Anas CUP I Memasuki 8 Besar, Oeleu Family Siapkan Strategi Khusus Hadapi Lebah Hijau

Kamis, 27 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

TOIANAS, METRO TIMORNEWS.ID — Persaingan Turnamen Bola Voli Anas CUP I semakin memanas. Memasuki babak delapan besar, delapan tim terbaik mulai bersiap menghadapi pertarungan yang dipastikan berlangsung sengit demi mengamankan tiket ke babak semifinal.

Salah satu laga yang menjadi perhatian akan mempertemukan Oeleu Family dengan Lebah Hijau pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Oeleu Family datang dengan tekad kuat untuk melangkah lebih jauh. Meski berstatus runner-up pada fase sebelumnya, tim tersebut tidak ingin menjadikan hasil itu sebagai beban. Sebaliknya, posisi tersebut menjadi motivasi untuk tampil lebih agresif pada babak delapan besar.

Official Oeleu Family, Yefta Banunaek, S.Pd., mengatakan timnya telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi Lebah Hijau yang akan tampil sebagai tuan rumah.

“Kami akan menggunakan banyak strategi untuk mengalahkan tuan rumah, walaupun kami masuk 8 besar sebagai runner-up.”

Menurut Yefta, menghadapi tim tuan rumah tentu memiliki tantangan tersendiri. Selain kekuatan lawan, dukungan suporter dipastikan menjadi energi tambahan bagi Lebah Hijau.

Karena itu, Oeleu Family tidak hanya mengandalkan kemampuan individu pemain, tetapi juga menekankan kekompakan tim, konsentrasi, dan strategi permainan untuk menghadapi tekanan di lapangan.

Yefta juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Anas CUP I. Menurutnya, turnamen tersebut telah menjadi panggung bagi pemain-pemain lokal untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman bertanding.

“Anas CUP I menghadirkan pemain-pemain yang handal dan lokal yang berbakat.”

Lebih dari sekadar kompetisi, Yefta menilai Anas CUP I memiliki peran penting dalam pembinaan atlet bola voli di tingkat lokal. Turnamen seperti ini dinilai mampu membuka ruang bagi talenta-talenta muda untuk berkembang dan dipersiapkan menuju kompetisi yang lebih tinggi.

Ia secara khusus menyoroti potensi pemain dari Kecamatan Toianas, Kokbaun, dan Amanatun Utara yang menurutnya perlu terus diberikan ruang untuk menunjukkan kemampuan.

“Anas CUP ini bagus karena membina dan menggali atlet-atlet bola voli yang berpotensi dan memiliki bakat yang nantinya bisa bersaing di tingkat kabupaten maupun provinsi.”

Menurut Yefta, kompetisi yang digelar secara berkelanjutan dapat menjadi salah satu cara membangun ekosistem olahraga yang sehat di daerah. Para pemain tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk bertanding, tetapi juga belajar menghadapi tekanan, membangun mental kompetitif, dan meningkatkan kualitas permainan.

Ia pun mengingatkan para pemain agar tidak mudah menyerah dalam mengejar potensi yang dimiliki. Baginya, kemenangan dan kekalahan merupakan bagian dari proses seorang atlet untuk berkembang.

“Kalah menang itu hal biasa. Yang penting jangan putus asa dalam meraih hobi melalui bakat yang sudah dimiliki.”

Yefta Banunaek, pria kelahiran Desa Skinu, Kecamatan Toianas, berharap Anas CUP I tidak berhenti sebagai turnamen perdana. Ia berharap kompetisi tersebut dapat digelar secara rutin setiap tahun sehingga semakin banyak talenta lokal yang terjaring dan memiliki kesempatan berkembang.

“Kita berharap turnamen ini terus dilakukan,” pungkasnya.

Kini, duel Oeleu Family versus Lebah Hijau menjadi salah satu pertandingan yang dinantikan dalam babak delapan besar Anas CUP I.

Dengan persiapan strategi dan motivasi yang telah dibangun, Oeleu Family bertekad memberikan perlawanan terbaik. Sementara Lebah Hijau tentu tidak ingin mengecewakan publiknya sendiri.

Pertarungan di lapangan akan menjadi penentu: siapa yang mampu menjaga konsistensi, bermain lebih tenang, dan tampil paling efektif akan berhak melangkah ke babak semifinal.

Martin Knaufmone

Berita Terkait

FKIPK IAKN Kupang Gelar Pelatihan Rumah Ibadah Inklusif di TTS, Tekankan Kasih, Kesetaraan, dan Tata Kelola Transparan
Mahasiswa Pendidikan Penyuluh Agama FKIPK IAKN Kupang Raih Juara 1 dan 2 Lomba Nasional Cipta Media Kreasi Pembelajaran 2026
Direktur CV KPR Bantah Tuduhan Tambang Ilegal di Pantai Oenikan, Sebut Batu Warna Dibeli dari Warga
Yabes Nubatonis Desak Pemda TTS Serius Awasi Distribusi BBM Bersubsidi, Warga Pelosok Jangan Jadi Korban
Siap Bawa Perubahan, Clara Yunita Tefa Resmi Maju Jadi Calon Ketua Presidium PMKRI Kupang 2026/2027
Guru Muda dari TTS yang Menyalakan Cahaya Pendidikan dari Desa
Kejaksaan Diminta Segera Periksa Tim PHO dan BARAKAT, Usut Tuntas Pekerjaan HMT Big Push di Wulo Kolo
Luar Biasa! SMAN 1 Soe Juara 1 Antar SMA/SMK di Kupang

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:16

FKIPK IAKN Kupang Gelar Pelatihan Rumah Ibadah Inklusif di TTS, Tekankan Kasih, Kesetaraan, dan Tata Kelola Transparan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:56

Mahasiswa Pendidikan Penyuluh Agama FKIPK IAKN Kupang Raih Juara 1 dan 2 Lomba Nasional Cipta Media Kreasi Pembelajaran 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:25

Direktur CV KPR Bantah Tuduhan Tambang Ilegal di Pantai Oenikan, Sebut Batu Warna Dibeli dari Warga

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:39

Yabes Nubatonis Desak Pemda TTS Serius Awasi Distribusi BBM Bersubsidi, Warga Pelosok Jangan Jadi Korban

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:53

Siap Bawa Perubahan, Clara Yunita Tefa Resmi Maju Jadi Calon Ketua Presidium PMKRI Kupang 2026/2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:43

Kejaksaan Diminta Segera Periksa Tim PHO dan BARAKAT, Usut Tuntas Pekerjaan HMT Big Push di Wulo Kolo

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:41

Luar Biasa! SMAN 1 Soe Juara 1 Antar SMA/SMK di Kupang

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:45

Dosen IAKN Kupang Jadi Interpreter di Konferensi Internasional, Jembatani Gagasan Akademisi Dunia

Berita Terbaru