Larantuka, Metrotimornews.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, terancam gagal menjadi tuan rumah perhelatan akbar Eltari Memorial Cup ke-XXXV yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.
Hal tersebut disampaikan Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, usai melantik 28 Pejabat Tinggi Pratama di Aula Setda, Kamis (9/4/2026).
Menurut Bupati Doni, kendala utama yang dihadapi adalah ketiadaan anggaran yang memadai untuk mendukung pelaksanaan turnamen bergengsi tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur tersebut.
“Anggaran kami memang tidak ada, sehingga kami masih berusaha berkoordinasi dengan PSSI bagaimana caranya, apakah ada pihak ketiga yang mampu meng-handle perhelatan akbar Eltari Memorial Cup ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jika hanya untuk kegiatan pekan olahraga biasa, pemerintah daerah masih mampu mengalokasikan anggaran sekitar Rp500 juta. Namun, untuk menjadi tuan rumah ETMC, dibutuhkan anggaran yang jauh lebih besar.
“Kalau kami jadi tuan rumah, paling kurang harus ada anggaran sekitar Rp2 miliar. Nah ini yang harus kami cari di luar APBD,” jelasnya di hadapan awak media.
Bupati Doni menegaskan bahwa peluang Flores Timur menjadi tuan rumah masih terbuka, tergantung pada adanya dukungan dari pihak ketiga yang bersedia membantu pembiayaan kegiatan tersebut.
“Kita lihat saja, kalau ada pihak ketiga yang siap, maka ada kemungkinan Kabupaten Flores Timur siap jadi tuan rumah. Kami jujur dengan keterbatasan anggaran yang benar-benar tidak ada,” tutupnya.
(*RS)








