Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Anggota Polsek Boking Turun Bantu Warga Angkut Padi

Rabu, 2 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SOE, METRO TIMORNEWS.ID — Polisi bukan hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan rasa aman. Di tengah kehidupan warga, polisi juga dituntut mampu menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Semangat itulah yang ditunjukkan jajaran Polsek Boking, Polres Timor Tengah Selatan (TTS). Sejumlah personel turun langsung membantu warga mengangkut hasil panen padi di Desa Boking, Kecamatan Boking, Kabupaten TTS, Rabu (2/9/2026).

Dengan penuh semangat gotong royong, anggota kepolisian ikut mengangkat, memindahkan hingga membantu membawa hasil panen padi warga menuju rumah masing-masing.

Aktivitas tersebut berlangsung saat masyarakat Desa Boking memasuki masa panen. Di tengah kesibukan warga mengurus hasil pertanian, kehadiran polisi di sawah menjadi pemandangan yang menarik.

Tidak ada sekat antara seragam dan masyarakat. Polisi dan warga bekerja bersama, saling membantu menyelesaikan pekerjaan.

Polisi dan Masyarakat: Bukan Sekadar Hubungan Kamtibmas

Kehadiran personel Polsek Boking dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa tugas kepolisian memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Secara filosofis, hukum tidak hanya berbicara mengenai aturan, larangan dan sanksi. Hukum juga memiliki tujuan menciptakan ketertiban, keadilan dan kemanfaatan bagi masyarakat.

Dalam konteks tersebut, kehadiran polisi di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun rasa aman sekaligus kepercayaan publik.

Polisi yang ikut membantu masyarakat dalam kegiatan sosial menunjukkan bahwa pendekatan penegakan hukum dapat berjalan beriringan dengan pendekatan kemanusiaan.

Sebab, keamanan yang sesungguhnya bukan hanya ketika tidak terjadi tindak kriminal, tetapi juga ketika masyarakat merasa bahwa aparat negara hadir, dekat dan peduli terhadap kehidupan mereka.

Gotong Royong Perkuat Kepercayaan Publik

Bagi masyarakat Desa Boking, bantuan sederhana tersebut memiliki arti tersendiri.

Di saat tenaga warga terkuras untuk mengangkut hasil panen, kehadiran anggota polisi yang ikut membantu menjadi bukti bahwa polisi tidak hanya datang ketika terjadi persoalan hukum.

Hubungan emosional antara polisi dan masyarakat pun semakin terbangun.

Gotong royong seperti ini juga menjadi salah satu cara sederhana untuk mencegah munculnya jarak antara aparat keamanan dengan masyarakat.

Ketika polisi mengenal masyarakat dan masyarakat mengenal polisi secara lebih dekat, komunikasi akan menjadi lebih mudah. Persoalan-persoalan kamtibmas pun dapat lebih cepat diketahui dan diselesaikan melalui pendekatan yang humanis.

Dari Sawah, Membangun Kamtibmas

Kapolsek Boking bersama jajarannya terus mendorong terciptanya hubungan harmonis dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.

Pendekatan humanis tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Sebab, menjaga kamtibmas bukan hanya tugas polisi seorang diri. Keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

Karena itu, ketika polisi hadir membantu warga di sawah, yang sebenarnya sedang dibangun bukan hanya tumpukan padi yang dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain.

Lebih dari itu, sedang dibangun kepercayaan, kebersamaan dan kemitraan antara polisi dengan masyarakat.

Hasil panen padi yang telah dikumpulkan warga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus menjadi penopang ekonomi masyarakat Desa Boking.

Dari sawah hingga ke rumah, polisi hadir bukan hanya membawa seragam dan kewenangan, tetapi juga membawa semangat kemanusiaan.

Sebab, hukum akan semakin bermakna ketika kehadiran negara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

MARTIN MTID

 

Berita Terkait

Sampah Kota Soe Terus Bertambah, DLH TTS Benahi Fasilitas Secara Bertahap
Antrean Pertalite Mengular di TTS, Yabes Nubatonis Soroti Distribusi dan Pengawasan
FKIPK IAKN Kupang Gelar Pelatihan Rumah Ibadah Inklusif di TTS, Tekankan Kasih, Kesetaraan, dan Tata Kelola Transparan
Mahasiswa Pendidikan Penyuluh Agama FKIPK IAKN Kupang Raih Juara 1 dan 2 Lomba Nasional Cipta Media Kreasi Pembelajaran 2026
Direktur CV KPR Bantah Tuduhan Tambang Ilegal di Pantai Oenikan, Sebut Batu Warna Dibeli dari Warga
Yabes Nubatonis Desak Pemda TTS Serius Awasi Distribusi BBM Bersubsidi, Warga Pelosok Jangan Jadi Korban
Siap Bawa Perubahan, Clara Yunita Tefa Resmi Maju Jadi Calon Ketua Presidium PMKRI Kupang 2026/2027
Guru Muda dari TTS yang Menyalakan Cahaya Pendidikan dari Desa

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:43

Sampah Kota Soe Terus Bertambah, DLH TTS Benahi Fasilitas Secara Bertahap

Selasa, 13 Oktober 2026 - 00:00

Antrean Pertalite Mengular di TTS, Yabes Nubatonis Soroti Distribusi dan Pengawasan

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:16

FKIPK IAKN Kupang Gelar Pelatihan Rumah Ibadah Inklusif di TTS, Tekankan Kasih, Kesetaraan, dan Tata Kelola Transparan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:56

Mahasiswa Pendidikan Penyuluh Agama FKIPK IAKN Kupang Raih Juara 1 dan 2 Lomba Nasional Cipta Media Kreasi Pembelajaran 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:25

Direktur CV KPR Bantah Tuduhan Tambang Ilegal di Pantai Oenikan, Sebut Batu Warna Dibeli dari Warga

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:53

Siap Bawa Perubahan, Clara Yunita Tefa Resmi Maju Jadi Calon Ketua Presidium PMKRI Kupang 2026/2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:39

Guru Muda dari TTS yang Menyalakan Cahaya Pendidikan dari Desa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:43

Kejaksaan Diminta Segera Periksa Tim PHO dan BARAKAT, Usut Tuntas Pekerjaan HMT Big Push di Wulo Kolo

Berita Terbaru