MABAR, METROTIMORNEWS.ID — Dua pekan pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026, kepedulian terhadap masyarakat terdampak terus mengalir dari berbagai pihak.
Salah satunya datang dari Yayasan Ratu Pencinta Damai (YRPD). Selama kurang lebih dua pekan, YRPD bergerak menyusuri sejumlah wilayah terdampak di Pulau Flores untuk menyalurkan bantuan sekaligus menyapa langsung masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit setelah bencana.
Salah satu lokasi yang menjadi tempat pelayanan kemanusiaan YRPD adalah Desa Lewur, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat.
Di wilayah tersebut, tim YRPD menyerahkan bantuan berupa sembako dan sejumlah kebutuhan pokok bagi masyarakat terdampak gempa. Namun, kehadiran YRPD tidak berhenti pada penyerahan bantuan.
Tim juga meluangkan waktu untuk duduk bersama warga, berbagi cerita, mendengarkan pengalaman masyarakat, serta melihat secara langsung kondisi yang mereka hadapi pascagempa.
Bagi YRPD, bantuan kemanusiaan bukan hanya tentang apa yang diberikan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang hadir dan berjalan bersama mereka yang sedang berada dalam situasi sulit.
“Hadir, mendengar, dan berbagi” menjadi bagian penting dari perjalanan kemanusiaan YRPD selama berada di tengah masyarakat terdampak.
Kehadiran secara langsung tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan moril kepada warga sekaligus menumbuhkan kembali semangat untuk bangkit setelah bencana.
Gerakan kemanusiaan YRPD tidak hanya dilakukan di Kabupaten Manggarai Barat.
Selama kurang lebih dua minggu, tim YRPD telah menyambangi sejumlah wilayah di Flores, di antaranya Kabupaten Nagekeo, Ende, Maumere, Manggarai Timur, hingga Manggarai Barat.
Di setiap wilayah yang dikunjungi, tim berupaya melihat kondisi masyarakat secara langsung, menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan, sekaligus membangun komunikasi dengan warga.
Pertemuan dengan masyarakat juga menjadi kesempatan bagi tim YRPD untuk mendengarkan berbagai cerita dan keluhan yang muncul setelah bencana.
Bagi sebagian warga, kehadiran orang-orang yang datang untuk membantu dan mendengarkan menjadi dukungan tersendiri di tengah proses pemulihan.
Perjalanan YRPD di sejumlah wilayah terdampak Flores menunjukkan bahwa aksi kemanusiaan tidak selalu diukur dari besarnya bantuan yang diberikan.
Ada nilai lain yang tidak kalah penting, yakni kehadiran, kepedulian, empati, dan kemauan untuk mendengarkan.
Di tengah kondisi pascabencana, masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar kebutuhan pokok. Mereka juga membutuhkan semangat, perhatian dan keyakinan bahwa mereka tidak berjalan sendirian menghadapi masa pemulihan.
Melalui kegiatan tersebut, YRPD berupaya menjadi bagian dari masyarakat, menyapa mereka dari dekat dan berbagi semangat untuk melewati masa sulit.
Rangkaian pelayanan kemanusiaan selama dua pekan itu sekaligus menjadi pesan bahwa di tengah situasi sulit, masih ada tangan-tangan yang tergerak untuk membantu dan hati-hati yang memilih untuk peduli.
Dari satu desa ke desa lainnya, dari Maumere hingga Manggarai Barat, perjalanan YRPD membawa satu harapan sederhana: semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban, kehadiran yang ditunjukkan dapat menguatkan, dan masyarakat terdampak gempa dapat kembali menata kehidupan dengan penuh harapan.
(*tim)







