SMKN Lobalain Apresiasi Partisipasi dalam Bootcamp IoT 2026

Selasa, 13 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG, METROTIMORNEWS.ID – SMKN Lobalain menyampaikan terima kasih kepada seluruh penyelenggara atas kesempatan berpartisipasi dalam kegiatan Bootcamp dan Challenge Internet of Things (IoT) SMK NTT 2026 yang berlangsung selama sepekan, 12–17 Oktober 2026, di Hotel Sahid Timor, Kota Kupang.

Kepala SMKN Lobalain, Kristian Isak, S.Pd., menyambut baik kesempatan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi guru dan siswa, khususnya dalam pengembangan teknologi digital dan Internet of Things (IoT).

Kegiatan yang melibatkan kolaborasi Danantara, Enusa, Telkom, dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini mengusung tema “Selamat Datang, Para Inovator Muda Masa Depan Tahun 2026 IoT NTT Bootcamp dan Challenge.”

Sebanyak 25 SMK dengan kompetensi keahlian Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) mengikuti kegiatan tersebut. Total peserta mencapai 100 orang, terdiri atas satu guru pembimbing dan tiga siswa dari setiap sekolah.

SMKN Lobalain mengikuti kegiatan ini dengan didampingi oleh Yori Y. Leoh, S.Pd., Gr., selaku guru pendamping yang bertugas mendampingi siswa selama pelatihan sekaligus kompetisi. Kehadiran guru pendamping diharapkan membantu siswa memahami materi, mengembangkan keterampilan teknis, dan memaksimalkan kesempatan belajar yang tersedia.

Kegiatan hari pertama, Senin (12/10/2026), diawali dengan registrasi dan perkenalan peserta. Seluruh peserta diharapkan mengikuti rangkaian pelatihan dan kompetisi dengan maksimal untuk memperdalam pengetahuan, mengasah keterampilan teknis, serta menghasilkan inovasi yang bermanfaat.

Tiga Bidang Inovasi Menjadi Tantangan Siswa

Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh materi dan pengalaman pengembangan teknologi melalui tiga bidang utama.

Pertama, Smart Agriculture atau pertanian cerdas. Siswa didorong mengembangkan teknologi pertanian modern, seperti sistem penyiraman otomatis berbasis sensor kelembapan tanah, pemantauan kondisi tanaman, dan pengelolaan air yang lebih efisien.

Kedua, Smart Building atau bangunan pintar. Bidang ini menantang siswa menciptakan sistem pengelolaan gedung yang hemat energi, seperti lampu otomatis, pengaturan perangkat berdasarkan kondisi lingkungan, serta pemantauan penggunaan listrik.

Ketiga, Robotics Competition atau kompetisi robotika. Para siswa ditantang merancang, merakit, dan memprogram robot agar mampu menjalankan tugas tertentu. Kegiatan ini menggabungkan keterampilan elektronika, pemrograman, sensor, mekanik, dan sistem kendali.

Ketiga bidang tersebut memberikan kesempatan bagi siswa SMK untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menerapkan ilmu yang diperoleh dalam bentuk prototipe teknologi.

SMK Didorong Menjadi Pencipta Inovasi

Partisipasi SMKN Lobalain dalam Bootcamp dan Challenge IoT 2026 menjadi kesempatan penting untuk memperkuat pembelajaran berbasis proyek dan menyiapkan siswa menghadapi perkembangan industri digital.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga belajar bekerja sama, berpikir kritis, memecahkan masalah, serta mengubah ide menjadi karya inovatif.

Pihak sekolah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh penyelenggara serta pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Pengalaman yang diperoleh selama bootcamp diharapkan dapat dibawa pulang dan dikembangkan lebih lanjut bersama guru pendamping di lingkungan sekolah.

Dengan demikian, keikutsertaan SMKN Lobalain bukan sekadar mengikuti pelatihan dan kompetisi, melainkan bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda NTT yang terampil, kreatif, dan mampu menjawab tantangan teknologi masa depan.

SMKN Lobalain berkomitmen mendukung peningkatan kompetensi, kreativitas, dan inovasi siswa demi mewujudkan pendidikan kejuruan yang semakin berkualitas. SMK Bisa, SMK Hebat!

Berita Terkait

SMKN 1 Kabupaten Kupang Tegaskan: Bukan Sekadar Menang, Siswa Harus Pulang Bawa Ilmu dari Bootcamp IoT 2026
SMKN Pantai Baru Ikuti Bootcamp dan Challenge IoT 2026, Cetak Inovator Muda NTT
Sampah Kota Soe Terus Bertambah, DLH TTS Benahi Fasilitas Secara Bertahap
Antrean Pertalite Mengular di TTS, Yabes Nubatonis Soroti Distribusi dan Pengawasan
FKIPK IAKN Kupang Gelar Pelatihan Rumah Ibadah Inklusif di TTS, Tekankan Kasih, Kesetaraan, dan Tata Kelola Transparan
Mahasiswa Pendidikan Penyuluh Agama FKIPK IAKN Kupang Raih Juara 1 dan 2 Lomba Nasional Cipta Media Kreasi Pembelajaran 2026
Direktur CV KPR Bantah Tuduhan Tambang Ilegal di Pantai Oenikan, Sebut Batu Warna Dibeli dari Warga
Yabes Nubatonis Desak Pemda TTS Serius Awasi Distribusi BBM Bersubsidi, Warga Pelosok Jangan Jadi Korban

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:36

SMKN Lobalain Apresiasi Partisipasi dalam Bootcamp IoT 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:54

SMKN 1 Kabupaten Kupang Tegaskan: Bukan Sekadar Menang, Siswa Harus Pulang Bawa Ilmu dari Bootcamp IoT 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:47

SMKN Pantai Baru Ikuti Bootcamp dan Challenge IoT 2026, Cetak Inovator Muda NTT

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:43

Sampah Kota Soe Terus Bertambah, DLH TTS Benahi Fasilitas Secara Bertahap

Selasa, 13 Oktober 2026 - 00:00

Antrean Pertalite Mengular di TTS, Yabes Nubatonis Soroti Distribusi dan Pengawasan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:56

Mahasiswa Pendidikan Penyuluh Agama FKIPK IAKN Kupang Raih Juara 1 dan 2 Lomba Nasional Cipta Media Kreasi Pembelajaran 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:25

Direktur CV KPR Bantah Tuduhan Tambang Ilegal di Pantai Oenikan, Sebut Batu Warna Dibeli dari Warga

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:39

Yabes Nubatonis Desak Pemda TTS Serius Awasi Distribusi BBM Bersubsidi, Warga Pelosok Jangan Jadi Korban

Berita Terbaru