertahap
Antrean Pertalite Mengular di TTS, Yabes Nubatonis Soroti Distribusi dan Pengawasan
FKIPK IAKN Kupang Gelar Pelatihan Rumah Ibadah Inklusif di TTS, Tekankan Kasih, Kesetaraan, dan Tata Kelola Transparan
Mahasiswa Pendidikan Penyuluh Agama FKIPK IAKN Kupang Raih Juara 1 dan 2 Lomba Nasional Cipta Media Kreasi Pembelajaran 2026
Direktur CV KPR Bantah Tuduhan Tambang Ilegal di Pantai Oenikan, Sebut Batu Warna Dibeli dari Warga
Yabes Nubatonis Desak Pemda TTS Serius Awasi Distribusi BBM Bersubsidi, Warga Pelosok Jangan Jadi Korban

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:54

SMKN 1 Kabupaten Kupang Tegaskan: Bukan Sekadar Menang, Siswa Harus Pulang Bawa Ilmu dari Bootcamp IoT 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:47

SMKN Pantai Baru Ikuti Bootcamp dan Challenge IoT 2026, Cetak Inovator Muda NTT

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:43

Sampah Kota Soe Terus Bertambah, DLH TTS Benahi Fasilitas Secara Bertahap

Selasa, 13 Oktober 2026 - 00:00

Antrean Pertalite Mengular di TTS, Yabes Nubatonis Soroti Distribusi dan Pengawasan

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:16

FKIPK IAKN Kupang Gelar Pelatihan Rumah Ibadah Inklusif di TTS, Tekankan Kasih, Kesetaraan, dan Tata Kelola Transparan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:25

Direktur CV KPR Bantah Tuduhan Tambang Ilegal di Pantai Oenikan, Sebut Batu Warna Dibeli dari Warga

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:39

Yabes Nubatonis Desak Pemda TTS Serius Awasi Distribusi BBM Bersubsidi, Warga Pelosok Jangan Jadi Korban

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:53

Siap Bawa Perubahan, Clara Yunita Tefa Resmi Maju Jadi Calon Ketua Presidium PMKRI Kupang 2026/2027

Berita Terbaru