Manufui Cup I Telah Berlabuh, Jonatan Silla Dorong Pembinaan Bibit Atlet Voli Sejak Usia Dini

Kamis, 3 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SOE, METRO TIMORNEWS.ID — Turnamen Voli Mini Antar Pelajar SMP se-Kecamatan Boking dan Santian, Manufui Cup I, telah berlabuh. Ajang yang mempertemukan para pelajar dalam kompetisi bola voli tersebut resmi ditutup setelah berlangsung dengan aman, tertib dan penuh semangat sportivitas.

Penutupan Manufui Cup I berlangsung di Manufui, Selasa (1/9/2026). Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Yayasan Tois Neno Nelson Liem, Camat Santian Yusli Benu, Kepala Sekolah SMP Kristen 3 Amanatun Selatan, Kepala Desa Manufui, serta Anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Askenas Afi.

Manufui Cup I tidak hanya menjadi panggung bagi para pelajar untuk memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, turnamen ini menjadi ruang untuk menumbuhkan keberanian, kedisiplinan, sportivitas dan semangat berprestasi bagi generasi muda di Kecamatan Boking dan Santian.

Ketua Yayasan Tois Neno, Nelson Liem, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergandengan tangan menyukseskan turnamen tersebut hingga selesai.

“Saya hadir di sini karena saya senang dengan kerja sama yang ada di sini. Kegiatan ini berlangsung dan hari ini berakhir juga dengan suasana damai,” ujarnya.

Nelson mengaku bangga karena Manufui Cup I dapat terlaksana dengan baik. Ia memberikan apresiasi kepada panitia, pemerintah, pihak keamanan dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.

“Saya selaku Ketua Yayasan Tois Neno sangat senang dengan turnamen ini karena semuanya sudah berjalan baik. Apresiasi dari saya juga untuk panitia, pemerintah setempat, pihak keamanan dan pihak-pihak lain yang turut mendukung kegiatan ini,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Santian Yusli Benu menyampaikan terima kasih kepada seluruh sponsor yang telah mendukung pelaksanaan Manufui Cup I.

“Kami berterima kasih untuk semua sponsor dalam kegiatan turnamen ini. Semoga ke depannya kegiatan ini tetap berjalan dan harapan kami semoga tahun depan lebih bagus lagi dari yang sekarang,” ungkapnya.

Pertandingan Manufui Cup I berlangsung kompetitif. Para pelajar dari sekolah peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka hingga pertandingan terakhir.

Pada kategori putra, SMP Kristen 3 Amanatun Selatan berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati SMPN 2 Amanatun Selatan, juara ketiga diraih SMPN Santian, sedangkan SMPTK Baus berada di posisi keempat.

Sementara kategori putri, SMPN 2 Amanatun Selatan berhasil menjadi juara pertama. Juara kedua diraih SMP Kristen 2 Amanatun Selatan, juara ketiga SMPN Satap Oelali, dan juara keempat ditempati SMPTK Baus.

Di balik berjalannya Manufui Cup I hingga sukses ditutup, terdapat kerja keras panitia yang dipimpin Jonatan Silla yang akrab disapa Josi

Sebagai Ketua Panitia, Josi tidak hanya memastikan seluruh rangkaian pertandingan berjalan, tetapi juga membawa gagasan agar turnamen tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan olahraga bola voli di wilayah Boking dan Santian.

Kerja keras dan koordinasi yang dilakukan panitia mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Jonatan dinilai mampu membangun kolaborasi antara sekolah, pemerintah, organisasi olahraga, keamanan, sponsor dan masyarakat sehingga turnamen dapat berlangsung dengan baik.

“Atas nama panitia, kami menyampaikan terima kasih kepada Pengprov PBVSI NTT atas dukungan dan bantuannya selama proses pertandingan,” ujar Josi.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Tois Neno, Pemerintah Kecamatan Santian, pemerintah desa, Polsek Boking, kepala sekolah SMP se-Kecamatan Boking-Santian serta seluruh panitia yang telah mengambil bagian dalam menyukseskan Manufui Cup I.

Menurut Jonatan, Manufui Cup I harus dilihat lebih jauh daripada sekadar kompetisi untuk menentukan pemenang.

“Harapan yang kami inginkan adalah dengan adanya turnamen ini menjadi langkah awal untuk perkembangan voli di wilayah Boking-Santian, untuk menemukan bibit voli dan juga agar dapat menghindarkan para remaja dari hal-hal negatif yang ada di lingkungan,” katanya.

Jonatan berharap kegiatan seperti ini dapat memotivasi sekolah-sekolah untuk semakin aktif melakukan pembinaan atlet sejak usia dini.

“Dengan adanya turnamen ini maka diharapkan semakin banyak memotivasi sekolah dalam pembinaan atlet sejak usia dini,” tambahnya.

Meski pelaksanaan Manufui Cup I berjalan baik, Jonatan mengakui masih terdapat sejumlah kendala. Salah satunya adalah kondisi fasilitas lapangan yang belum memadai.

“Kendala yang dihadapi adalah fasilitas lapangan yang kurang memadai. Hal ini dapat mendorong setiap pemangku kepentingan agar saling bahu-membahu dalam mengembangkan olahraga voli, khususnya di Kecamatan Santian-Boking ke depannya,” pungkasnya.

Ia berharap dukungan pemerintah, sekolah, organisasi olahraga, masyarakat, sponsor dan berbagai pihak lainnya dapat terus diperkuat.

Bagi Jonatan, Manufui Cup I bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah proses panjang untuk menemukan, membina dan melahirkan atlet-atlet muda potensial.

Dengan berakhirnya Manufui Cup I, semangat pembinaan justru diharapkan terus berlanjut. Dari lapangan sederhana di Manufui, mimpi para pelajar untuk menjadi atlet berprestasi diharapkan dapat tumbuh dan suatu hari membawa nama Boking dan Santian ke panggung kompetisi yang lebih tinggi.

MARTIN MTID

Berita Terkait

Mahasiswa Pendidikan Penyuluh Agama FKIPK IAKN Kupang Raih Juara 1 dan 2 Lomba Nasional Cipta Media Kreasi Pembelajaran 2026
Direktur CV KPR Bantah Tuduhan Tambang Ilegal di Pantai Oenikan, Sebut Batu Warna Dibeli dari Warga
Yabes Nubatonis Desak Pemda TTS Serius Awasi Distribusi BBM Bersubsidi, Warga Pelosok Jangan Jadi Korban
Siap Bawa Perubahan, Clara Yunita Tefa Resmi Maju Jadi Calon Ketua Presidium PMKRI Kupang 2026/2027
Guru Muda dari TTS yang Menyalakan Cahaya Pendidikan dari Desa
Kejaksaan Diminta Segera Periksa Tim PHO dan BARAKAT, Usut Tuntas Pekerjaan HMT Big Push di Wulo Kolo
Luar Biasa! SMAN 1 Soe Juara 1 Antar SMA/SMK di Kupang
Dosen IAKN Kupang Jadi Interpreter di Konferensi Internasional, Jembatani Gagasan Akademisi Dunia

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:56

Mahasiswa Pendidikan Penyuluh Agama FKIPK IAKN Kupang Raih Juara 1 dan 2 Lomba Nasional Cipta Media Kreasi Pembelajaran 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:25

Direktur CV KPR Bantah Tuduhan Tambang Ilegal di Pantai Oenikan, Sebut Batu Warna Dibeli dari Warga

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:39

Yabes Nubatonis Desak Pemda TTS Serius Awasi Distribusi BBM Bersubsidi, Warga Pelosok Jangan Jadi Korban

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:53

Siap Bawa Perubahan, Clara Yunita Tefa Resmi Maju Jadi Calon Ketua Presidium PMKRI Kupang 2026/2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:39

Guru Muda dari TTS yang Menyalakan Cahaya Pendidikan dari Desa

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:41

Luar Biasa! SMAN 1 Soe Juara 1 Antar SMA/SMK di Kupang

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:45

Dosen IAKN Kupang Jadi Interpreter di Konferensi Internasional, Jembatani Gagasan Akademisi Dunia

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:24

Dosen IAKN Kupang Dorong Penyuluh Agama Kristen Hadir di Ruang Digital

Berita Terbaru