LARANTUKA, METROTIMORNEWS.ID – Seminar perdana PilotX di Aula Rusun Unio Keuskupan Larantuka, Selasa (13/10/2026), menarik perhatian masyarakat Flores Timur. Puluhan peserta dari berbagai kalangan hadir untuk mengikuti pemaparan mengenai platform investasi berbasis aset digital yang diklaim memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Ketua panitia sekaligus narasumber, Charles, menjelaskan cara kerja platform tersebut, termasuk fitur AI Copy Trading, strategi kuantitatif, dan analisis data pasar. Dalam pemaparannya, PilotX disebut menawarkan imbal hasil harian hingga 1,7 persen. Namun, klaim keuntungan tersebut perlu diverifikasi secara independen karena imbal hasil investasi tidak dapat dijamin tanpa risiko.
Sejumlah peserta yang telah bergabung turut membagikan pengalaman mereka. Salah satunya, Eman Kumanireng, mengaku awalnya ragu, tetapi kemudian merasa memperoleh manfaat ekonomi dan menyebut pernah mendapatkan hadiah undian berupa sepeda motor Honda Scoopy.
Sementara itu, Ama Boro Nele, yang datang dari Jakarta, mengungkapkan pengalamannya menggunakan program tersebut untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk biaya pendidikan anak.
Seminar juga dimeriahkan dengan pembagian hadiah berupa penanak nasi, kompor gas, dan sejumlah peralatan dapur lainnya.
Masyarakat Diminta Cermat Memilih Investasi
Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi digital, calon peserta perlu memastikan legalitas perusahaan dan platform, kejelasan pengelola dana, serta izin kegiatan usahanya kepada otoritas terkait, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) apabila kegiatan tersebut termasuk dalam kewenangannya.
Tawaran imbal hasil harian hingga 1,7 persen patut dicermati secara serius. Jika dihitung secara sederhana, angka tersebut setara dengan 17 persen dari modal dalam 10 hari apabila dihitung secara tetap, tanpa memperhitungkan biaya dan perubahan nilai investasi. Imbal hasil tinggi bukan jaminan keuntungan dan dapat disertai risiko kehilangan dana.
Penyelenggara menyatakan bahwa keikutsertaan bersifat sukarela dan keputusan bergabung menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Seminar perdana ini menjadi momentum bagi masyarakat Flores Timur untuk mengenal investasi digital. Namun, sebelum menanamkan dana, masyarakat perlu mengutamakan verifikasi legalitas, transparansi, dan pemahaman terhadap risiko agar tidak terjebak dalam tawaran keuntungan yang belum terbukti.
(*RS)








