KUPANG, METROTIMORNEWS.ID — Semangat menjaga keberagaman dan memperkuat persatuan ditunjukkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kupang (UMKOE) melalui keterlibatan mereka dalam Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Oesapa Selatan, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.
Festival yang mengusung tema “Harmoni dalam Perbedaan” tersebut berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu, 2-3 September 2026.
Dalam kegiatan itu, mahasiswa KKN UMKOE tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi mengambil peran sebagai panitia sekaligus pengisi acara.
Sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan, para mahasiswa turut membantu Pemerintah Kelurahan Oesapa Selatan, panitia festival, serta tokoh masyarakat dalam menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan, termasuk dalam prosesi penyerahan piagam penghargaan.
Festival diawali dengan pawai budaya antar-RT yang menampilkan keberagaman budaya masyarakat. Para peserta mengenakan busana adat dan tenun ikat khas Nusa Tenggara Timur (NTT), sehingga suasana festival semakin kental dengan nuansa budaya daerah.

Tidak hanya pawai, masyarakat juga disuguhkan berbagai perlombaan yang melibatkan berbagai kelompok usia. Di antaranya fashion show anak-anak dan lansia, lomba menghafal teks Proklamasi, lomba makan kerupuk, serta balap karung.
Kemeriahan semakin terasa ketika mahasiswa KKN UMKOE tampil membawakan Tarian Tebe, salah satu tarian tradisional masyarakat Timor yang sarat makna kebersamaan, persaudaraan, dan gotong royong.
Bagi mahasiswa, keterlibatan tersebut bukan sekadar mengisi agenda kegiatan, tetapi menjadi ruang belajar untuk mengenal lebih dekat kehidupan sosial dan keberagaman budaya masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Ketua KKN UMKOE Kelurahan Oesapa Selatan, Mario Asa, mengatakan Festival Budaya Multi Etnis menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Ia mengaku bangga karena mahasiswa KKN mendapat kesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan budaya bersama masyarakat.
“Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada Pemerintah Kelurahan Oesapa Selatan yang telah mengajak kami terlibat langsung dalam mengikuti festival budaya tersebut. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi kami untuk lebih dekat dengan masyarakat, sehingga kami juga mengetahui dan mengenal banyak budaya dan etnis di Nusantara,” ungkap Mario.
Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan pelajaran berharga bagi mahasiswa bahwa keberagaman bukan menjadi alasan untuk terpecah, tetapi justru menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi mahasiswa, Pemerintah Kelurahan Oesapa Selatan menyerahkan piagam penghargaan kepada mahasiswa KKN UMKOE yang telah mengambil bagian dalam menyukseskan Festival Budaya Multi Etnis.
Penyerahan piagam tersebut menjadi bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi mahasiswa untuk terus berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial, budaya, dan kemasyarakatan.
Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Oesapa Selatan akhirnya bukan hanya menjadi panggung untuk menampilkan kekayaan budaya, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan berbagai kelompok masyarakat untuk merawat persaudaraan dalam semangat “Harmoni dalam Perbedaan.”
(YediitRh)
#MetroTimorNews #FestivalBudaya #MultiEtnis #OesapaSelatan #KKNUMKOE #UniversitasMuhammadiyahKupang #HarmoniDalamPerbedaan #BudayaNTT #TarianTebe #PengabdianMasyarakat








