Herry Budijanto Dragono Kembali ke Kupang, Selami Gua Kristal hingga Berbagi Ilmu untuk Guru Sekolah Minggu

Minggu, 13 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

KUPANG, METROTIMORNEWS.ID–Herry Budijanto Dragono, yang akrab disapa Mbah Dragon, kembali mengunjungi Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kunjungannya kali ini tidak sekadar menikmati keindahan alam, tetapi diisi dengan eksplorasi wisata bawah laut sekaligus berbagi ilmu kepada guru-guru Sekolah Minggu.

Kedatangan Herry bertepatan dengan momentum ulang tahunnya yang ke-60 pada 7 September 2026. Alih-alih merayakan dengan pesta, ia memilih mengisi momen tersebut dengan kegiatan yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat dan pengembangan potensi wisata NTT.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah cave diving di Gua Kristal, Kupang, bersama dua anggota Basarnas.

Herry mengingatkan bahwa penyelaman di dalam gua memiliki risiko tinggi dan harus dilakukan oleh orang yang memiliki kompetensi serta perlengkapan yang memadai.

“Ini suatu kegiatan yang sangat berbahaya. Seharusnya orang yang masuk ke dalam gua seperti ini adalah orang yang sudah memiliki lisensi dan kompetensi,” ungkap Herry.

Menurutnya, kemampuan mengendalikan buoyancy sangat penting dalam cave diving. Gerakan yang tidak terkontrol dapat mengangkat lumpur di dasar gua sehingga air menjadi keruh dan jarak pandang hilang.

“Kalau tidak memiliki buoyancy yang baik, ketika mengibaskan fin, lumpur bisa naik semua. Akhirnya air menjadi gelap dan jarak pandang hilang,” jelasnya.

Demi keselamatan, Herry membawa empat senter bawah air, dua untuk dirinya dan dua lainnya sebagai perlengkapan tim sekaligus cadangan. Ia menegaskan, kualitas peralatan tidak boleh dikorbankan demi menghemat biaya.

“Ini masalah safety. Kalau masuk ke tempat seperti gua, peralatan harus benar-benar bagus,” katanya.

Selain Gua Kristal, Herry bersama tim Basarnas juga mengeksplorasi kawasan Pulau Semau. Menurutnya, masih banyak potensi bawah laut di wilayah tersebut yang belum tergali secara maksimal.

Ia bahkan menyebut adanya informasi mengenai terumbu karang berukuran besar di bagian utara Pulau Semau yang belum dieksplorasi. Pulau Kera juga masuk dalam rencana eksplorasi berikutnya.

Rayakan Usia 60 Tahun dengan Berbagi

Tak hanya menjelajahi alam, Herry juga membawa misi berbagi ke wilayah pedalaman.

Pada 9 September 2026, ia menuju Desa Fatukona dengan perjalanan sekitar 2,5 jam dari Kota Kupang. Medan yang dilalui cukup berat karena jalan offroad dan harus melewati empat sungai.

Di Fatukona, Herry memberikan pelatihan kepada guru-guru Sekolah Minggu dari GMIT Imanuel Fatukona, GMIT Imanuel Kuafeu, dan GMIT Eklesia Bon Ana.

Sekitar delapan peserta mengikuti pelatihan tersebut. Herry mengajarkan 12 trik sulap sederhana dan membagikan sembilan alat peraga yang dapat digunakan dalam pelayanan Sekolah Minggu.

Trik-trik tersebut tidak hanya bersifat hiburan, tetapi dikaitkan dengan cerita Alkitab, mulai dari kisah penciptaan hingga kenaikan Tuhan Yesus ke surga.

“Biasanya pelatihan hanya berbicara atau memberikan materi. Kali ini saya memberikan skill sekaligus alatnya,” ujar Herry.

Salah satu alat peraga yang diperkenalkan adalah pot kosong yang kemudian dapat memunculkan bunga sebagai ilustrasi sederhana untuk membantu guru menjelaskan kisah penciptaan kepada anak-anak.

Pelatihan serupa kemudian dilanjutkan di GKI N Revival dan diikuti sekitar tujuh guru Sekolah Minggu. Herry kembali membagikan 11 trik sulap serta sejumlah alat yang dapat digunakan dalam pelayanan.

Bagi Herry, sulap bukan sekadar hiburan. Jika digunakan secara tepat, sulap dapat menjadi media kreatif untuk menarik perhatian anak-anak sekaligus membantu guru menyampaikan pesan Alkitab dengan cara yang lebih menyenangkan.

Potensi NTT dan Semangat Berbagi

Herry berharap eksplorasi wisata bawah laut dapat membantu memperkenalkan potensi bahari NTT, khususnya Kupang dan wilayah sekitarnya.

Di sisi lain, keterampilan yang dibagikannya kepada guru Sekolah Minggu diharapkan dapat terus digunakan untuk mendukung pelayanan kepada anak-anak.

Herry dijadwalkan kembali ke Yogyakarta pada 15 September 2026, kemudian mengikuti agenda workshop di Jakarta pada 26 September. Ia juga berencana kembali ke Kupang pada Desember untuk melanjutkan eksplorasi bersama tim Basarnas.

Di usia 60 tahun, Herry memilih merayakan kehidupan bukan hanya dengan menikmati perjalanan, tetapi juga dengan menjelajah alam dan meninggalkan manfaat bagi sesama.

MARTIN MTID

Berita Terkait

Kejaksaan Diminta Segera Periksa Tim PHO dan BARAKAT, Usut Tuntas Pekerjaan HMT Big Push di Wulo Kolo
Luar Biasa! SMAN 1 Soe Juara 1 Antar SMA/SMK di Kupang
Dosen IAKN Kupang Jadi Interpreter di Konferensi Internasional, Jembatani Gagasan Akademisi Dunia
Dosen IAKN Kupang Dorong Penyuluh Agama Kristen Hadir di Ruang Digital
Kejaksaan Jangan Menonton, Usut Dugaan Carut-Marut Pakan HMT Big Push Wulo Kolo
262 Guru di TTS Ikuti Pemetaan Kompetensi, Korwas: Saatnya Belajar Sepanjang Waktu
YNS Beauty Resmi Hadir di Kota Kupang, Tawarkan Beragam Perawatan Rambut
Usia 29 Tahun, Talita Tlonaen Raih Gelar Doktor di Wisuda Ke-X IAKN Kupang

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:43

Kejaksaan Diminta Segera Periksa Tim PHO dan BARAKAT, Usut Tuntas Pekerjaan HMT Big Push di Wulo Kolo

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:41

Luar Biasa! SMAN 1 Soe Juara 1 Antar SMA/SMK di Kupang

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:45

Dosen IAKN Kupang Jadi Interpreter di Konferensi Internasional, Jembatani Gagasan Akademisi Dunia

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:24

Dosen IAKN Kupang Dorong Penyuluh Agama Kristen Hadir di Ruang Digital

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:13

Kejaksaan Jangan Menonton, Usut Dugaan Carut-Marut Pakan HMT Big Push Wulo Kolo

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:58

YNS Beauty Resmi Hadir di Kota Kupang, Tawarkan Beragam Perawatan Rambut

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:51

Usia 29 Tahun, Talita Tlonaen Raih Gelar Doktor di Wisuda Ke-X IAKN Kupang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:38

Pantauan Media: Persema FC Tampil Gemilang, Dua Laga Berakhir Imbang

Berita Terbaru