KUPANG, METROTIMORNEWS.ID – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ambrosius Kodo, menekankan tiga kriteria penting yang harus dimiliki siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yakni kemampuan akademik, keterampilan, dan jiwa kewirausahaan.
Penekanan tersebut sejalan dengan pelaksanaan Bootcamp dan Challenge Internet of Things (IoT) SMK NTT 2026 yang berlangsung pada 12–17 Oktober 2026 di Hotel Sahid Timor, Kota Kupang.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa SMK untuk mengembangkan kemampuan akademik, mengasah keterampilan teknologi, serta membangun kreativitas dan jiwa kewirausahaan dalam menghadapi perkembangan era digital.
Kemampuan akademik menjadi fondasi penting bagi siswa dalam memahami ilmu pengetahuan dan teknologi. Sementara itu, keterampilan praktis diperlukan agar siswa mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah untuk menghasilkan karya nyata.
Selain kedua aspek tersebut, jiwa kewirausahaan juga menjadi perhatian penting. Siswa SMK diharapkan tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan setelah lulus, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha melalui keterampilan dan inovasi yang dimiliki.
Bootcamp dan Challenge IoT NTT 2026 menghadirkan ruang pembelajaran bagi para siswa untuk mengenal dan mengembangkan teknologi Internet of Things (IoT), termasuk penerapannya dalam bidang Smart Agriculture (pertanian cerdas), Smart Building (bangunan pintar), dan robotika.
Melalui kegiatan ini, siswa didorong untuk mengembangkan ide kreatif, merancang solusi berbasis teknologi, serta melihat peluang ekonomi dari hasil inovasi yang mereka ciptakan.
Dalam kegiatan tersebut, sambutan Bupati turut menjadi bagian dari dukungan pemerintah terhadap pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas pendidikan vokasi. Sementara itu, keterlibatan pihak Telkom memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri dalam mendorong penguasaan teknologi digital di kalangan pelajar.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka wawasan siswa mengenai kebutuhan dunia kerja sekaligus mendorong lahirnya wirausaha muda yang mampu memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha produktif.
Dengan menguatkan kemampuan akademik, keterampilan, dan jiwa kewirausahaan, lulusan SMK diharapkan menjadi generasi yang kompeten, mandiri, inovatif, serta mampu berkontribusi bagi pembangunan Nusa Tenggara Timur.
METROTIMORNEWS.ID








