ROTE NDAO, METROTIMORNEWS.ID – SMA Negeri 1 Rote Tengah menggelar kegiatan penanaman pohon bertema “Menanam Pohon Cinta Literasi Budaya” pada Sabtu (29/11/2025). Kegiatan ini berlangsung berkat kolaborasi antara PT Bo’a Development, Yayasan Kesejahteraan Rote Peduli, dan Rote Hospitality Academy.
Aksi penghijauan yang dipusatkan di halaman sekolah ini bukan sekadar gerakan menanam pohon, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter, literasi, serta pelestarian budaya di lingkungan sekolah.

Kepala SMA Negeri 1 Rote Tengah, Viktorio R. Nalla, S.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa penanaman pohon memiliki makna simbolis bagi masa depan generasi muda.“Pohon yang kita tanam adalah harapan. Kegiatan ini adalah simbol komitmen kita untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau, asri, dan nyaman. Pohon adalah penjaga kehidupan,” ujarnya.
Viktorio menekankan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas sekolah. Menurutnya, literasi budaya juga mencakup kesadaran untuk mencintai dan melestarikan alam sebagai bagian dari budaya positif yang harus diwariskan.“Menjaga lingkungan adalah bagian dari literasi lingkungan, sikap cinta alam yang berujung pada tanggung jawab untuk menjaganya,” tambahnya.

Ia berharap SMA Negeri 1 Rote Tengah dapat menjadi “laboratorium alam” bagi siswa, tempat mereka belajar langsung dari lingkungan sekaligus mempraktikkan nilai-nilai sosial dan budaya.
Di akhir sambutannya, Viktorio menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.“Terima kasih kepada PT Bo’a Development, para undangan, guru dan peserta didik. Pohon yang kita tanam hari ini mari kita jaga sebagaimana kita merawat harapan akan masa depan yang lebih baik,” tuturnya.
Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara sekolah, masyarakat, dan mitra pembangunan dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat, berbudaya, dan berkelanjutan.
Adapun prosesi penanaman pohon dilakukan secara simbolis oleh perwakilan PT Bo’a Development Samsul Bahri, Camat Rote Tengah Ferdinan Sinlaloe, Danramil 1627-01/Ba’a Lettu Inf David Mooy, pihak sekolah, perwakilan guru, serta Mayana Saleky, juara Putri Literasi Budaya tahun 2025.
(*tim)







