Semana Santa Larantuka Bukan Ajang Konten: Umat (Para Peziarah) Diminta untuk Menjaga Kekhusyukan

Selasa, 31 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Larantuka, Metrotimornews.id – Ketua Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Larantuka, RD. Ansel Liwun, menegaskan bahwa pelaksanaan Semana Santa 2026 harus dijalani sebagai momentum ziarah dan devosi, bukan sebagai ajang pembuatan konten.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul hasil evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya yang menunjukkan adanya pergeseran sikap sebagian umat dalam mengikuti rangkaian perayaan Pekan Suci.

Penegasan ini disampaikan dalam pertemuan bersama para awak media di halaman Gereja Katedral Larantuka, Selasa (31/3/2026), sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Semana Santa tahun 2026.

Menurut RD. Ansel, salah satu hal yang menjadi perhatian serius adalah maraknya penggunaan telepon genggam untuk mengambil foto dan video selama prosesi berlangsung. Bahkan, dalam beberapa momen sakral, cahaya flash dari ponsel terlihat lebih dominan dibandingkan nyala lilin yang seharusnya menjadi simbol utama dalam perayaan tersebut.

Situasi ini dinilai mengganggu kekhidmatan serta mengurangi makna spiritual dari tradisi Semana Santa. “Kita datang ke Larantuka untuk berziarah dan berdevosi, bukan untuk membuat konten. Jangan sampai kehadiran kita justru mengganggu umat lain yang sedang berdoa,” tegasnya.

Panitia Perayaan Pekan Suci Paroki Katedral Reinha Rosari Larantuka telah menyiapkan sistem peliputan resmi. Seluruh dokumentasi kegiatan akan dilakukan oleh tim media yang telah ditunjuk dan disiarkan melalui layanan live streaming. Dengan demikian, umat tidak perlu melakukan dokumentasi secara berlebihan selama mengikuti prosesi.

Untuk menjaga ketertiban dan kekhusyukan, panitia menetapkan sejumlah ketentuan yang wajib dipatuhi oleh seluruh peziarah. Setiap umat diwajibkan melakukan pendaftaran, baik secara daring maupun langsung di sekretariat panitia, terutama bagi peziarah dari luar paroki maupun luar Keuskupan Larantuka.

Selain itu, setiap peziarah wajib mengenakan tanda pengenal resmi selama mengikuti kegiatan. Penggunaan atribut lain yang berpotensi mengganggu suasana ibadah tidak diperkenankan. Secara khusus pada prosesi Jumat Agung, seluruh peziarah tanpa terkecuali diwajibkan mengenakan tanda pengenal tersebut.

Aturan khusus juga diberlakukan bagi insan media. Jurnalis yang akan melakukan peliputan wajib mendaftarkan diri melalui jalur resmi dan mengenakan identitas selama bertugas. Jadwal peliputan telah diatur secara rinci, termasuk waktu-waktu tertentu untuk pengambilan gambar di lokasi devosi seperti Kapela Tuan Ma dan Tuan Ana.

Namun demikian, terdapat sejumlah pembatasan yang harus dipatuhi. Media tidak diperkenankan mengambil gambar di dalam gereja saat perayaan Ekaristi maupun Lamentasi berlangsung. Penggunaan drone juga dilarang selama periode Jumat Agung hingga Sabtu Santo. Untuk prosesi di Armida, pengambilan gambar hanya diperbolehkan dari titik yang telah ditentukan.

Panitia juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan seperti lansia, orang sakit, ibu hamil atau menyusui, balita, serta penyandang disabilitas. Mereka akan diberikan tanda khusus berupa pita merah serta prioritas pelayanan selama mengikuti ziarah di berbagai titik devosi.

Dalam rangka menjamin keselamatan seluruh peserta, jalur prosesi ditetapkan sebagai jalur khusus ambulans. Masyarakat diminta untuk tidak menghalangi kendaraan darurat serta tidak menutup jalur evakuasi yang telah disediakan.

Dengan berbagai ketentuan tersebut, panitia berharap pelaksanaan Semana Santa Larantuka 2026 dapat berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhusyukan. Tradisi ini diharapkan tetap terjaga sebagai warisan iman yang bernilai tinggi, sekaligus memberikan pengalaman spiritual yang mendalam bagi seluruh peziarah. (*RS)

Berita Terkait

Kadis Kominfo Pastikan Jaringan Internet Selama Pekan Suci Semana Santa Aman
Gubernur NTT Resmikan NTT Mart By Osop Dan Dapur Flobamorata TTS
LKPJ Bupati Flotim Diduga Kuat Fiktif
Sambangi Gereja Efata Lekioen, Kasipropam Berikan Sosialisasi Barcode
Capaian IPP Lembata Tertinggi di NTT, 10 Unit Layanan Masih Berkutat di Kategori C
Pastikan Bimlat Tanpa Pelanggaran, Propam Pastikan Sesuai SOP
Pemkab Lembata dan ASDP Gelar Pertemuan dengan Pengguna Jasa, Bahas Solusi Layanan Penyeberangan
FINAL AMFOANG CUP III 2026: Lemas Fc Juara, Turnamen Satukan 6 Kecamatan

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 09:06

Kadis Kominfo Pastikan Jaringan Internet Selama Pekan Suci Semana Santa Aman

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:27

Semana Santa Larantuka Bukan Ajang Konten: Umat (Para Peziarah) Diminta untuk Menjaga Kekhusyukan

Senin, 30 Maret 2026 - 21:08

Gubernur NTT Resmikan NTT Mart By Osop Dan Dapur Flobamorata TTS

Senin, 30 Maret 2026 - 16:21

LKPJ Bupati Flotim Diduga Kuat Fiktif

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:45

Capaian IPP Lembata Tertinggi di NTT, 10 Unit Layanan Masih Berkutat di Kategori C

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:42

Pastikan Bimlat Tanpa Pelanggaran, Propam Pastikan Sesuai SOP

Jumat, 27 Maret 2026 - 18:33

Pemkab Lembata dan ASDP Gelar Pertemuan dengan Pengguna Jasa, Bahas Solusi Layanan Penyeberangan

Jumat, 27 Maret 2026 - 18:06

FINAL AMFOANG CUP III 2026: Lemas Fc Juara, Turnamen Satukan 6 Kecamatan

Berita Terbaru

Daerah

LKPJ Bupati Flotim Diduga Kuat Fiktif

Senin, 30 Mar 2026 - 16:21

Uncategorized

Kasipropam: Kami Langsung Simulasikan Cara Scan Barcode

Minggu, 29 Mar 2026 - 11:09