MIMIKA | METROTIMORNews.ID –Kwamki Narama, Papua — Suasana duka menyelimuti tanah Kwamki Narama pada siang itu, menyusul konflik horizontal antara kubu Dang dan kubu Newegalen yang telah menelan korban jiwa dan melukai warga. Langkah aparat dan pejabat daerah menyusuri jejak kekerasan yang belum padam, dengan harapan membawa pesan perdamaian.
Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, hadir bersama perwakilan Pemerintah Daerah Mimika, Asisten I Ananias Faot, Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman, Danyon Detasemen B Pelopor Satuan Brimob Polda Papua Tengah Kompol Umbo Sairo, serta kepala distrik Kwamki Narama dan Tembagapura. Kunjungan ini bukan sekadar inspeksi, tetapi upaya menyampaikan himbauan tegas agar konflik segera dihentikan.
Dalam kesempatan tersebut, Nenu Tabuni menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban. “Turut prihatin dan berbela sungkawa atas jatuhnya korban jiwa antara kubu Dang dan kubu Newegalen yang satu keluarga berasal dari Kabupaten Puncak. Mari kita akhiri perang saudara ini dan hidup dalam damai,” ujarnya.
Ia menegaskan, kekerasan berbasis konflik internal tidak boleh terus berlanjut. “Tidak ada perang, tidak ada izin untuk perang suku. Siapa pun yang melakukan kejahatan akan diproses sesuai hukum,” tegas Nenu.
Sementara itu, Ananias Faot menekankan pentingnya rekonsiliasi. Mengambil momentum Paskah, ia mengajak masyarakat untuk membuka lembaran baru, memaafkan, dan menegakkan persaudaraan. “Sekarang hari Paskah, hentikan perang ini. Mari dengan perayaan suci ini kita berdamai, hidup kembali normal, dan saling memaafkan sesama saudara,” katanya.
Kunjungan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa konflik horizontal di Papua sering berakar dari relasi kekerabatan yang kompleks. Ketika dibiarkan berlarut, konflik tidak hanya menimbulkan korban, tetapi juga memutus jaringan sosial masyarakat adat.
Dengan gema lonceng Paskah yang menyuarakan harapan, Kwamki Narama kini berada di persimpangan: melanjutkan dendam atau memilih perdamaian sebagai jalan pulang. Banyak pihak berharap, damai bukan sekadar pilihan, melainkan satu-satunya cara untuk menyelamatkan masa depan komunitas yang tersisa.








