Air Mata Haru di Woedoa, Terima Kasih Ibu YNS

Jumat, 21 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NAGEKEO, Metro Timor news. Id— Suasana haru menyelimuti Desa Woedoa, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/8/2026), saat tim Yayasan Yusinta Ningsih Sejahtera (YNS) tiba untuk menemui warga terdampak gempa bumi Flores.
Salah seorang warga, Anastasya Veronika, tak mampu menahan air mata ketika menyambut kedatangan tim YNS. Tangis haru tersebut menjadi ungkapan rasa syukur karena untuk pertama kalinya sejak gempa mengguncang Pulau Flores pada Sabtu (15/8/2026), ada pihak dari luar desa yang datang secara langsung melihat kondisi mereka.
Veronika mengaku, selama beberapa hari pascagempa, perhatian yang mereka terima baru berasal dari Pemerintah Desa Woedoa. Karena itu, kehadiran tim YNS yang datang jauh-jauh dari Pulau Timor menjadi sebuah perhatian yang sangat berarti bagi dirinya dan warga lainnya.
“Terima kasih karena tim YNS sudah jauh-jauh dari Pulau Timor datang dan melihat keadaan kami di sini. Sejak gempa terjadi, tidak ada yang datang lihat kami di sini selain pemerintah desa,” ungkap Veronika dengan berlinang air mata.
Bagi Veronika, kedatangan YNS bukan sekadar membawa bantuan berupa kebutuhan pokok, tetapi juga menghadirkan rasa bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi masa sulit pascabencana.
Di Desa Woedoa, tim YNS menyalurkan sejumlah bantuan kemanusiaan berupa beras, mi instan, roti, air mineral, terpal, selimut, dan obat-obatan. Selain itu, YNS juga membawa tim medis untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga terdampak.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 21 kepala keluarga yang terdampak gempa dan tengah menghadapi situasi sulit. Di tengah keterbatasan dan rasa cemas yang masih menyelimuti, kehadiran tim YNS menjadi penyemangat sekaligus memberikan harapan baru bagi warga.
Kehadiran YNS di Woedoa akhirnya bukan hanya tentang bantuan yang dibawa, melainkan tentang kepedulian yang dirasakan secara langsung. Di tengah luka dan kesedihan akibat bencana, sebuah kunjungan kemanusiaan mampu menghadirkan kembali senyum dan keyakinan bahwa masih banyak tangan yang peduli.
Air mata Veronika menjadi saksi bahwa perhatian sederhana dapat memiliki arti yang begitu besar bagi mereka yang sedang berada dalam situasi sulit.

Berita Terkait

Fransiskus Sodo Hari ini Dilantik Jadi Sekda NTT
Anas CUP I Memasuki 8 Besar, Oeleu Family Siapkan Strategi Khusus Hadapi Lebah Hijau
IAKN Kupang Sambut 1.221 Mahasiswa Baru, Dipersiapkan Jadi Generasi Berkarakter dan Berdampak bagi Masyarakat
Mahasiswa KKN UMKOE Kota Lama Edukasi Siswa SD tentang Pentingnya Menabung Sejak Dini
Gunung Api Lewotobi Laki-Laki Kembali Erupsi, Warga Diminta Waspada dan Patuhi Rekomendasi PVMBG
21 Tim Futsal SMA/SMK Adu Skill di Fides Cup 2026 SMA FQI Kefamenanu
Runtuh Sebelum Matahari Seutuhnya Terlihat Di Flores
Manufui Cup 2026 Resmi Dibuka, PBVSI NTT Berburu Bibit Atlet Masa Depan

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:10

Fransiskus Sodo Hari ini Dilantik Jadi Sekda NTT

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:15

Anas CUP I Memasuki 8 Besar, Oeleu Family Siapkan Strategi Khusus Hadapi Lebah Hijau

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:37

IAKN Kupang Sambut 1.221 Mahasiswa Baru, Dipersiapkan Jadi Generasi Berkarakter dan Berdampak bagi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:09

Mahasiswa KKN UMKOE Kota Lama Edukasi Siswa SD tentang Pentingnya Menabung Sejak Dini

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:15

21 Tim Futsal SMA/SMK Adu Skill di Fides Cup 2026 SMA FQI Kefamenanu

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:58

Runtuh Sebelum Matahari Seutuhnya Terlihat Di Flores

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:31

Manufui Cup 2026 Resmi Dibuka, PBVSI NTT Berburu Bibit Atlet Masa Depan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:01

Simposium Ilmiah FKIPK IAKN Kupang Dorong Mahasiswa Integrasikan Iman dan Ilmu

Berita Terbaru

Daerah

Fransiskus Sodo Hari ini Dilantik Jadi Sekda NTT

Jumat, 28 Agu 2026 - 16:10