Mokdale, Metrotimornews.id — Dalam rangka menyambut Paskah tahun 2026, GMIT Syalom Mokdale menggelar Lomba Hias Pohon Salib antar rayon di lingkungan gereja. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya jemaat untuk memaknai Paskah secara kreatif dan penuh kebersamaan.
Adapun tema Paskah GMIT tahun 2026 adalah “Kristus Bangkit Membaharui Kemanusiaan Kita” (Bdk. 2 Korintus 5:17), yang menjadi dasar inspirasi bagi setiap rayon dalam menampilkan karya terbaik mereka.
Menjelang Jumat Agung, tepatnya pada Kamis, 2 April 2026 malam, panitia Paskah yang terdiri dari pendeta dan presbiter melakukan penilaian di sejumlah rayon. Salah satu rayon yang mencuri perhatian adalah Rayon Mokdale Selatan.
Saat tim penilai tiba, mereka disambut dengan fragmen Paskah yang dibawakan oleh anak-anak Sekolah Minggu Rayon Mokdale Selatan. Dalam penampilan tersebut, anak-anak memerankan kisah sengsara Yesus Kristus, mulai dari sosok Tuhan Yesus, para penjahat, hingga bala tentara. Sementara itu, anak-anak perempuan turut menghidupkan suasana dengan seruan “Salibkan Dia”, menggambarkan peristiwa penyaliban hingga Yesus wafat di kayu salib.
Menariknya, jemaat Rayon Mokdale Selatan juga tampil kompak dengan mengenakan baju seragam. Kekompakan ini menjadi simbol nyata kebersamaan dan persatuan jemaat dalam menyambut dan memaknai Paskah.
Ketua Rayon Mokdale Selatan, Ronal Makan Ndolu, dalam sesi tanya jawab bersama tim juri menjelaskan bahwa pohon salib yang dibuat merupakan simbol kerja sama antar rumah tangga dalam jemaat. Ia menuturkan bahwa meskipun terlihat sederhana, proses pembuatannya membutuhkan waktu yang cukup lama.
“Di tengah kesibukan masing-masing keluarga, kami tetap menyempatkan diri untuk kerja bakti bersama. Semua ini adalah wujud kebersamaan dalam memaknai Paskah,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa bahan yang digunakan berasal dari material lokal serta hasil kreativitas jemaat, mulai dari kayu, salib utama, hingga berbagai ornamen pendukung lainnya.
Meski demikian, Ronal berharap ke depan panitia dapat mengadakan technical meeting sebelum perlombaan dilaksanakan. Hal ini penting agar setiap rayon memiliki pemahaman yang sama terkait konsep dan kriteria penilaian, sehingga hasil karya dapat lebih selaras dengan tema Paskah yang diusung.
Dalam kesempatan tersebut, tim juri memberikan apresiasi kepada Rayon Mokdale Selatan atas partisipasi dan kreativitas mereka dalam menghias pohon salib. Karya yang ditampilkan dinilai sebagai wujud nyata iman dan kebersamaan jemaat dalam menyambut Paskah 2026.







