Larantuka, Metrotimornews. Id– Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ke-54, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar Gerakan Pangan Murah di Taman Kota Felix Fernandez, Larantuka, Sabtu (18/10/2025) pagi.
Kegiatan ini bertujuan untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Flores Timur. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Flores Timur, Sebast Sina Kleden, melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Maria S. Fernandez, menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan daerah.
“Selain memperingati Hari Pangan Sedunia, kegiatan ini kami laksanakan untuk menstabilkan ketersediaan dan harga pangan di tengah masyarakat,” ungkap Maria S. Fernandez kepada media.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggandeng Bulog Larantuka untuk menyediakan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dengan harga terjangkau, yakni Rp 12.400 per kilogram atau Rp 62.000 per 5 kilogram. Selain itu, sejumlah distributor lokal seperti swalayan HK, Metro, dan Sang Timur turut berpartisipasi menyediakan kebutuhan pokok lainnya.
Tak hanya itu, pelaku UMKM dan Kelompok Tani binaan Dinas Pertanian juga mengambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka menyuplai berbagai pangan olahan lokal, buah-buahan segar, serta sayur-mayur yang diproduksi langsung dari lahan pertanian masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Sebast Sina Kleden, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas antusiasme warga.
“Sejak pagi, bahkan sebelum acara dibuka, masyarakat sudah memadati lokasi. Ini menandakan tingginya kebutuhan sekaligus respon positif dari masyarakat terhadap Gerakan Pangan Murah ini,” ujarnya.
Pantauan langsung di lokasi menunjukkan suasana yang ramai dan tertib. Warga dari berbagai kalangan tampak mengantri dan membeli aneka bahan pangan yang dijual. Gerakan Pangan Murah ini diharapkan menjadi solusi jangka pendek untuk menjaga kestabilan harga serta menjadi pengingat pentingnya ketahanan pangan yang berkelanjutan.
(*RS)








