ROTE NDAO, METROTIMORNEWS.ID – Tim verifikasi lapangan terkait pengajuan bantuan OSOP (Outstanding School of Practice) dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengunjungi SMK Negeri Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, Selasa, 8 September 2026.
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Dyahriyati, S.Pd., M.Pd., Pengawas SMK Kupang, didampingi Pengawas SMK/SMA dan SLB Rote Ndao, Jacobias Deferson Pingak, S.Pd.
Dalam kunjungan itu, tim melakukan verifikasi secara langsung terhadap berbagai aktivitas pembelajaran praktik sekaligus melihat produk hasil karya siswa yang dikembangkan melalui empat program keahlian di SMKN Pantai Baru.
Keempat program keahlian tersebut yakni Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI), serta Nautika Kapal Niaga (NKN).
Tim verifikasi mengunjungi sejumlah lokasi dan fasilitas praktik yang menjadi bagian dari proses pembelajaran siswa.
Pada program keahlian ATPH, tim melihat secara langsung kebun yang dikelola dan dimanfaatkan siswa sebagai bagian dari pembelajaran praktik pertanian.

Sementara pada program keahlian TJKT, tim melihat salah satu produk dan peralatan praktik berupa mesin pres kaos yang dimiliki jurusan tersebut.
Sedangkan pada program keahlian NKPI, tim melihat hasil praktik siswa berupa pembuatan kapal menggunakan bahan fiber (viber/fiber).
Kegiatan verifikasi tersebut menjadi kesempatan bagi pihak sekolah untuk menunjukkan berbagai potensi yang dimiliki, khususnya dalam mengembangkan pembelajaran berbasis praktik dan menghasilkan produk yang memiliki nilai guna maupun nilai ekonomis.
Pengawas SMK/SMA dan SLB Rote Ndao, Jacobias Deferson Pingak, S.Pd., mengapresiasi berbagai kegiatan praktik yang telah dilakukan guru dan siswa SMKN Pantai Baru.
Ia mendorong pihak sekolah untuk terus meningkatkan produktivitas serta mengembangkan hasil karya siswa maupun guru agar semakin berkualitas dan memiliki nilai ekonomi.
Menurutnya, pembelajaran di sekolah vokasi tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi harus mampu membekali peserta didik dengan keterampilan nyata yang dapat diterapkan setelah menyelesaikan pendidikan.
Ia juga meminta pihak sekolah agar potensi yang sudah ada terus dikembangkan sehingga produk hasil karya siswa dapat menjadi bagian dari penguatan kompetensi dan kemandirian peserta didik.
Sementara itu, Kepala SMKN Pantai Baru, Simson Nullek, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada para guru dan siswa yang selama ini aktif melaksanakan kegiatan praktik dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Menurutnya, kegiatan praktik yang dilakukan di empat program keahlian telah menghasilkan berbagai produk yang memiliki nilai ekonomis sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi para siswa.
“Praktik yang dilakukan para guru dan siswa ini merupakan bagian dari proses pembelajaran untuk membekali siswa dengan keterampilan. Kami mengapresiasi kerja keras seluruh guru dan siswa sehingga dari empat program keahlian dapat menghasilkan berbagai karya,” ujarnya.
Ia berharap dukungan melalui program OSOP dapat semakin memperkuat pengembangan pembelajaran praktik di SMKN Pantai Baru.
Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga memiliki pengalaman menghasilkan produk yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha ketika mereka menyelesaikan pendidikan.
(MTN)








