KUPANG, METROTIMORNEWS.ID– Tiga siswa SMKN 2 Takari, Kabupaten Kupang, siap menjadi inovator digital melalui ajang Bootcamp dan Challenge Internet of Things (IoT) SMK NTT 2026 di Hotel Sahid Timor, Kota Kupang, 12–17 Oktober 2026.
Ketiga siswa Teknik Elektro tersebut, Golmi Banoet, Fari Bani, dan Prethi Koeanan, didampingi guru Buce S. Toenlioe, S.Pd. Mereka mengusung gagasan sistem manajemen sampah untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik di Kabupaten Kupang.
Berdasarkan data yang dipaparkan, sampah yang telah terkelola mencapai 52,32 persen, sedangkan 47,68 persen lainnya belum terkelola. Kondisi ini menjadi salah satu alasan pentingnya inovasi teknologi dalam membantu mengatasi persoalan lingkungan.
“Tujuan kami bukan semata-mata mengejar kemenangan, tetapi belajar sebanyak-banyaknya agar ilmu yang diperoleh bisa diterapkan setelah kembali ke sekolah,” demikian semangat yang disampaikan guru pendamping di sela-sela kegiatan, Kamis (15/10/2026).
Kepala SMKN 2 Takari, Hedip Supriyanto, S.Pd., menyampaikan terima kasih kepada Danantara, Enusa, Telkom, dan Pemerintah Provinsi NTT atas kesempatan yang diberikan kepada sekolahnya untuk berpartisipasi.
Ia berharap para siswa mampu mengembangkan pengetahuan yang diperoleh menjadi proyek nyata serta membagikannya kepada rekan-rekan di sekolah.

Kegiatan ini diikuti 25 SMK dengan total 100 peserta yang berkompetisi dan belajar dalam bidang Smart Agriculture, Smart Building, dan Robotics Competition.
Bagi SMKN 2 Takari, keberhasilan bukan hanya soal juara, tetapi juga kemampuan siswa menciptakan inovasi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat. (*Tim)








