AMARASI, Metrotimornews.id— Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK) Institut Agama Kristen Negeri Kupang terus menguatkan komitmennya dalam mencerdaskan generasi muda, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur. Melalui strategi “jemput bola”, tim FKIPK menggelar sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026 di SMA Negeri 1 Amarasi dan SMA Kristen Tesbatan, Selasa (31/3/2026).
Kegiatan ini dipimpin oleh Wakil Dekan I FKIPK, Glorius Deonatus Keo. Di hadapan siswa kelas XII, ia menekankan bahwa kampus bukan sekadar tempat menempuh pendidikan, melainkan ruang pembentukan karakter dan profesionalisme calon pendidik.
“IAKN Kupang hadir sebagai rumah bagi generasi muda yang ingin menjadi guru profesional, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan era digital,” ujar Glorius.
Dalam paparannya, tim FKIPK menjelaskan secara rinci alur pendaftaran mahasiswa baru, mulai dari mekanisme seleksi hingga ragam program studi yang ditawarkan. Selain itu, siswa juga diperkenalkan pada fasilitas kampus, sistem biaya kuliah yang terjangkau, serta berbagai peluang beasiswa bagi mahasiswa berprestasi maupun yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Kepala SMA Negeri 1 Amarasi, Yosefince Ismail, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai sosialisasi langsung seperti ini sangat membantu siswa dalam memperoleh informasi pendidikan tinggi yang akurat.
“Kehadiran tim dari IAKN Kupang membuka wawasan siswa kami bahwa kuliah berkualitas itu bisa dijangkau. Ini memotivasi mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” katanya.
Hal senada disampaikan pimpinan SMA Kristen Tesbatan, Yohanes Bijae. Ia menilai kegiatan tersebut memberi dorongan nyata bagi siswa yang sedang mempersiapkan masa depan akademik mereka.
“Kunjungan ini menjadi peluang emas. Siswa mendapatkan kepastian informasi sekaligus motivasi untuk berani melangkah ke perguruan tinggi,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, FKIPK IAKN Kupang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menanamkan semangat kepada generasi muda di wilayah Amarasi untuk terus bermimpi dan berkontribusi bagi dunia pendidikan.
Upaya ini diharapkan mampu melahirkan generasi pendidik masa depan dari daerah, yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan komitmen untuk membangun pendidikan di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur.
Reporter: Martin Knaufmone








