SUMBA TIMUR, METROTIMORNEWS.ID — Upaya mewujudkan Tagline “Tanah Marapu Bersih Narkoba” terus digencarkan Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Sumba Timur.
Tidak hanya menyasar lingkungan masyarakat, sekolah dan lembaga pemasyarakatan, sosialisasi bahaya narkoba kini juga menyentuh rumah-rumah ibadah.
Kali ini, Kasat Resnarkoba Polres Sumba Timur, Iptu I Gede Putu Parwata, S.H., hadir sebagai pembicara dalam kegiatan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Gereja Kristen Sumba (GKS) Waingapu, Minggu (20/9/2026) pagi.
Sosialisasi tersebut disampaikan dalam sesi warta mimbar gereja dan diikuti ratusan jemaat. Kehadiran jajaran Sat Resnarkoba Polres Sumba Timur mendapat sambutan antusias dari pendeta, majelis jemaat dan seluruh jemaat yang mengikuti ibadah.

Dalam penyampaiannya, Iptu Parwata menegaskan bahwa narkoba merupakan musuh bersama yang tidak hanya mengancam kesehatan, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan generasi muda, merusak kehidupan keluarga serta mengganggu kehidupan sosial dan iman.
“Bapak, Ibu jemaat yang terkasih. Gereja adalah benteng pertama. Keluarga adalah benteng pertama. Jika narkoba sudah masuk ke dalam rumah dan gereja, maka habislah generasi kita. Narkoba tidak kenal usia, tidak kenal agama,” ujar Iptu Parwata.
Menurutnya, tugas kepolisian dalam memberantas narkoba tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk gereja dan keluarga.
“Tugas kami di Polres Sumba Timur tidak akan berhasil tanpa bantuan Bapak Ibu jemaat sekalian,” lanjutnya.
Pada kesempatan tersebut, Kasat Resnarkoba juga mengingatkan jemaat mengenai sejumlah modus peredaran narkoba yang menyasar generasi muda.
Ia menyebut, pelaku dapat menggunakan berbagai cara untuk menarik perhatian anak-anak dan remaja, termasuk melalui produk yang menyerupai permen, vape maupun obat-obatan tertentu yang beredar di pasaran.
Selain itu, orang tua diminta mengenali perubahan perilaku anak yang patut dicurigai, seperti perubahan sikap secara drastis, lebih sering mengurung diri serta menurunnya prestasi di sekolah.
Iptu Parwata meminta para orang tua tidak bersikap acuh terhadap pergaulan anak-anak mereka.
“Saya minta tolong kepada Bapak Ibu, awasi anak-anak kita. Lihat pergaulannya, lihat HP-nya. Kalau ada yang mencurigakan, jangan takut lapor kepada kami. Identitas pelapor kami jamin aman. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa ancaman pidana terhadap pelaku tindak pidana narkotika sangat berat. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba.
Kasat Resnarkoba turut menegaskan bahwa institusi Polri tidak memberikan toleransi terhadap anggota yang terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.
Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GKS Waingapu melalui salah satu majelis jemaat menyampaikan apresiasi atas kehadiran Polres Sumba Timur dalam memberikan edukasi kepada jemaat.
Menurutnya, sosialisasi P4GN tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kasat Narkoba. Ini yang kami butuhkan. Gereja harus ikut berperang melawan narkoba. Kami akan terus berdoa dan mendukung Polres Sumba Timur dalam program Tanah Marapu Bersih Narkoba,” ungkapnya.
Kegiatan sosialisasi kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama dan doa bersama untuk Kabupaten Sumba Timur agar terbebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Melalui kolaborasi antara kepolisian, gereja, keluarga dan masyarakat, gerakan “Tanah Marapu Bersih Narkoba” diharapkan semakin kuat dalam melindungi generasi muda Sumba Timur.








