SMA Katolik Stella Maris Niki-Niki Gelar IHT 2 Hari, Fokus Kuatkan Kurikulum Merdeka dan Karakter Guru

Jumat, 4 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NIKI-NIKI, METROTIMORNEWS.ID — Dalam upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme tenaga pendidik, SMA Katolik Stella Maris Niki-Niki menggelar In House Training (IHT) bagi seluruh dewan guru.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai Jumat 4 hingga Sabtu 5 September 2026, tersebut dipusatkan di lingkungan SMA Katolik Stella Maris Niki-Niki.

Plt. Kepala SMA Katolik Stella Maris Niki-Niki, Diakon Fransiskus Rivandi Koa, S.Fil., kepada media ini, Jumat (4/9/2026), menjelaskan bahwa kegiatan IHT merupakan bagian dari upaya sekolah meningkatkan kompetensi guru sekaligus memperkuat kualitas proses pembelajaran.

“IHT dilaksanakan selama dua hari, dari Jumat 4 sampai 5 September 2026. Kami menghadirkan pemateri dari dalam untuk menguatkan guru-guru kita dalam menghadapi Kurikulum Merdeka dan penguatan karakter,” jelas Diakon Rivandi.

Dalam kegiatan tersebut, sekolah menghadirkan dua pemateri dengan materi yang berbeda dan saling melengkapi.

Ronisius Otu, S.Pd., M.Pd., membawakan materi mengenai Implementasi Kurikulum Merdeka. Sementara Yakob A. N. Selan, S.Pd., M.Sos., menyampaikan materi Penguatan Disiplin dan Karakter Guru serta Menciptakan Sekolah Aman, Nyaman dan Inklusif.

Menurut Diakon Rivandi, pelaksanaan IHT memiliki lima tujuan utama yang diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.

Lima Fokus Utama IHT

Pertama, meningkatkan kompetensi guru. Para pendidik dibekali pemahaman yang lebih mendalam mengenai konsep dan implementasi Kurikulum Merdeka sehingga mampu menerapkannya dalam proses pembelajaran.

Kedua, menyusun perangkat ajar. Guru dilatih agar semakin terampil dalam menyusun modul ajar, Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta melakukan penyesuaian materi pembelajaran berdasarkan kebutuhan peserta didik.

Ketiga, menguasai asesmen pembelajaran. Guru diharapkan memahami dan mampu menerapkan asesmen diagnostik, formatif, maupun sumatif secara tepat dalam mengukur perkembangan dan capaian belajar siswa.

Keempat, membangun sinergi antarpendidik. IHT menjadi ruang untuk memperkuat kerja sama dan komunikasi antar-guru, termasuk dalam mengevaluasi efektivitas proses pembelajaran yang telah dilaksanakan.

Kelima, menyesuaikan pembelajaran dengan karakteristik siswa. Guru didorong memiliki keterampilan dalam merancang pembelajaran yang fleksibel, sesuai kebutuhan, karakter, potensi, dan kemampuan masing-masing peserta didik.

Diakon Rivandi menegaskan bahwa keberhasilan Kurikulum Merdeka tidak hanya bergantung pada perangkat pembelajaran, tetapi juga pada kesiapan dan karakter guru dalam menjalankan perannya sebagai pendidik.

Karena itu, penguatan karakter, kedisiplinan, serta penciptaan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan inklusif menjadi bagian penting dalam kegiatan IHT tersebut.

“Harapan kami setelah IHT ini, guru-guru semakin siap, kreatif, dan mampu menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman serta berpihak pada murid,” tutupnya.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum bagi seluruh tenaga pendidik SMA Katolik Stella Maris Niki-Niki untuk terus meningkatkan kapasitas, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan pembelajaran yang semakin berkualitas bagi peserta didik.

(Albert Baunsele)

Berita Terkait

Luar Biasa! SMAN 1 Soe Juara 1 Antar SMA/SMK di Kupang
Dosen IAKN Kupang Jadi Interpreter di Konferensi Internasional, Jembatani Gagasan Akademisi Dunia
Dosen IAKN Kupang Dorong Penyuluh Agama Kristen Hadir di Ruang Digital
Kejaksaan Jangan Menonton, Usut Dugaan Carut-Marut Pakan HMT Big Push Wulo Kolo
262 Guru di TTS Ikuti Pemetaan Kompetensi, Korwas: Saatnya Belajar Sepanjang Waktu
YNS Beauty Resmi Hadir di Kota Kupang, Tawarkan Beragam Perawatan Rambut
Usia 29 Tahun, Talita Tlonaen Raih Gelar Doktor di Wisuda Ke-X IAKN Kupang
Pantauan Media: Persema FC Tampil Gemilang, Dua Laga Berakhir Imbang

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:41

Luar Biasa! SMAN 1 Soe Juara 1 Antar SMA/SMK di Kupang

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:45

Dosen IAKN Kupang Jadi Interpreter di Konferensi Internasional, Jembatani Gagasan Akademisi Dunia

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:24

Dosen IAKN Kupang Dorong Penyuluh Agama Kristen Hadir di Ruang Digital

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:13

Kejaksaan Jangan Menonton, Usut Dugaan Carut-Marut Pakan HMT Big Push Wulo Kolo

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:11

262 Guru di TTS Ikuti Pemetaan Kompetensi, Korwas: Saatnya Belajar Sepanjang Waktu

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:51

Usia 29 Tahun, Talita Tlonaen Raih Gelar Doktor di Wisuda Ke-X IAKN Kupang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:38

Pantauan Media: Persema FC Tampil Gemilang, Dua Laga Berakhir Imbang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:20

349 Lulusan IAKN Kupang Resmi Sandang Gelar, Gubernur NTT Tekankan Pengabdian dan Integritas

Berita Terbaru