Datang Sebagai Orang Asing, Pulang Sebagai Keluarga: Pengabdian Mahasiswa KKN Desa Anin Resmi Berlabuh

Jumat, 4 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ANIN, METRO TIMORNEWS.ID — Ada perjumpaan, ada kebersamaan, dan pada akhirnya ada perpisahan. Namun, bagi enam mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kupang (UMKoe), satu bulan pengabdian di Desa Anin, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), bukan sekadar perjalanan akademik.

Mereka datang sebagai orang asing. Kini, mereka pulang membawa cerita dan kenangan, setelah diterima sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Desa Anin.

Suasana haru, sukacita, dan kekeluargaan mewarnai acara penarikan mahasiswa KKN UMKoe yang digelar di Kantor Desa Anin, Jumat (4/9/2026).

Acara tersebut dihadiri Kepala Desa Anin, Nahason Banunaek, Sekretaris Desa, serta jajaran aparatur Pemerintah Desa Anin.

Selama kurang lebih satu bulan, keenam mahasiswa tersebut hidup dan berbaur bersama pemerintah desa serta masyarakat. Mereka tidak hanya menjalankan program kerja KKN, tetapi juga ikut merasakan kehidupan masyarakat, membantu berbagai kegiatan desa, serta membangun hubungan sosial dengan warga.

Salah satu momen yang menarik perhatian dalam acara perpisahan tersebut adalah ketika para mahasiswa mengalungkan selendang kepada Kepala Desa dan Sekretaris Desa.

Pengalungan selendang itu menjadi simbol penghormatan, ucapan terima kasih, sekaligus kenang-kenangan atas kebersamaan yang telah terjalin selama masa pengabdian.

Tawa dan senyum sempat menghiasi acara. Namun, di balik suasana tersebut terselip rasa haru. Sebab, setelah sebulan bersama, mahasiswa tidak lagi dipandang sekadar sebagai peserta KKN.

Mereka telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Desa Anin.

Kepala Desa: Kehadiran Mahasiswa Sangat Membantu

Kepala Desa Anin, Nahason Banunaek, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Kupang, Dosen Pembimbing Lapangan, serta seluruh mahasiswa KKN yang telah melaksanakan pengabdian di Desa Anin.

Menurut Nahason, kehadiran enam mahasiswa memberikan manfaat nyata bagi pemerintah desa, terutama dalam membantu pekerjaan administrasi dan penataan lingkungan.

“Kami Pemerintah Desa Anin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan Universitas Muhammadiyah Kupang (UMKoe) dan Dosen Pembimbing Lapangan yang masih terus mempercayakan mahasiswa KKN untuk mengabdi di wilayah Desa Anin. Kehadiran enam mahasiswa yang mengabdi selama satu bulan di sini sangat membantu kami, baik dalam hal administrasi maupun penataan lingkungan di wilayah Desa Anin,” ujar Nahason.

Ia berharap kerja sama yang telah terbangun antara Pemerintah Desa Anin, masyarakat, dan UMKoe tidak berhenti setelah mahasiswa ditarik dari lokasi KKN.

Menurutnya, Desa Anin masih membuka ruang bagi mahasiswa UMKoe untuk kembali melakukan pengabdian pada periode berikutnya.

“Kami berharap ke depan Desa Anin tetap menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar dan mengabdi. Semoga kerja sama ini terus berlanjut untuk bersama-sama membangun desa,” harapnya.

Nahason juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan KKN terdapat kekurangan maupun hal-hal yang kurang berkenan.

 

Ia berharap seluruh pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama berada di Desa Anin dapat menjadi bekal berharga dalam perjalanan akademik maupun kehidupan mereka ke depan.

Mahasiswa: Tanpa Masyarakat, Kami Tidak Mungkin Sampai di Sini

Sementara itu, Ketua Kelompok KKN, Satri Alunat, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Anin dan seluruh masyarakat yang telah menerima mereka dengan baik selama menjalankan pengabdian.

Dengan penuh haru, Satri mengatakan seluruh rangkaian kegiatan KKN tidak mungkin berjalan tanpa dukungan masyarakat dan pemerintah desa.

“Saya bersama teman-teman KKN mengucapkan permohonan maaf dan banyak terima kasih kepada Pemerintah Desa Anin dan seluruh masyarakat. Kami percaya bahwa kalau tanpa dukungan dari pemerintah desa dan masyarakat, kami tidak mungkin bisa berada di sini sampai detik ini,” ungkap Satri.

Ia berharap Desa Anin tetap membuka pintu bagi mahasiswa yang akan datang melaksanakan KKN pada masa mendatang.

“Kami berharap Desa Anin ke depan terus menerima adik-adik mahasiswa yang akan melaksanakan KKN, sehingga dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat menuju desa yang mandiri dan makmur,” katanya.

Pulang Membawa Cerita, Bukan Sekadar Kenangan

Bagi keenam mahasiswa tersebut, berakhirnya masa KKN bukan berarti berakhir pula hubungan yang telah dibangun selama satu bulan.

Ada cerita tentang kebersamaan. Ada pengalaman tentang pelayanan. Ada tawa, kerja keras, dan berbagai dinamika yang menjadi bagian dari perjalanan mereka selama berada di Desa Anin.

Mereka datang dengan status sebagai mahasiswa yang hendak menjalankan tugas akademik.

Namun, hari demi hari, jarak antara mahasiswa dan masyarakat semakin menghilang. Interaksi yang awalnya terasa asing berubah menjadi kedekatan. Kebersamaan melahirkan rasa memiliki.

Desa Anin pun perlahan menjadi rumah kedua.

Kini mereka harus kembali. Tugas pengabdian telah selesai, tetapi cerita tentang Desa Anin akan tetap dibawa pulang.

Sebab, KKN bukan hanya tentang apa yang diberikan mahasiswa kepada masyarakat.

Lebih dari itu, KKN juga tentang apa yang mahasiswa terima dari masyarakat: pengalaman, persaudaraan, ketulusan, dan pelajaran kehidupan.

Datang sebagai orang asing, pulang sebagai keluarga.

(YediitRh)

#MetroTimorNews

#KKNDesaAnin
#KKNUMKoe
#UniversitasMuhammadiyahKupang
#PengabdianMasyarakat
#DesaAnin
#AmanatunSelatan
#TTS
#MahasiswaKKN
#DatangSebagaiOrangAsingPulangSebagaiKeluarga

 

Berita Terkait

Yabes Nubatonis Desak Pemda TTS Serius Awasi Distribusi BBM Bersubsidi, Warga Pelosok Jangan Jadi Korban
Siap Bawa Perubahan, Clara Yunita Tefa Resmi Maju Jadi Calon Ketua Presidium PMKRI Kupang 2026/2027
Guru Muda dari TTS yang Menyalakan Cahaya Pendidikan dari Desa
Kejaksaan Diminta Segera Periksa Tim PHO dan BARAKAT, Usut Tuntas Pekerjaan HMT Big Push di Wulo Kolo
Luar Biasa! SMAN 1 Soe Juara 1 Antar SMA/SMK di Kupang
Dosen IAKN Kupang Jadi Interpreter di Konferensi Internasional, Jembatani Gagasan Akademisi Dunia
Dosen IAKN Kupang Dorong Penyuluh Agama Kristen Hadir di Ruang Digital
Kejaksaan Jangan Menonton, Usut Dugaan Carut-Marut Pakan HMT Big Push Wulo Kolo

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:39

Yabes Nubatonis Desak Pemda TTS Serius Awasi Distribusi BBM Bersubsidi, Warga Pelosok Jangan Jadi Korban

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:53

Siap Bawa Perubahan, Clara Yunita Tefa Resmi Maju Jadi Calon Ketua Presidium PMKRI Kupang 2026/2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:39

Guru Muda dari TTS yang Menyalakan Cahaya Pendidikan dari Desa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:43

Kejaksaan Diminta Segera Periksa Tim PHO dan BARAKAT, Usut Tuntas Pekerjaan HMT Big Push di Wulo Kolo

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:41

Luar Biasa! SMAN 1 Soe Juara 1 Antar SMA/SMK di Kupang

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:24

Dosen IAKN Kupang Dorong Penyuluh Agama Kristen Hadir di Ruang Digital

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:13

Kejaksaan Jangan Menonton, Usut Dugaan Carut-Marut Pakan HMT Big Push Wulo Kolo

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:11

262 Guru di TTS Ikuti Pemetaan Kompetensi, Korwas: Saatnya Belajar Sepanjang Waktu

Berita Terbaru