ROTE NDAO, Metrotimornews.id— Sejumlah siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Rote Ndao dipercaya mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam ajang pencak silat Perisai Diri tingkat nasional.
Kontingen ini menjadi satu-satunya perwakilan dari NTT dalam cabang pencak silat Perisai Diri. Keberangkatan tim disebut terjadi di tengah keterbatasan dukungan dana, sehingga sebagian besar pembiayaan ditopang oleh orang tua atlet, dengan tambahan bantuan dari berbagai pihak.
Adapun para atlet yang tergabung dalam kontingen ini berasal dari berbagai sekolah di Rote Ndao, yakni:
- Bintang Nullek dari SMKN 1 Lobalain
- Petrich Beremau dari SMAN 1 Rote Barat Laut
- Mychel Ledoh dari SMAN 1 Rote Barat Laut
- Sifra Sui dari SMAN 1 Lobalain
- Gerica Pellokila dari SMAK Siloam Baa
- Darren Sumba dari SMP Lentera Harapan Rote
- Nadia Bessie dari SMP Negeri 2 Lobalain
- Nadia Ferroh dari SD Inpres Mokdale
- Putri Menno dari SD Inpres Ndudale
- Vanisa Bessie dari SD GMIT Oesamboka
Kontingen Perisai Diri Kabupaten Rote Ndao dipimpin oleh pelatih Simson Nullek yang juga menjabat sebagai Kepala SMKN Pantai Baru. Tim ini membawa 10 atlet yang akan bertanding di 15 kelas berbeda.
Simson menyampaikan, persiapan telah dilakukan secara intensif selama dua bulan sebelum keberangkatan, mencakup aspek teknik, fisik, dan mental atlet.
“Persiapan sudah dilakukan dengan maksimal. Kami berharap para atlet dapat memberikan yang terbaik dan membawa nama baik daerah,” ujar Simson kepada media ini, Kamis (2/4/2026).
Ia juga menargetkan kontingennya dapat menembus 10 besar dari total 184 kontingen yang bertanding. Selain itu, tim menargetkan perolehan lima medali emas.
“Kami menargetkan masuk nominasi 10 kontingen terbaik. Target lainnya lima medali emas, syukur kalau bisa melebihi,” katanya.
Meski menghadapi keterbatasan, semangat para atlet tetap tinggi. Dukungan keluarga dan masyarakat menjadi motivasi utama bagi mereka untuk tampil maksimal dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.








