Siswa SMK Negeri 2 Soe Ciptakan Alarm Pendeteksi Gerakan di IoT NTT Bootcamp 2026

Jumat, 16 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG, METROTIMORNEWS.ID – Kreativitas dan inovasi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kembali ditunjukkan dalam ajang IoT NTT Bootcamp dan Challenge 2026 yang berlangsung di Hotel Sahid Timor, Kupang, pada 12–17 Oktober 2026.

Dalam kegiatan tersebut, tim siswa SMK Negeri 2 Soe menghadirkan proyek teknologi bertajuk Alarm Pendeteksi Gerakan sebuah inovasi yang memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk mendeteksi adanya pergerakan di sekitar area yang dipantau.

Proyek ini menjadi salah satu bentuk penerapan pengetahuan dan keterampilan siswa SMK dalam bidang teknologi, khususnya dalam merancang sistem elektronik yang dapat dikembangkan untuk mendukung keamanan lingkungan.

Keterangan Foto: Siswa SMK Negeri 2 Soe mempersiap mempresentasikan inovasi Alarm Pendeteksi Gerakan dalam kegiatan IoT NTT Bootcamp dan Challenge 2026 di Hotel Sahid Timor, Kupang, Jumat, 16 Oktober 2026 sebagai bentuk kreativitas dan penerapan teknologi Internet of Things (IoT) di bidang keamanan.

Kepala sekolah, Nifron Karelistar A. Fallo, S.Kom, menyampaikan bahwa keikutsertaan siswa dalam kegiatan IoT NTT Bootcamp dan Challenge 2026 merupakan kesempatan berharga untuk mengembangkan kompetensi, kreativitas, serta kemampuan berinovasi sesuai perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, kegiatan seperti ini mendorong siswa tidak hanya memahami teori yang diperoleh di sekolah, tetapi juga mampu menerapkannya dalam bentuk proyek nyata yang memiliki manfaat bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, berkolaborasi, dan menghasilkan inovasi sesuai dengan bidang keahlian yang mereka pelajari,” demikian pesan yang ingin ditekankan melalui partisipasi sekolah dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, guru pendamping, Defrid O. Benu, S.Kom, berperan mendampingi siswa selama mengikuti rangkaian kegiatan dan mengembangkan proyek yang mereka kerjakan.

Ia menilai, kegiatan bootcamp menjadi ruang belajar yang penting bagi siswa untuk memperdalam pemahaman tentang teknologi IoT, mulai dari mengenal komponen, menyusun rangkaian, hingga memahami cara kerja sistem pendeteksi gerakan.

Melalui proses tersebut, siswa diharapkan semakin terampil dalam memecahkan persoalan teknis, bekerja sama dalam tim, serta mengembangkan ide menjadi sebuah produk teknologi.

Salah satu siswa peserta, Ari Nyoman Putra, bersama rekan-rekannya, Vian Taek dan Marfin Liunesi, terlibat dalam pengembangan proyek Alarm Pendeteksi Gerakan.

Bagi para siswa, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk menguji kemampuan yang telah dipelajari sekaligus mengenal lebih jauh penerapan teknologi IoT dalam kehidupan sehari-hari.

Alarm pendeteksi gerakan berpotensi dikembangkan sebagai sistem peringatan dini untuk membantu pemantauan ruangan atau area tertentu. Namun, efektivitas penggunaannya bergantung pada rancangan, sensor, serta sistem peringatan yang diterapkan.

Keterlibatan para siswa dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

IoT NTT Bootcamp dan Challenge 2026 berlangsung pada 12–17 Oktober 2026 di Hotel Sahid Timor, Kupang, dengan melibatkan peserta dari berbagai SMK di Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi siswa dan guru untuk bertukar pengetahuan, memperluas pengalaman, serta membangun budaya inovasi di lingkungan pendidikan vokasi.

Dengan semangat belajar dan berinovasi, siswa SMK Negeri 2 Soe, di NTT diharapkan mampu melahirkan karya teknologi yang tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga dapat dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat di era digital. (*Tim)

Berita Terkait

Operasi Sarang Narkoba 2026, Satresnarkoba Sumba Timur Awasi Ketat J&T Waingapu
Cegah Narkoba Masuk Sumba, Satresnarkoba Razia Truk Ekspedisi di Pelabuhan Waingapu
Peserta Membludak di Seminar PilotX Flores Timur, Investasi Digital Jadi Sorotan
Tiga Siswa SMKN 2 Takari Usung Inovasi Manajemen Sampah di IoT NTT 2026
Seminar Perdana Pilot X di Flores Timur, Puluhan Peserta Tertarik Investasi Aset Digital
Kebakaran Toko Tisari Utama Larantuka, Seorang Pemuda Alami Luka Bakar 37 Persen
Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK
Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Satresnarkoba Polres Sumba Timur Periksa Apotek Kambaniru

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:13

Operasi Sarang Narkoba 2026, Satresnarkoba Sumba Timur Awasi Ketat J&T Waingapu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:34

Siswa SMK Negeri 2 Soe Ciptakan Alarm Pendeteksi Gerakan di IoT NTT Bootcamp 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:45

Cegah Narkoba Masuk Sumba, Satresnarkoba Razia Truk Ekspedisi di Pelabuhan Waingapu

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:36

Peserta Membludak di Seminar PilotX Flores Timur, Investasi Digital Jadi Sorotan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:24

Tiga Siswa SMKN 2 Takari Usung Inovasi Manajemen Sampah di IoT NTT 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:20

Kebakaran Toko Tisari Utama Larantuka, Seorang Pemuda Alami Luka Bakar 37 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:35

Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:12

Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Satresnarkoba Polres Sumba Timur Periksa Apotek Kambaniru

Berita Terbaru