Mahasiswa KKN UMKOE Tanam Puluhan Bambu di Titik Longsor Desa Naiusu, Langkah Nyata Cegah Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MALAKA, METRO TIMORNEWS.ID — Kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kupang (UMKOE) melalui aksi sederhana namun sarat manfaat. Puluhan anakan bambu ditanam di sejumlah titik bekas longsor di RT 004/RW 004, Dusun Lailmeni, Desa Naiusu, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (14/8/2026).

Penanaman bambu tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk membantu mengurangi risiko terjadinya longsor kembali, sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan.

Lokasi yang dipilih bukan tanpa alasan. Sejumlah titik di wilayah tersebut sebelumnya mengalami longsor sehingga dinilai membutuhkan perhatian dan upaya pencegahan sejak dini.

Bagi mahasiswa KKN UMKOE, menanam bambu bukan sekadar kegiatan penghijauan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekaligus upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Naiusu.

Salah satu mahasiswa KKN, Samuel Tiumlafu, mengatakan penanaman dilakukan secara khusus di titik-titik yang rawan longsor.

Menurutnya, tanaman bambu diharapkan dapat tumbuh dan membantu memperkuat kondisi tanah serta menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam mengurangi potensi longsor di kemudian hari.

“Penanaman ini dilakukan pada titik longsor guna mencegah terjadinya longsor ke depan. Ini bukan sekadar tanda mata dari mahasiswa KKN, tetapi merupakan bentuk kepedulian kami terhadap kondisi yang terjadi di tengah masyarakat,” ujar Samuel.

Ia menegaskan, keberadaan mahasiswa KKN di Desa Naiusu diharapkan tidak hanya meninggalkan kenangan, tetapi juga meninggalkan sesuatu yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam jangka panjang.

Karena itu, Samuel berharap anakan bambu yang telah ditanam dapat dirawat secara bersama-sama oleh masyarakat sehingga nantinya tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan.

“Harapan kami, tanaman yang sudah ditanam ini bisa dirawat bersama. Ketika mahasiswa KKN sudah kembali, masyarakat tetap melanjutkan perawatan sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tambahnya.

Kepala Desa Apresiasi Kepedulian Mahasiswa

Sementara itu, Kepala Desa Naiusu, Yanuarius Cu, memberikan apresiasi terhadap langkah yang dilakukan mahasiswa KKN UMKOE.

Menurut Yanuarius, penanaman anakan bambu di lokasi rawan longsor merupakan langkah bijak. Selain membantu menjaga lingkungan, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa mampu melihat dan merespons persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung.

“Kami mengapresiasi langkah bijak yang dilakukan mahasiswa KKN. Ini merupakan upaya yang baik untuk mencegah terjadinya longsor di masa mendatang,” kata Yanuarius.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari masyarakat Desa Naiusu. Sejumlah warga turut terlibat bersama mahasiswa dalam proses penanaman anakan bambu di lokasi yang telah ditentukan.

Keterlibatan masyarakat tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan karena keberlanjutan program lingkungan tidak hanya bergantung pada mahasiswa KKN, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat setempat.

Yanuarius berharap kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat terus dibangun selama pelaksanaan KKN. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat seharusnya tidak hanya menghadirkan program kerja, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran bersama untuk menyelesaikan berbagai persoalan di desa.

Dari KKN untuk Lingkungan

Aksi penanaman puluhan anakan bambu ini menjadi gambaran bahwa pengabdian mahasiswa tidak selalu harus dilakukan melalui program berskala besar. Langkah sederhana yang menyentuh kebutuhan masyarakat justru dapat menjadi investasi lingkungan untuk masa depan.

Dari titik longsor di Dusun Lailmeni, mahasiswa KKN UMKOE bersama masyarakat Desa Naiusu menanam harapan baru: hari ini menanam bambu, esok menjaga tanah dan kehidupan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat melahirkan gerakan kecil yang memiliki dampak besar bagi lingkungan.

Dengan perawatan dan keberlanjutan yang dilakukan bersama, puluhan anakan bambu yang ditanam di titik rawan longsor diharapkan tidak hanya tumbuh menjadi tanaman, tetapi juga menjadi simbol kepedulian, gotong royong, dan komitmen bersama dalam menjaga Desa Naiusu dari ancaman bencana.

(MARTIN MTID)

Berita Terkait

Anas CUP I Memasuki 8 Besar, Oeleu Family Siapkan Strategi Khusus Hadapi Lebah Hijau
IAKN Kupang Sambut 1.221 Mahasiswa Baru, Dipersiapkan Jadi Generasi Berkarakter dan Berdampak bagi Masyarakat
Mahasiswa KKN UMKOE Kota Lama Edukasi Siswa SD tentang Pentingnya Menabung Sejak Dini
Gunung Api Lewotobi Laki-Laki Kembali Erupsi, Warga Diminta Waspada dan Patuhi Rekomendasi PVMBG
21 Tim Futsal SMA/SMK Adu Skill di Fides Cup 2026 SMA FQI Kefamenanu
Runtuh Sebelum Matahari Seutuhnya Terlihat Di Flores
Manufui Cup 2026 Resmi Dibuka, PBVSI NTT Berburu Bibit Atlet Masa Depan
Simposium Ilmiah FKIPK IAKN Kupang Dorong Mahasiswa Integrasikan Iman dan Ilmu

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:15

Anas CUP I Memasuki 8 Besar, Oeleu Family Siapkan Strategi Khusus Hadapi Lebah Hijau

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:37

IAKN Kupang Sambut 1.221 Mahasiswa Baru, Dipersiapkan Jadi Generasi Berkarakter dan Berdampak bagi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:09

Mahasiswa KKN UMKOE Kota Lama Edukasi Siswa SD tentang Pentingnya Menabung Sejak Dini

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:06

Gunung Api Lewotobi Laki-Laki Kembali Erupsi, Warga Diminta Waspada dan Patuhi Rekomendasi PVMBG

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:58

Runtuh Sebelum Matahari Seutuhnya Terlihat Di Flores

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:31

Manufui Cup 2026 Resmi Dibuka, PBVSI NTT Berburu Bibit Atlet Masa Depan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:01

Simposium Ilmiah FKIPK IAKN Kupang Dorong Mahasiswa Integrasikan Iman dan Ilmu

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:21

Guru dan Siswa SMKN Pantai Baru Galang Donasi untuk Korban Bencana di Flores

Berita Terbaru