Larantuka, METROTIMORNEWS.ID — Indahnya toleransi antarumat beragama kembali terlihat dalam perayaan Semana Santa di Larantuka, Kabupaten Flores Timur. Umat Muslim setempat menunjukkan kepedulian melalui kegiatan bakti sosial (baksos) di sepanjang jalur prosesi umat Katolik, sebagai wujud nyata kerukunan dan persaudaraan lintas iman.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Flores Timur, Servulus Satel Demoor, menyampaikan bahwa toleransi yang ditunjukkan umat Muslim dalam momentum Paskah bukan hanya simbolis, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan.
“Ini adalah bentuk rasa hormat dan persaudaraan tanpa mencampuradukkan akidah. Kami hadir untuk memastikan lingkungan tetap bersih dan prosesi berjalan dengan khusyuk,” ujarnya kepada awak media di sepanjang jalur prosesi Jumat Agung.
Sebagai bentuk konkret, DLH di bawah pimpinan Demoor bersama Kepala Bidang Sampah dan Limbah B3, Gunawan, serta staf yang mayoritas beragama Islam, melakukan pembersihan jalur yang akan dilalui para peziarah dalam prosesi Semana Santa.
Selain kegiatan bersih-bersih, bentuk toleransi lainnya juga terlihat dari keterlibatan umat Muslim dalam menjaga keamanan dan ketertiban di sejumlah titik jalur prosesi. Mereka turut memastikan perayaan misa Paskah berlangsung aman dan penuh kekhusyukan.
Tidak hanya itu, kolaborasi lintas iman juga tampak dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk aksi bersih lingkungan di sekitar gereja dan permukiman umat Katolik. Kegiatan ini menjadi simbol kuat solidaritas dan kepedulian sosial di tengah keberagaman.
Menurut Demoor, nilai toleransi tersebut berakar dari kesadaran bersama untuk hidup rukun dalam perbedaan serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. “Menjaga kebersihan sudah menjadi tanggung jawab kami. Selama sepekan perayaan Paskah ini, kami bekerja ekstra untuk mengangkut sampah di sepanjang jalur prosesi yang akan dilalui umat Katolik,” jelasnya.
Di Flores Timur, perayaan Semana Santa memang dikenal sebagai devosi iman umat Katolik yang memiliki nilai religius tinggi. Namun, keterlibatan umat Muslim dalam kegiatan sosial selama perayaan ini menunjukkan kuatnya semangat persaudaraan sebagai satu bangsa.
Pantauan di lapangan, Demoor bersama jajaran DLH tampak siaga di berbagai titik jalur prosesi. Staf yang bertugas terus menjaga kebersihan lingkungan demi mendukung kelancaran dan kekhidmatan rangkaian perayaan tersebut.
Kehadiran umat Muslim dalam baksos ini menjadi bukti bahwa toleransi bukan sekadar wacana, melainkan praktik nyata yang hidup dan tumbuh di tengah masyarakat Flores Timur.








