Runtuh Sebelum Matahari Seutuhnya Terlihat Di Flores

Rabu, 26 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Sebelum matahari seutuhnya terlihat di ufuk timur, sebuah bangunan telah lebih dahulu kehilangan pijakannya.
SMP Negeri Satu Atap Watu Ling, yang berdiri di Dusun Ledu, Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, runtuh dalam dekapan gempa yang mengguncang Pulau Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Di tempat itu, dahulu suara langkah kaki anak-anak beradu dengan lantai kelas. Suara guru mengajar bersahutan dengan tawa dan canda. Di sana, ratusan generasi masa depan bangsa perlahan menata mimpi tentang hari esok.
Namun pagi itu, semuanya berubah.
Wangi kopi dan cengkeh yang biasanya menjadi aroma khas Dusun Ledu masih mengambang di udara. Tetapi di balik aroma yang akrab itu, bumi berguncang seolah sedang meratap. Dinding-dinding sekolah bergetar, atap bergeser, dan dalam sekejap, bangunan yang menjadi rumah bagi ilmu dan harapan itu menyerah kepada dahsyatnya guncangan.
Ia runtuh sebelum matahari benar-benar menyapa.
Puing-puing bangunan berserakan. Debu menutupi halaman yang dahulu dipenuhi langkah-langkah kecil menuju ruang kelas. Buku, berkas, dan dokumen sekolah yang sebelumnya tersusun rapi kini tergeletak di antara pecahan dinding dan sisa-sisa bangunan.
Seolah-olah sekolah itu sedang mencoba berbicara.
Seolah-olah lembaran-lembaran yang tertimbun reruntuhan itu masih menyimpan pesan: jangan biarkan kami berhenti di sini.
Anak-anak Dusun Ledu menyaksikan semuanya dengan mata yang berkaca-kaca. Sebagian mungkin belum sepenuhnya memahami arti kehilangan sebuah bangunan. Namun mereka tahu, tempat yang selama ini menjadi ruang bermain, ruang belajar, tempat bertemu guru dan sahabat, kini telah menjadi tumpukan puing.
Mereka kehilangan ruang kelas.
Mereka kehilangan tempat menyimpan kenangan.
Mereka kehilangan sebuah bagian dari masa kecil mereka.
Dan yang paling menyakitkan, mereka harus menyaksikan tempat mereka menggantungkan cita-cita roboh di hadapan mata sendiri.
Namun, di antara reruntuhan itu, masih ada sesuatu yang tidak ikut roboh.
Harapan.
Sebab cita-cita anak-anak tidak dibangun dari semen dan batu. Ia tumbuh dari keberanian, dari buku-buku yang dibaca, dari nasihat guru, dari doa orang tua, dan dari keyakinan bahwa suatu hari nanti mereka dapat menjadi sesuatu yang berarti bagi negeri ini.
Gedung itu boleh runtuh.
Dindingnya boleh retak.
Atapnya boleh terhempas.
Tetapi jangan biarkan mimpi anak-anak Dusun Ledu ikut tertimbun di bawah reruntuhan.
Karena suatu hari nanti, di tempat yang sama, semoga kembali terdengar suara lonceng sekolah, suara guru memanggil nama murid, suara halaman buku yang dibuka, dan tawa anak-anak yang berlari mengejar masa depan.
Dan ketika hari itu tiba, reruntuhan yang hari ini menyisakan air mata akan menjadi saksi bahwa sebuah gempa mungkin mampu meruntuhkan bangunan, tetapi tidak akan pernah mampu meruntuhkan harapan.

Tim Redaksi Metro TimorNews.Id

Berita Terkait

Antrean Pertalite Mengular di TTS, Yabes Nubatonis Soroti Distribusi dan Pengawasan
FKIPK IAKN Kupang Gelar Pelatihan Rumah Ibadah Inklusif di TTS, Tekankan Kasih, Kesetaraan, dan Tata Kelola Transparan
Mahasiswa Pendidikan Penyuluh Agama FKIPK IAKN Kupang Raih Juara 1 dan 2 Lomba Nasional Cipta Media Kreasi Pembelajaran 2026
Direktur CV KPR Bantah Tuduhan Tambang Ilegal di Pantai Oenikan, Sebut Batu Warna Dibeli dari Warga
Yabes Nubatonis Desak Pemda TTS Serius Awasi Distribusi BBM Bersubsidi, Warga Pelosok Jangan Jadi Korban
Siap Bawa Perubahan, Clara Yunita Tefa Resmi Maju Jadi Calon Ketua Presidium PMKRI Kupang 2026/2027
Guru Muda dari TTS yang Menyalakan Cahaya Pendidikan dari Desa
Kejaksaan Diminta Segera Periksa Tim PHO dan BARAKAT, Usut Tuntas Pekerjaan HMT Big Push di Wulo Kolo

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 00:00

Antrean Pertalite Mengular di TTS, Yabes Nubatonis Soroti Distribusi dan Pengawasan

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:16

FKIPK IAKN Kupang Gelar Pelatihan Rumah Ibadah Inklusif di TTS, Tekankan Kasih, Kesetaraan, dan Tata Kelola Transparan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:56

Mahasiswa Pendidikan Penyuluh Agama FKIPK IAKN Kupang Raih Juara 1 dan 2 Lomba Nasional Cipta Media Kreasi Pembelajaran 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:25

Direktur CV KPR Bantah Tuduhan Tambang Ilegal di Pantai Oenikan, Sebut Batu Warna Dibeli dari Warga

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:39

Yabes Nubatonis Desak Pemda TTS Serius Awasi Distribusi BBM Bersubsidi, Warga Pelosok Jangan Jadi Korban

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:39

Guru Muda dari TTS yang Menyalakan Cahaya Pendidikan dari Desa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:43

Kejaksaan Diminta Segera Periksa Tim PHO dan BARAKAT, Usut Tuntas Pekerjaan HMT Big Push di Wulo Kolo

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:41

Luar Biasa! SMAN 1 Soe Juara 1 Antar SMA/SMK di Kupang

Berita Terbaru