DPRD Soroti Program 700 Sapi Rp7,7 Miliar, BUMD dan Pakan Belum Siap

Sabtu, 11 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

FLORES TIMUR, METROTIMORNEWS.ID – Program Sentra Peternakan Sapi atau Big Push Pemerintah Kabupaten Flores Timur di Wolo Kolo, Desa Lamatutu, Kecamatan Tanjung Bunga, kembali menjadi sorotan DPRD. Meski proyek senilai sekitar Rp7,7 miliar itu telah berjalan, sejumlah persiapan dinilai belum tuntas, terutama pembentukan BUMD sebagai pengelola serta ketersediaan pakan ternak.

Persoalan tersebut mengemuka dalam rapat gabungan komisi DPRD Flores Timur beberapa waktu lalu. Sejumlah anggota dewan menegaskan agar Pemerintah Daerah tidak memaksakan pelaksanaan program sebelum seluruh perangkat pendukung benar-benar siap.

Program strategis yang digagas Pemerintah Kabupaten Flores Timur di bawah kepemimpinan Bupati Antonius Doni Dihen dan Wakil Bupati Ignasius Boli Uran itu diketahui telah dimulai sejak Oktober 2025. Namun hingga pertengahan 2026, DPRD menilai masih terdapat sejumlah pekerjaan mendasar yang belum diselesaikan.

“Yang harus dipastikan terlebih dahulu adalah BUMD sebagai pengelola dan ketersediaan pakan ternak. Kalau dua hal ini belum siap, kami sulit memberikan rekomendasi untuk melanjutkan program,” tegas anggota DPRD, Yakibus Mikhael Krizik Basa Lewar, S.Kep., dalam rapat gabungan komisi.

Menurut DPRD, pekerjaan yang sedang berlangsung meliputi pembukaan Jalan Usaha Tani (JUT), pengolahan lahan, pengadaan bibit hijauan makanan ternak (HMT), penanaman tanaman pagar, penanaman HMT, Hari Orang Kerja (HOK), hingga pembangunan jaringan air pada kawasan Sentra Peternakan Sapi di Wolo Kolo.

Lokasi yang saat ini dikerjakan baru mencakup sekitar 30 hektare dari total 200 hektare lahan yang disewa Pemerintah Daerah untuk pengembangan kawasan peternakan.

Meski demikian, hasil kunjungan lapangan Komisi DPRD menunjukkan kondisi yang belum sesuai harapan. Legislator menemukan bahwa penyediaan pakan ternak belum memadai, sementara BUMD yang akan mengelola program tersebut juga belum terbentuk.

“Kami sudah turun langsung ke lokasi. Yang kami lihat, pakan ternak belum siap dan BUMD juga belum ada. Ini harus diselesaikan terlebih dahulu agar ke depan tidak menimbulkan persoalan,” ujar Yakibus.

Ia juga mengingatkan pemerintah agar tidak terburu-buru menjalankan program tanpa dasar administrasi dan kelembagaan yang kuat.

“Kalau nanti muncul persoalan hukum karena persiapannya belum matang, apakah DPRD juga ikut bertanggung jawab? Karena itu kami meminta pemerintah menyiapkan semuanya dengan baik agar tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari,” tegasnya.

Senada dengan itu, anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, Theodorus Wungubelen, SH, juga meminta Pemerintah Kabupaten Flores Timur segera menyelesaikan pembentukan BUMD serta memastikan ketersediaan pakan sebelum program dilanjutkan.

“Kami sudah melakukan kunjungan ke lokasi. Temuan di lapangan cukup serius. Pemerintah Daerah harus segera menyiapkan BUMD dan memastikan pakan ternak tersedia dengan baik sebelum program ini diteruskan oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah warga juga mempertanyakan kesiapan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dalam menjalankan program tersebut. Mereka berharap proyek yang digadang-gadang menjadi salah satu program unggulan daerah itu benar-benar direncanakan secara matang agar anggaran miliaran rupiah yang telah dialokasikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Apabila berita ini akan dipublikasikan, sebaiknya dilengkapi dengan konfirmasi atau tanggapan dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Flores Timur maupun Pemerintah Kabupaten Flores Timur agar pemberitaan memenuhi prinsip keberimbangan (cover both sides).

(*RS)

Berita Terkait

Cegah Narkoba Masuk Sumba, Satresnarkoba Razia Truk Ekspedisi di Pelabuhan Waingapu
Peserta Membludak di Seminar PilotX Flores Timur, Investasi Digital Jadi Sorotan
Tiga Siswa SMKN 2 Takari Usung Inovasi Manajemen Sampah di IoT NTT 2026
Seminar Perdana Pilot X di Flores Timur, Puluhan Peserta Tertarik Investasi Aset Digital
Kebakaran Toko Tisari Utama Larantuka, Seorang Pemuda Alami Luka Bakar 37 Persen
Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK
Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Satresnarkoba Polres Sumba Timur Periksa Apotek Kambaniru
SMKN Lobalain Apresiasi Partisipasi dalam Bootcamp IoT 2026

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:45

Cegah Narkoba Masuk Sumba, Satresnarkoba Razia Truk Ekspedisi di Pelabuhan Waingapu

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:36

Peserta Membludak di Seminar PilotX Flores Timur, Investasi Digital Jadi Sorotan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:24

Tiga Siswa SMKN 2 Takari Usung Inovasi Manajemen Sampah di IoT NTT 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:34

Seminar Perdana Pilot X di Flores Timur, Puluhan Peserta Tertarik Investasi Aset Digital

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:20

Kebakaran Toko Tisari Utama Larantuka, Seorang Pemuda Alami Luka Bakar 37 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:12

Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Satresnarkoba Polres Sumba Timur Periksa Apotek Kambaniru

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:36

SMKN Lobalain Apresiasi Partisipasi dalam Bootcamp IoT 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:54

SMKN 1 Kabupaten Kupang Tegaskan: Bukan Sekadar Menang, Siswa Harus Pulang Bawa Ilmu dari Bootcamp IoT 2026

Berita Terbaru