SoE,Metrotimornews.id— Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah se-Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menggelar kegiatan pertemuan rutin di SMAN 1 Soe, Kabupaten TTS, pada Jumat, 25 September 2026.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Sekolah Urusan Humas SMAN 1 Soe.
Ketua MGMP Sejarah Kabupaten TTS, Tanel Nokas, usai acara pembukaan menjelaskan bahwa kegiatan MGMP dilaksanakan dua kali dalam setahun. Untuk pertemuan kali ini, pihaknya mengusung tema Desain Pembelajaran Sejarah yang Kontekstual dan Bermakna.
“Selain itu kami juga membahas tentang Tes Kemampuan Akademik (TKA), bagaimana kami bisa memberikan pemahaman berdasarkan sudut pandang kami terkait materi-materi TKA, sehingga kami duduk bersama untuk menyatukan persepsi agar bisa memberikan pemahaman yang sama kepada anak didik,” jelas Tanel.

Menurutnya, penyamaan persepsi ini penting agar proses pembelajaran sejarah lebih menarik dan mampu meningkatkan minat belajar siswa. Pihaknya juga akan melakukan evaluasi pada semester berikutnya terkait proses yang sudah berjalan pada semester sebelumnya.
Selain membahas pembelajaran dan TKA, MGMP Sejarah TTS juga memiliki program unggulan yakni penulisan sejarah lokal.
“Ada satu program menulis sejarah lokal yakni tradisi lisan dan cerita rakyat yang dibingkai dalam bentuk mitologi Atoin Meto dan akan dilakukan seminar tentang buku tersebut minimal tahun ini,” ungkapnya.
Ia menambahkan, program penulisan sejarah lokal tersebut sudah berjalan sejak tahun 2025 dan saat ini hampir final.
Terkait kehadiran peserta, Tanel mengakui bahwa dari 56 SMA yang ada di Kabupaten TTS yang diundang, jumlah yang hadir tidak mencapai target. Padahal, menurutnya, MGMP merupakan wadah yang sangat penting untuk belajar dan berbagi antar guru sejarah.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Urusan Humas SMAN 1 Soe, Aprianus Talan, dalam sambutannya saat membuka kegiatan berharap para guru dapat memanfaatkan momen MGMP ini untuk meningkatkan kompetensi.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada MGMP Sejarah yang telah memilih SMAN 1 Soe sebagai tempat pertemuan.
(Albert Baunsele)








