KUPANG, METRO TIMORNEWS.ID – Sebanyak 349 lulusan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang resmi menyandang gelar akademik setelah dikukuhkan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-X Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung GMIT Center, Jalan Frans Seda, Kelapa Lima, Kota Kupang, Selasa (29/9/2026).
Prosesi wisuda yang dimulai sekitar pukul 08.00 WITA berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Para wisudawan dan wisudawati dari jenjang sarjana hingga pascasarjana mengikuti seluruh rangkaian prosesi bersama keluarga, sivitas akademika dan tamu undangan.
Sidang senat dipimpin langsung Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama NTT serta Dewan Penyantun IAKN Kupang.
Rangkaian acara diawali dengan iring-iringan pejabat dan pembukaan sidang senat. Suasana semakin khidmat saat seluruh hadirin menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, mengheningkan cipta dan Hymne IAKN Kupang.
Agenda utama ditandai dengan pembacaan Keputusan Rektor tentang kelulusan 349 wisudawan dan wisudawati, dilanjutkan dengan penyerahan ijazah serta prosesi akademik lainnya, termasuk orasi ilmiah.
Pada penghujung acara, para lulusan secara simbolis diserahkan kepada Ikatan Alumni IAKN Kupang. Mereka kemudian mengucapkan Ikrar Alumni sebagai bentuk komitmen untuk membawa ilmu pengetahuan, iman, nilai-nilai pendidikan dan semangat pengabdian ke tengah masyarakat.
Wisuda Ke-X IAKN Kupang tahun ini memiliki makna khusus karena berlangsung sehari setelah peringatan Dies Natalis ke-19 IAKN Kupang, yang digelar di tempat yang sama pada Senin (28/9/2026).
Dies Natalis ke-19 mengusung tema “Bertumbuh dalam Iman, Berkarya dalam Ilmu, Merawat Ciptaan, dan Berdampak bagi Masyarakat.”
Tema tersebut merefleksikan perjalanan IAKN Kupang sebagai perguruan tinggi keagamaan Kristen yang terus berkembang dalam membangun kualitas pendidikan, memperkuat kehidupan akademik serta mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat.
Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., mengatakan usia 19 tahun menjadi fase penting bagi institusi untuk semakin matang dan memperkuat kontribusinya.
“Ini hari yang sangat berbahagia buat IAKN Kupang yang hari ini genap berusia 19 tahun. Ini usia keberkatan, usia yang dipercayakan untuk IAKN Kupang semakin melangkah dalam kebersamaan, growing together, untuk maju, bertumbuh dan berdampak,” ujar I Made kepada wartawan.
Menurutnya, perkembangan IAKN Kupang tidak terlepas dari kontribusi para pendiri, sivitas akademika, mitra, pemerintah dan berbagai pihak yang selama ini memberikan dukungan.
Berbagai capaian institusi, termasuk penguatan akreditasi, prestasi dosen dan tenaga kependidikan serta pembenahan layanan akademik, menjadi bagian dari perjalanan IAKN Kupang dalam meningkatkan mutu pendidikan.
I Made menegaskan, kemajuan IAKN Kupang merupakan tanggung jawab bersama.
“Ini menjadi tanggung jawab bersama. IAKN Kupang akan terus bersinergi dengan seluruh masyarakat, stakeholders, pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk memberi yang terbaik bagi bangsa dan negara melalui pelayanan pendidikan tinggi, khususnya pendidikan tinggi keagamaan Kristen,” katanya.
Wisuda Ke-X bukan sekadar seremoni pengukuhan 349 lulusan. Momentum tersebut menjadi titik awal bagi para alumni untuk memasuki ruang pengabdian yang lebih luas dengan membawa bekal ilmu, iman dan pengalaman akademik yang diperoleh selama menempuh pendidikan di IAKN Kupang.
Para lulusan diharapkan mampu hadir sebagai pribadi yang berilmu, berintegritas dan memberikan kontribusi positif di tengah keluarga, gereja, masyarakat serta bangsa dan negara.
Bagi IAKN Kupang, perjalanan 19 tahun dan momentum wisuda ke-X menjadi bukti bahwa pendidikan tidak berhenti pada gelar akademik. Pendidikan harus melahirkan lulusan yang mampu mengubah pengetahuan menjadi karya dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dari ruang akademik menuju ruang pengabdian, 349 lulusan IAKN Kupang kini membawa satu pesan penting: bertumbuh dalam iman, berkarya dengan ilmu dan hadir untuk memberi dampak bagi masyarakat.
MARTIN MTID








