10 Pulau Terluar Indonesia Resmi Punya Nama

Senin, 16 Mei 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemberian nama pulau terluar Indonesia yang tersebar di wilayah NTT dan Manggarai. Nama-nama pulau baru itu dibubuhkan dalam sebuah prasasti dengan ditandatangani masing-masing Forum Komunikasi Pimpinan Daerah NTT - foto: Isak Doris Faot/Koranjuri.com

Pemberian nama pulau terluar Indonesia yang tersebar di wilayah NTT dan Manggarai. Nama-nama pulau baru itu dibubuhkan dalam sebuah prasasti dengan ditandatangani masing-masing Forum Komunikasi Pimpinan Daerah NTT - foto: Isak Doris Faot/Koranjuri.com

 

Sepuluh pulau terluar Indonesia di wilayah Nusa Tenggara Timur akhirnya mempunyai nama. Dari 10 pulau tersebut hanya satu pulau yang berpenghuni yakni Pulau Usu dengan jumlah masyarakatnya mencapai 800 jiwa. Gubernur NTT, Frans Leburaya mengatakan, pemberian nama itu mempunyai makna yang besar. Karena dengan nama pulau-pulau itu milik Indonesia.

“Kita semua mendukung untuk memberikan nama pulau-pulau terdepan NKRI dan terpencil,” kata Leburaya.

Selain pulau Usu, pulau lain yang diberi nama antara lain, Pulau Bolotelu Kona, Pulau Nusa No. 2, Pulau Nusa No. 3, Pulau Pia Bilba, Pulau Namo Bere, Pulau Singa Edan, Pulau Nusa Boti, Pulau Hundi Ama dan Pulau Pia Fula. Dari kesepuluh pulau yang ada, tujuh diantaranya berada di Perairan Kabupaten Rote. Sedangkan pulau lainnya berada di Nusa Dua dan Nusa Tiga.

“Kalau Pulau Singa Edan berada di wilayah Manggarai Barat,” kata Gubernur Frans Leburaya.

Hadir dalam acara itu, Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno, Kapolda NTT Brigadir Jenderal E Widyo Sunaryo, Kajati NTT Jhon W Purba, Ketua Pengadilan Tinggi Kupang Andreas Don Rade, Danrem 161/Wirasakti Kupang Brigjen TNI Heri Wiranto, Danlantamal VI/Kupang Brigjen TNI (Mar) Siswoyo Hari Santoso, Danlanud El Tari Kupang Kolonel (Pnb) Jorry S Koloay dan Kepala Badan Intelejen Daerah NTT Daeng Rosada

koranjuri.com

Berita Terkait

Cegah Peredaran Pil Koplo, Satresnarkoba Sumba Timur Sidak Pasar Melolo
Gugurnya Tiga Pegawai Pemkab Jayawijaya Saat Bertugas, BKN Pastikan Hak ASN dan Keluarga Dipenuhi
Bupati Flotim Bilang Adendum Sapi 700 Ekor ke 150 Ekor, PPK: Kami Masih Berpegang pada Kontrak Awal
Satuan Reserse Narkoba Gandeng Tokoh Agama Cegah Peredaran Narkotika di Sumba Timur
Stop Bullying!! Mahasiswa KKN UMKOE Sosialisasi Anti-Perundungan di SD GMIT Oesapa
Partai Perindo Gelar Sidang Perdana Penyelesaian Perselisihan Internal, Anggota DPRD Flores Timur Ajukan Keberatan
Kapolres Rote Ndao Perkuat Kolaborasi dengan Insan Pers Lewat Coffee Morning
Semangat HUT RI ke-81, Mahasiswa KKN UMK Turut Meriahkan Festival Event Budaya

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 12:29

Cegah Peredaran Pil Koplo, Satresnarkoba Sumba Timur Sidak Pasar Melolo

Jumat, 11 September 2026 - 18:00

Gugurnya Tiga Pegawai Pemkab Jayawijaya Saat Bertugas, BKN Pastikan Hak ASN dan Keluarga Dipenuhi

Selasa, 8 September 2026 - 14:05

Bupati Flotim Bilang Adendum Sapi 700 Ekor ke 150 Ekor, PPK: Kami Masih Berpegang pada Kontrak Awal

Kamis, 3 September 2026 - 13:23

Satuan Reserse Narkoba Gandeng Tokoh Agama Cegah Peredaran Narkotika di Sumba Timur

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:14

Stop Bullying!! Mahasiswa KKN UMKOE Sosialisasi Anti-Perundungan di SD GMIT Oesapa

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:48

Partai Perindo Gelar Sidang Perdana Penyelesaian Perselisihan Internal, Anggota DPRD Flores Timur Ajukan Keberatan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:30

Kapolres Rote Ndao Perkuat Kolaborasi dengan Insan Pers Lewat Coffee Morning

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:49

Semangat HUT RI ke-81, Mahasiswa KKN UMK Turut Meriahkan Festival Event Budaya

Berita Terbaru