40 Ekor Bibit Sapi Bali Dikabarkan Mati Saat Tiba di Sentra Wulo Kolo

Selasa, 29 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, METROTIMORNEWS.ID – Sebanyak 230 ekor bibit sapi Bali tahap pertama tiba di blok penggembalaan Sentra Peternakan Sapi Wulo Kolo, Desa Lamatutu, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur, Senin (28/9/2026).

Kedatangan ratusan bibit sapi tersebut menandai dimulainya aktivitas pengembangan sentra peternakan yang menjadi salah satu program pengembangan peternakan di Kabupaten Flores Timur.

Namun, di tengah dimulainya aktivitas tersebut, muncul kabar bahwa sebanyak 40 ekor bibit sapi Bali dilaporkan mati saat tiba di lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Flores Timur, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), maupun pihak penyedia bibit sapi belum memberikan penjelasan resmi terkait kondisi tersebut, termasuk jumlah pasti sapi yang mati dan penyebab kematiannya.

Informasi yang diperoleh MetroTimorNews.ID dari sejumlah sumber menyebutkan, kematian puluhan sapi tersebut diduga berkaitan dengan faktor kelelahan selama perjalanan.

“Sapi yang dimuat dalam beberapa truk pengangkut langsung berangkat menuju Sentra Wulo Kolo ketika turun dari KMP Ferry di Pelabuhan Waibalun. Tanpa istirahat dan tidak terlihat pemberian minum kepada sapi-sapi dalam setiap truk ketika kendaraan angkut turun dari KMP Ferry,” tutur beberapa penumpang KMP Ferry Cakalang yang mengetahui kabar tersebut.

Menurut mereka, setelah seluruh armada pengangkut turun dari kapal, truk-truk tersebut langsung melanjutkan perjalanan menuju Wulo Kolo.

Sementara itu, sejumlah warga Desa Lamatutu menuturkan bahwa kematian sapi diketahui ketika proses penurunan bibit sapi di lokasi sentra peternakan.

“Yang mati itu mungkin saja disebabkan oleh faktor kelelahan, ditambah lagi dengan perjalanan dan kondisi ruas jalan yang buruk hingga sampai di Sentra Wulo Kolo. Setelah dihitung, jumlah yang mati ada 40 ekor,” ungkap sejumlah warga yang meminta identitas mereka tidak disebutkan.

Penyedia Disebut Bertanggung Jawab

Sebelumnya, persoalan tanggung jawab terhadap kematian bibit sapi telah disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Flores Timur, Yosep Aryo Soecipto Pehan Keraf, dalam forum pembahasan perubahan APBD Kabupaten Flores Timur Tahun Anggaran 2026 bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Jumat (25/9/2026).

Dalam forum tersebut, Soecipto menjelaskan bahwa berdasarkan kesepakatan yang telah dibangun antara pihak Dinas Perkebunan dan Peternakan dengan penyedia, yakni CV Chatalea Pratama, kasus kematian bibit sapi selama rentang waktu kontrak hingga masa pemeliharaan tetap menjadi tanggung jawab pihak penyedia.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena kabar kematian puluhan bibit sapi muncul hanya berselang beberapa hari setelah penjelasan tersebut disampaikan dalam forum pembahasan perubahan APBD.

Dengan adanya informasi 40 ekor sapi yang mati saat tiba di Sentra Wulo Kolo, publik kini menunggu penjelasan resmi dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Flores Timur, PPK, maupun CV Chatalea Pratama terkait jumlah kematian, kondisi sapi saat tiba, serta faktor yang menyebabkan kematian bibit sapi tersebut.

Penjelasan resmi juga dinilai penting untuk memastikan kondisi kesehatan dan kelayakan bibit sapi yang didatangkan, sekaligus memperjelas mekanisme pertanggungjawaban atas kematian sapi dalam tahap awal program pengembangan Sentra Peternakan Wulo Kolo.

Tim

Berita Terkait

Guru Muda dari TTS yang Menyalakan Cahaya Pendidikan dari Desa
Kejaksaan Diminta Segera Periksa Tim PHO dan BARAKAT, Usut Tuntas Pekerjaan HMT Big Push di Wulo Kolo
Luar Biasa! SMAN 1 Soe Juara 1 Antar SMA/SMK di Kupang
Dosen IAKN Kupang Jadi Interpreter di Konferensi Internasional, Jembatani Gagasan Akademisi Dunia
Dosen IAKN Kupang Dorong Penyuluh Agama Kristen Hadir di Ruang Digital
Kejaksaan Jangan Menonton, Usut Dugaan Carut-Marut Pakan HMT Big Push Wulo Kolo
262 Guru di TTS Ikuti Pemetaan Kompetensi, Korwas: Saatnya Belajar Sepanjang Waktu
YNS Beauty Resmi Hadir di Kota Kupang, Tawarkan Beragam Perawatan Rambut

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:39

Guru Muda dari TTS yang Menyalakan Cahaya Pendidikan dari Desa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:43

Kejaksaan Diminta Segera Periksa Tim PHO dan BARAKAT, Usut Tuntas Pekerjaan HMT Big Push di Wulo Kolo

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:41

Luar Biasa! SMAN 1 Soe Juara 1 Antar SMA/SMK di Kupang

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:45

Dosen IAKN Kupang Jadi Interpreter di Konferensi Internasional, Jembatani Gagasan Akademisi Dunia

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:24

Dosen IAKN Kupang Dorong Penyuluh Agama Kristen Hadir di Ruang Digital

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:11

262 Guru di TTS Ikuti Pemetaan Kompetensi, Korwas: Saatnya Belajar Sepanjang Waktu

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:58

YNS Beauty Resmi Hadir di Kota Kupang, Tawarkan Beragam Perawatan Rambut

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:51

Usia 29 Tahun, Talita Tlonaen Raih Gelar Doktor di Wisuda Ke-X IAKN Kupang

Berita Terbaru