Dua Pekan Menyapa Korban Gempa, YRPD Hadir di Sejumlah Wilayah Flores Bawa Bantuan dan Harapan

Selasa, 25 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MABAR, METROTIMORNEWS.ID — Dua pekan pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026, kepedulian terhadap masyarakat terdampak terus mengalir dari berbagai pihak.

Salah satunya datang dari Yayasan Ratu Pencinta Damai (YRPD). Selama kurang lebih dua pekan, YRPD bergerak menyusuri sejumlah wilayah terdampak di Pulau Flores untuk menyalurkan bantuan sekaligus menyapa langsung masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit setelah bencana.

Salah satu lokasi yang menjadi tempat pelayanan kemanusiaan YRPD adalah Desa Lewur, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat.

Di wilayah tersebut, tim YRPD menyerahkan bantuan berupa sembako dan sejumlah kebutuhan pokok bagi masyarakat terdampak gempa. Namun, kehadiran YRPD tidak berhenti pada penyerahan bantuan.

Tim juga meluangkan waktu untuk duduk bersama warga, berbagi cerita, mendengarkan pengalaman masyarakat, serta melihat secara langsung kondisi yang mereka hadapi pascagempa.

Bagi YRPD, bantuan kemanusiaan bukan hanya tentang apa yang diberikan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang hadir dan berjalan bersama mereka yang sedang berada dalam situasi sulit.

“Hadir, mendengar, dan berbagi” menjadi bagian penting dari perjalanan kemanusiaan YRPD selama berada di tengah masyarakat terdampak.

Kehadiran secara langsung tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan moril kepada warga sekaligus menumbuhkan kembali semangat untuk bangkit setelah bencana.

Gerakan kemanusiaan YRPD tidak hanya dilakukan di Kabupaten Manggarai Barat.

Selama kurang lebih dua minggu, tim YRPD telah menyambangi sejumlah wilayah di Flores, di antaranya Kabupaten Nagekeo, Ende, Maumere, Manggarai Timur, hingga Manggarai Barat.

Di setiap wilayah yang dikunjungi, tim berupaya melihat kondisi masyarakat secara langsung, menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan, sekaligus membangun komunikasi dengan warga.

Pertemuan dengan masyarakat juga menjadi kesempatan bagi tim YRPD untuk mendengarkan berbagai cerita dan keluhan yang muncul setelah bencana.

Bagi sebagian warga, kehadiran orang-orang yang datang untuk membantu dan mendengarkan menjadi dukungan tersendiri di tengah proses pemulihan.

Perjalanan YRPD di sejumlah wilayah terdampak Flores menunjukkan bahwa aksi kemanusiaan tidak selalu diukur dari besarnya bantuan yang diberikan.

Ada nilai lain yang tidak kalah penting, yakni kehadiran, kepedulian, empati, dan kemauan untuk mendengarkan.

Di tengah kondisi pascabencana, masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar kebutuhan pokok. Mereka juga membutuhkan semangat, perhatian dan keyakinan bahwa mereka tidak berjalan sendirian menghadapi masa pemulihan.

Melalui kegiatan tersebut, YRPD berupaya menjadi bagian dari masyarakat, menyapa mereka dari dekat dan berbagi semangat untuk melewati masa sulit.

Rangkaian pelayanan kemanusiaan selama dua pekan itu sekaligus menjadi pesan bahwa di tengah situasi sulit, masih ada tangan-tangan yang tergerak untuk membantu dan hati-hati yang memilih untuk peduli.

Dari satu desa ke desa lainnya, dari Maumere hingga Manggarai Barat, perjalanan YRPD membawa satu harapan sederhana: semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban, kehadiran yang ditunjukkan dapat menguatkan, dan masyarakat terdampak gempa dapat kembali menata kehidupan dengan penuh harapan.

(*tim)

Berita Terkait

Peserta Membludak di Seminar PilotX Flores Timur, Investasi Digital Jadi Sorotan
Tiga Siswa SMKN 2 Takari Usung Inovasi Manajemen Sampah di IoT NTT 2026
Seminar Perdana Pilot X di Flores Timur, Puluhan Peserta Tertarik Investasi Aset Digital
Kebakaran Toko Tisari Utama Larantuka, Seorang Pemuda Alami Luka Bakar 37 Persen
Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK
Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Satresnarkoba Polres Sumba Timur Periksa Apotek Kambaniru
SMKN Lobalain Apresiasi Partisipasi dalam Bootcamp IoT 2026
SMKN 1 Kabupaten Kupang Tegaskan: Bukan Sekadar Menang, Siswa Harus Pulang Bawa Ilmu dari Bootcamp IoT 2026

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:36

Peserta Membludak di Seminar PilotX Flores Timur, Investasi Digital Jadi Sorotan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:24

Tiga Siswa SMKN 2 Takari Usung Inovasi Manajemen Sampah di IoT NTT 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:34

Seminar Perdana Pilot X di Flores Timur, Puluhan Peserta Tertarik Investasi Aset Digital

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:20

Kebakaran Toko Tisari Utama Larantuka, Seorang Pemuda Alami Luka Bakar 37 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:35

Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:36

SMKN Lobalain Apresiasi Partisipasi dalam Bootcamp IoT 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:54

SMKN 1 Kabupaten Kupang Tegaskan: Bukan Sekadar Menang, Siswa Harus Pulang Bawa Ilmu dari Bootcamp IoT 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:47

SMKN Pantai Baru Ikuti Bootcamp dan Challenge IoT 2026, Cetak Inovator Muda NTT

Berita Terbaru

Daerah

Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK

Selasa, 13 Okt 2026 - 22:35