KUPANG, METROTIMORNEWS.ID – Tangis dan duka menyelimuti perjalanan pulang jenazah Wili Mbuik (25), warga asal Kabupaten Rote Ndao yang menjadi korban penembakan di Papua Pegunungan.
Setelah menempuh perjalanan panjang dari Wamena, jenazah Wili akhirnya tiba di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat (11/9/2026) pagi.
Jenazah sebelumnya diberangkatkan dari Wamena menuju Jayapura menggunakan pesawat kargo komersial Trigana Air Cargo pada Kamis (10/9/2026). Dari Jayapura, perjalanan dilanjutkan menuju Makassar, kemudian transit di Jakarta sebelum akhirnya diterbangkan ke Kupang.
Setibanya di Bandara El Tari Kupang, jenazah langsung dijemput menggunakan ambulans. Tidak ada waktu untuk berlama-lama di Kota Kupang.
Jenazah langsung dibawa menuju Pelabuhan Bolok untuk selanjutnya diseberangkan ke Kabupaten Rote Ndao.
Rencananya, jenazah akan diberangkatkan menggunakan kapal penyeberangan menuju Rote Ndao sebelum kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan dan menjalani prosesi pemakaman.
Perjalanan panjang tersebut menjadi bagian terakhir dari kepulangan Wili ke tanah kelahirannya.
Bagi keluarga, kepulangan itu bukan seperti yang dibayangkan sebelumnya. Wili pulang bukan dengan membawa cerita tentang pekerjaan dan kehidupan di perantauan, melainkan dalam peti jenazah.
Keluarga di Rote Ndao disebut telah menunggu kedatangan jenazah, terutama sang ayah yang sangat terpukul atas kepergian anak bungsunya.
Ungkapan duka dan penyesalan pun dirasakan keluarga setelah Wili menjadi korban kekerasan di Papua.
“Kenapa harus bawa adik ke sana?” menjadi salah satu ungkapan sang ayah yang menggambarkan beratnya kehilangan anggota keluarga.
Informasi yang diperoleh, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan turut membantu proses pemulangan jenazah, termasuk kebutuhan transportasi dan perjalanan. Perwakilan pemerintah daerah juga disebut akan ikut mengantar hingga ke Rote Ndao.
Kini, perjalanan panjang Wili menuju kampung halaman memasuki tahap terakhir.
Dari Papua hingga Kupang, perjalanan itu telah melewati Jayapura, Makassar dan Jakarta. Selanjutnya, laut menjadi jalur terakhir sebelum jenazah Wili tiba di tanah kelahirannya, Rote Ndao.
Sumber (victorynews.id)








