ROTE BARAT, METRO TIMORNEWS.ID – Gelombang semangat pengabdian resmi berlabuh di tanah Rote Barat. Sebanyak 33 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang resmi diterima dan diterjunkan ke desa-desa di wilayah Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, pada Senin (06/07/2026).
Kehadiran para agen perubahan muda ini disambut dengan sukacita dan tangan terbuka oleh pemerintah desa setempat, menandai dimulainya kolaborasi sinergis antara akademisi dan masyarakat pedesaan.
Langkah awal pengabdian ini dikawal langsung oleh Dosen Pendamping Lapangan (DPL) IAKN Kupang, Merling T.L.L.C. Messakh, M.Pd. Kehadiran mereka di Rote Barat bukan sekadar formalitas akademik, melainkan sebuah misi besar untuk menghadirkan kontribusi nyata: memetakan potensi lokal, memberdayakan masyarakat, dan menebar pelayanan yang berdampak langsung bagi warga.
Dalam serah terima di masing-masing lokasi, para Kepala Desa menyampaikan apresiasi yang mendalam. Pemerintah desa menaruh harapan besar agar para mahasiswa mampu melebur dengan kearifan lokal, membangun jembatan komunikasi yang apik, serta menjadi motor penggerak dalam berbagai kegiatan positif di desa.
“Kami menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa. Semoga waktu yang singkat ini bisa menjadi ruang kolaborasi yang manis untuk kemajuan desa kami,” ujar salah satu kepala desa.
Untuk memaksimalkan program kerja, ke-33 mahasiswa ini disebar secara proporsional ke dalam empat desa strategis di Rote Barat, dengan rincian formasi sebagai berikut:
1. Desa Oenitas (9 Mahasiswa)
Menjadi basis terbesar, desa ini siap berkolaborasi bersama talenta muda: Marta Apri Natalia Henuk, Yentro Kuryatu Djo, Mariana Bulan, Okri Seprandi Nope, Midian Yudid Fafo, Prima Aprilia Rae, Agnes Merici Viktoria Beri Luky, Yanuarita Serang, dan Cintia Tung.
2. Desa Oenggaut (8 Mahasiswa)
Di desa pesisir ini, tim KKN diisi oleh: Dinda Novantri Mella, Meti Indriwati Lakapu, Wandi Pratino Ndun, Kenny Zakaria, Maryati Hidayat Leo, Kristin Verina Opa Vira Banunaek, Batseba Adila Tafuli, dan Mony Neno Zeky Linome.
3. Desa Sedeoen (8 Mahasiswa)
Siap menggoreskan cerita pengabdian, mereka adalah: Lidya Kartika Ninef, Deddy S. Sanam, Haryandi Alexander Bunga, Carella Editha Imbir, Chety Wicuana Taneo, Wadi Fanto Merikson Adu, Novi Sufmanekat Telnoni, dan Melinda Laga.
4. Desa Nemberala (8 Mahasiswa)
Di desa yang terkenal dengan pesona ombak kelas dunianya ini, mahasiswa yang bertugas adalah: Mince Metta, Bonita Lona, Endang Starin Mbatu, Apris Yohanis Bait, Laura Satya Putri Paidjo, Alan Alberto Nenosaban, Qihzen Y. R. Djami, dan Satiani Lahagu.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) bukan sekadar syarat kelulusan, melainkan laboratorium sosial terbesar bagi mahasiswa untuk menguji teori bangku kuliah dengan realita di tengah masyarakat.
Melalui program KKN ini, mahasiswa IAKN Kupang ditantang untuk tidak hanya menjadi penonton, melainkan mitra strategis warga yang membawa ide-ide segar, kreativitas tanpa batas, dan ketulusan dalam pelayanan. Di sisi lain, medan pengabdian ini akan menjadi kawah candradimuka bagi mahasiswa untuk mengasah kepekaan sosial, jiwa kepemimpinan, dan empati.
Langkah nyata di Rote Barat ini menegaskan komitmen kokoh IAKN Kupang dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Bukan lagi tentang menara gading yang menjulang tinggi, melainkan tentang ilmu yang membumi, mengakar, dan berbuah manis bagi kesejahteraan masyarakat.
Sumber: Humas IAKN Kupang, Merling T.L.L.C. Messakh, M.Pd.








