SoE, METROTIMORnews.id–
Sebanyak 262 guru di Kabupaten Timor Tengah Selatan mengikuti Tes Pemetaan Kompetensi Guru yang dipusatkan di SMA Negeri 1 Soe, Jumat, 2 Oktober 2026.
Koordinator Pengawas (Korwas) Dikmensus Kabupaten TTS, Jeremias Pelle, mengatakan pemetaan kali ini diikuti oleh tiga mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia sebanyak 86 peserta, Matematika 86 peserta, dan Bahasa Inggris 90 peserta.
Menurut Jeremias, pemetaan ini menguji empat kompetensi guru sebagai bingkai utama, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut sedianya dijadwalkan pada bulan Agustus lalu, namun sempat tertunda akibat bencana gempa bumi di Flores dan baru dapat terlaksana pada Oktober ini.
“Sejak pemetaan direncanakan, kami selalu menyampaikan ke pihak sekolah, baik dalam wadah MKKS maupun MGMP atau hari belajar guru di sekolah binaan, sehingga guru-guru mempersiapkan diri,” ujar Jeremias di sela kegiatan di SMAN 1 Soe.

Jeremias menegaskan, tujuan utama pemetaan bukan sekadar untuk mengetahui nilai, tetapi untuk memberikan ruang yang cukup bagi guru untuk berefleksi dan meningkatkan kualitas diri.
“Pemetaan ini memberikan ruang yang cukup kepada guru untuk berefleksi, meningkatkan kualitasnya dengan belajar lebih kuat lagi. Sehingga setelah mendapatkan kekuatan belajar dalam konteks pedagogis dan profesional untuk menguatkannya dalam kepribadian dan sosial, maka pembelajaran di kelas tentunya sudah berpusat pada murid dengan standar kualitas yang terukur,” jelasnya.
Ia berharap, setelah mengetahui hasil pemetaan, para guru kembali ke sekolah masing-masing dengan semangat refleksi yang lebih kuat.

“Intinya belajar sepanjang waktu untuk memastikan kapasitas ilmunya terukur, untuk memberdayakan kualitas pembelajarannya di sekolah, sehingga kualitas anak-anak dalam belajar juga terukur,” kata dia.
Lebih lanjut, Jeremias mendorong agar sekolah-sekolah di TTS membangun budaya refleksi dan belajar bersama melalui hari belajar guru.
“Kita berharap teman-teman ini di sekolah bisa bangun budaya refleksi dan belajar bersama di hari belajar guru, sehingga bisa mengkonkretkan pengalaman ini ke teman-teman yang lain sehingga semuanya terukur. Terukurnya adalah kualitas pembelajaran di sekolah untuk mengkonkretkan pengetahuan, sikap dan keterampilan anak-anak dalam kompetensi yang tepat dan sikap yang terukur,” pungkasnya. (Albert Baunsele)








