Diduga Berangkat Tanpa Dokumen, KM Rahmat Solor Mati Mesin di Tengah Laut, Penumpang Panik

Rabu, 16 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

METROTIMORNEWS.ID, LARANTUKA – Keselamatan penumpang kapal penyeberangan dari Larantuka menuju Pulau Solor kembali menjadi sorotan. Kapal Motor (KM) Rahmat Solor dilaporkan mengalami gangguan mesin hingga terombang-ambing di tengah laut selama kurang lebih 1,5 jam dalam perjalanan menuju JTP Wulublolong, Rabu (16/9/2026).

Yang menjadi perhatian, salah seorang penumpang menduga kapal tersebut berangkat tanpa dilengkapi dokumen pelayaran yang semestinya dan mempertanyakan sistem pengawasan pihak Syahbandar terhadap kapal yang keluar-masuk dari Pelabuhan Larantuka.

“Ini teledor Syahbandar. Dalam kawasan mereka, tetapi keluar-masuk kapal kok tidak terdata secara baik?” ujar Rita Senak, SE, salah satu penumpang KM Rahmat Solor.

Menurut Rita, seluruh penumpang telah membayar ongkos perjalanan. Namun, apabila benar kapal berangkat tanpa dokumen yang lengkap, kondisi tersebut dinilai dapat membahayakan keselamatan penumpang apabila terjadi kecelakaan di tengah laut.

“Kami jalan, semua ongkos kami bayar. Tapi kalau tidak ada dokumen, seandainya ada apa-apa kami bahaya. Bisa habis kita,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan mekanisme pengawasan terhadap kapal penumpang yang berangkat dari wilayah pelabuhan Larantuka.

“APH harus kontrol khusus. KP3 juga ada. Sistem kontrol kapal keluar-masuk seperti apa? Saya pertanyakan itu,” katanya.

Rita meminta agar pihak berwenang segera melakukan pemeriksaan dan mengambil langkah terhadap pihak yang bertanggung jawab apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran administrasi maupun prosedur keselamatan pelayaran.

“Segera ambil tindakan terhadap Syahbandar itu. Piket siapa? Tidak terpantau secara kasat mata dengan baik dan fisik dokumen kapal berangkat juga tidak terpantau dan tidak terdaftar,” tegas Rita.

Terombang-Ambing 1,5 Jam, Penumpang Mulai Panik

Dalam perjalanan tersebut, KM Rahmat Solor mengangkut kurang lebih 30 penumpang. Kapal juga membawa sejumlah barang kebutuhan rumah tangga, sembako, serta beberapa kendaraan bermotor roda dua.

Di dalam kapal terdapat dua wartawan, yakni Fransiskus Gerardus Molo, wartawan Metro TV, dan Rita Senak, SE, wartawan media online.

Ketika kapal mengalami gangguan dan terombang-ambing selama kurang lebih 1,5 jam, situasi di dalam kapal mulai membuat penumpang panik.

Kedua wartawan tersebut kemudian menghubungi pihak Syahbandar Larantuka untuk menyampaikan kondisi yang terjadi sekaligus meminta bantuan agar kapal dan para penumpang dapat dievakuasi menuju JTP terdekat di Pulau Solor.

Di tengah kondisi tersebut, pertolongan datang dari KM Trans Floresti 03, kapal pengangkut BBM yang sedang melintas dari Larantuka menuju Kabupaten Lembata.

Melihat lambaian tangan para penumpang KM Rahmat Solor yang mulai panik, KM Trans Floresti 03 kemudian memberikan bantuan dengan menarik KM Rahmat Solor menuju pelabuhan terdekat.

Penumpang: Puji Tuhan Ada yang Membantu

Salah seorang penumpang yang rencananya turun di Menanga mengaku mengalami ketakutan luar biasa ketika kapal mengalami gangguan di tengah laut.

Ia mengaku lega setelah KM Trans Floresti 03 datang memberikan pertolongan.

“Rasa takut luar biasa. Puji Tuhan, kapal kami dibantu KM Trans Floresti 03 sehingga bisa ditarik ke pelabuhan terdekat,” ungkapnya.

Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian serius penumpang dan diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait, khususnya Syahbandar Larantuka dan KP3, terkait pengawasan kapal penumpang yang beroperasi di wilayah tersebut.

Publik juga menunggu penjelasan resmi dari pihak Syahbandar Larantuka mengenai dugaan kelengkapan dokumen KM Rahmat Solor serta prosedur pemeriksaan sebelum kapal tersebut berangkat menuju Pulau Solor.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Syahbandar Larantuka belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.

*RS

Berita Terkait

Mahasiswa Pendidikan Penyuluh Agama FKIPK IAKN Kupang Raih Juara 1 dan 2 Lomba Nasional Cipta Media Kreasi Pembelajaran 2026
Direktur CV KPR Bantah Tuduhan Tambang Ilegal di Pantai Oenikan, Sebut Batu Warna Dibeli dari Warga
Yabes Nubatonis Desak Pemda TTS Serius Awasi Distribusi BBM Bersubsidi, Warga Pelosok Jangan Jadi Korban
Siap Bawa Perubahan, Clara Yunita Tefa Resmi Maju Jadi Calon Ketua Presidium PMKRI Kupang 2026/2027
Guru Muda dari TTS yang Menyalakan Cahaya Pendidikan dari Desa
Kejaksaan Diminta Segera Periksa Tim PHO dan BARAKAT, Usut Tuntas Pekerjaan HMT Big Push di Wulo Kolo
Luar Biasa! SMAN 1 Soe Juara 1 Antar SMA/SMK di Kupang
Dosen IAKN Kupang Jadi Interpreter di Konferensi Internasional, Jembatani Gagasan Akademisi Dunia

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:56

Mahasiswa Pendidikan Penyuluh Agama FKIPK IAKN Kupang Raih Juara 1 dan 2 Lomba Nasional Cipta Media Kreasi Pembelajaran 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:25

Direktur CV KPR Bantah Tuduhan Tambang Ilegal di Pantai Oenikan, Sebut Batu Warna Dibeli dari Warga

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:39

Yabes Nubatonis Desak Pemda TTS Serius Awasi Distribusi BBM Bersubsidi, Warga Pelosok Jangan Jadi Korban

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:53

Siap Bawa Perubahan, Clara Yunita Tefa Resmi Maju Jadi Calon Ketua Presidium PMKRI Kupang 2026/2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:39

Guru Muda dari TTS yang Menyalakan Cahaya Pendidikan dari Desa

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:41

Luar Biasa! SMAN 1 Soe Juara 1 Antar SMA/SMK di Kupang

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:45

Dosen IAKN Kupang Jadi Interpreter di Konferensi Internasional, Jembatani Gagasan Akademisi Dunia

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:24

Dosen IAKN Kupang Dorong Penyuluh Agama Kristen Hadir di Ruang Digital

Berita Terbaru