SOE, METRO TIMORNEWS.ID — Polisi bukan hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan rasa aman. Di tengah kehidupan warga, polisi juga dituntut mampu menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.
Semangat itulah yang ditunjukkan jajaran Polsek Boking, Polres Timor Tengah Selatan (TTS). Sejumlah personel turun langsung membantu warga mengangkut hasil panen padi di Desa Boking, Kecamatan Boking, Kabupaten TTS, Rabu (2/9/2026).
Dengan penuh semangat gotong royong, anggota kepolisian ikut mengangkat, memindahkan hingga membantu membawa hasil panen padi warga menuju rumah masing-masing.
Aktivitas tersebut berlangsung saat masyarakat Desa Boking memasuki masa panen. Di tengah kesibukan warga mengurus hasil pertanian, kehadiran polisi di sawah menjadi pemandangan yang menarik.
Tidak ada sekat antara seragam dan masyarakat. Polisi dan warga bekerja bersama, saling membantu menyelesaikan pekerjaan.
Polisi dan Masyarakat: Bukan Sekadar Hubungan Kamtibmas
Kehadiran personel Polsek Boking dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa tugas kepolisian memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Secara filosofis, hukum tidak hanya berbicara mengenai aturan, larangan dan sanksi. Hukum juga memiliki tujuan menciptakan ketertiban, keadilan dan kemanfaatan bagi masyarakat.
Dalam konteks tersebut, kehadiran polisi di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun rasa aman sekaligus kepercayaan publik.
Polisi yang ikut membantu masyarakat dalam kegiatan sosial menunjukkan bahwa pendekatan penegakan hukum dapat berjalan beriringan dengan pendekatan kemanusiaan.
Sebab, keamanan yang sesungguhnya bukan hanya ketika tidak terjadi tindak kriminal, tetapi juga ketika masyarakat merasa bahwa aparat negara hadir, dekat dan peduli terhadap kehidupan mereka.
Gotong Royong Perkuat Kepercayaan Publik
Bagi masyarakat Desa Boking, bantuan sederhana tersebut memiliki arti tersendiri.
Di saat tenaga warga terkuras untuk mengangkut hasil panen, kehadiran anggota polisi yang ikut membantu menjadi bukti bahwa polisi tidak hanya datang ketika terjadi persoalan hukum.
Hubungan emosional antara polisi dan masyarakat pun semakin terbangun.
Gotong royong seperti ini juga menjadi salah satu cara sederhana untuk mencegah munculnya jarak antara aparat keamanan dengan masyarakat.
Ketika polisi mengenal masyarakat dan masyarakat mengenal polisi secara lebih dekat, komunikasi akan menjadi lebih mudah. Persoalan-persoalan kamtibmas pun dapat lebih cepat diketahui dan diselesaikan melalui pendekatan yang humanis.
Dari Sawah, Membangun Kamtibmas
Kapolsek Boking bersama jajarannya terus mendorong terciptanya hubungan harmonis dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.
Pendekatan humanis tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Sebab, menjaga kamtibmas bukan hanya tugas polisi seorang diri. Keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
Karena itu, ketika polisi hadir membantu warga di sawah, yang sebenarnya sedang dibangun bukan hanya tumpukan padi yang dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain.
Lebih dari itu, sedang dibangun kepercayaan, kebersamaan dan kemitraan antara polisi dengan masyarakat.
Hasil panen padi yang telah dikumpulkan warga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus menjadi penopang ekonomi masyarakat Desa Boking.
Dari sawah hingga ke rumah, polisi hadir bukan hanya membawa seragam dan kewenangan, tetapi juga membawa semangat kemanusiaan.
Sebab, hukum akan semakin bermakna ketika kehadiran negara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
MARTIN MTID








