LARANTUKA, METROTIMORNEWS.ID – Kebakaran melanda bangunan Toko Tisari Utama di kawasan Pasar Inpres Larantuka, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 02.00 WITA. Dalam peristiwa tersebut, seorang pemuda bernama Albertus Luwa (21) mengalami luka bakar pada sebagian tubuhnya dan harus mendapatkan penanganan medis di RSUD Herman Fernandez Larantuka.
Kebakaran yang terjadi dini hari itu sempat mengundang kepanikan warga sekitar. Toko Tisari Utama diketahui merupakan tempat usaha yang menjual berbagai kebutuhan, mulai dari perabot rumah tangga, sepatu, sandal hingga kaos.
Berdasarkan keterangan saksi Benyamin Bua Raya Dei, dirinya sedang beristirahat di lantai dua ketika mendengar suara mencurigakan. Awalnya, ia mengira suara tersebut berasal dari aktivitas seseorang di sekitar lokasi.
Namun, setelah memeriksa keadaan, saksi mendapati kobaran api telah menjalar hingga mencapai bagian bubungan atap seng bangunan.
Menyadari situasi berbahaya tersebut, saksi segera turun dan berupaya membangunkan para tamu hotel yang berada di dalam kamar agar segera keluar untuk menyelamatkan diri.
Saksi kemudian berusaha membangunkan warga sekitar dengan melemparkan batu ke arah rumah-rumah dan memukul tiang. Upaya itu dilakukan agar warga mengetahui adanya kebakaran dan segera memberikan pertolongan.
TERIAKAN MINTA TOLONG DARI DALAM BANGUNAN
Situasi semakin mencekam ketika saksi mendengar teriakan minta tolong sebanyak dua kali dari dalam bangunan yang terbakar.
Mendengar teriakan tersebut, Benyamin bersama warga berupaya membongkar pintu bangunan untuk menyelamatkan orang yang masih terjebak di dalam.
Setelah pintu berhasil dibongkar, warga menemukan Albertus Luwa, 21 tahun, di dalam bangunan tersebut. Korban kemudian berhasil dievakuasi dan diketahui mengalami luka bakar pada sebagian tubuhnya.
Korban selanjutnya dibawa oleh rekannya ke RSUD Herman Fernandez Larantuka untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan diagnosis dokter, korban mengalami Combustio grade IIA–IIB dengan luas luka bakar atau Total Body Surface Area (TBSA) mencapai 37 persen, serta dugaan trauma inhalasi akibat paparan asap.
Setelah membantu proses evakuasi, Benyamin mendatangi kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk meminta bantuan petugas pemadam kebakaran agar segera menuju lokasi kejadian.
WARGA BERUPAYA MEMBANGUNKAN TETANGGA
Sementara itu, saksi Maria Darinda mengaku terbangun setelah mendengar suara yang menyerupai teriakan seseorang.
Ia kemudian membuka pintu rumah dan bergegas keluar. Saat berada di sekitar lokasi, Maria melihat kobaran api cukup besar dari salah satu bagian bangunan.
Maria juga melihat dua orang turun dari arah atas menggunakan sepeda motor. Mengetahui adanya kebakaran, ia berlari sambil berteriak memperingatkan warga sekitar agar segera bangun dan menyelamatkan diri.
Selain itu, Maria berupaya membangunkan anggota keluarga, anak-anak, serta para tetangga. Karena takut mendekati titik kebakaran, ia memilih membantu dengan memperingatkan warga agar menghindari bahaya.
API PADAM PUKUL 04.45 WITA
Setelah upaya pemadaman berlangsung, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.45 WITA oleh petugas pemadam kebakaran dengan bantuan masyarakat setempat.
Situasi di lokasi kejadian dilaporkan aman dan terkendali.
Akibat peristiwa tersebut, bangunan Toko Tisari Utama mengalami kebakaran. Sejumlah barang dagangan berupa perabot rumah tangga, sepatu, sandal, dan kaos juga berpotensi mengalami kerusakan.
Hingga berita ini ditulis, jumlah kerugian materiil masih dalam pendataan dan belum dapat dipastikan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan pasar yang memiliki bangunan usaha dan barang dagangan dalam jumlah besar.
Penyebab kebakaran belum dijelaskan dalam keterangan kronologi yang tersedia dan masih memerlukan informasi lebih lanjut dari pihak berwenang.








