KUPANG, METRO TIMORNEWS.ID — Memasuki dunia perguruan tinggi, mahasiswa baru tidak hanya dituntut untuk unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, kepedulian sosial, dan kehidupan spiritual yang kuat. Pesan tersebut mengemuka dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, Kamis, 27 Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan IAKN Kupang, Maryon D. Pattinaja, M.Sn., Ph.D., mengajak mahasiswa baru memahami bahwa kampus bukan sekadar tempat untuk mengejar nilai dan gelar akademik.
Lebih dari itu, perguruan tinggi merupakan ruang untuk bertumbuh, membentuk karakter, mengembangkan cara berpikir, membangun relasi, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang mampu memberikan dampak bagi masyarakat.
“Suasana akademik yang sehat, inklusif, dan berkarakter Kristiani merupakan fondasi utama dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi,” demikian penekanan yang disampaikan dalam materi PKKMB.
Menurutnya, suasana akademik tidak hanya terbentuk di dalam ruang kelas. Lingkungan akademik juga tercipta melalui seluruh pengalaman mahasiswa di kampus, baik melalui interaksi dengan dosen, sesama mahasiswa, tenaga kependidikan maupun berbagai aktivitas kemahasiswaan.
Karena itu, suasana akademik yang baik tidak dapat terbentuk dengan sendirinya. Dibutuhkan komitmen dan tanggung jawab bersama seluruh warga kampus untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, aktif, terbuka, dan saling menghargai.
Di dalam kelas, mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjadi pendengar. Proses pembelajaran diharapkan berlangsung secara aktif dan partisipatif.
Dosen berperan sebagai fasilitator, sementara mahasiswa diberi ruang untuk berdiskusi, menyampaikan pendapat, bertukar gagasan, mengajukan pertanyaan, dan membangun kemampuan berpikir kritis.
Sementara di luar kelas, kehidupan akademik dapat diwujudkan melalui organisasi kemahasiswaan, kegiatan seni dan budaya, olahraga, kegiatan spiritualitas, hingga pelayanan sosial.
Berbagai aktivitas tersebut dinilai penting karena menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, kepemimpinan, kreativitas, kemampuan bekerja sama, sekaligus kepekaan terhadap persoalan sosial.
Dalam membangun kehidupan kampus, IAKN Kupang menempatkan nilai-nilai Kristiani sebagai bagian penting dari pembentukan karakter mahasiswa.
Nilai tersebut mencakup integritas, kepemimpinan transformatif, komitmen keagamaan, serta kepedulian sosial.
Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai teori, tetapi diwujudkan dalam perilaku sehari-hari mahasiswa, baik ketika berada di ruang kelas maupun saat berinteraksi di lingkungan kampus dan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, mahasiswa baru diperkenalkan dengan core beliefs IAKN Kupang, yakni “Sicut in Caelo et in Terra”, yang berarti “di bumi seperti di surga” sebagaimana terdapat dalam Matius 6:10.
Makna tersebut menggambarkan kampus sebagai ruang pertumbuhan yang lebih luas dari sekadar ruang kelas. Mahasiswa diharapkan bertumbuh secara utuh, baik dalam aspek intelektual maupun spiritual.
Untuk menciptakan suasana akademik yang sehat, mahasiswa baru juga diberikan sejumlah panduan praktis.
Di antaranya hadir tepat waktu, mempersiapkan diri sebelum perkuliahan, aktif dalam diskusi, menghargai pendapat orang lain, menjunjung tinggi kejujuran akademik, serta memanfaatkan kesempatan konsultasi dengan dosen.
Mahasiswa juga didorong untuk terlibat dalam berbagai kegiatan positif di luar kelas, mulai dari organisasi kemahasiswaan, kegiatan akademik, seni dan budaya, spiritualitas, olahraga, hingga pelayanan sosial.
IAKN Kupang menegaskan sedikitnya delapan prinsip utama dalam membangun suasana akademik yang sehat, yakni berpusat pada mahasiswa, menjunjung inklusivitas dan keberagaman, menjaga integritas akademik, mengembangkan kepemimpinan dan tanggung jawab, mendorong keterlibatan aktif, memelihara kesejahteraan, menjunjung kebebasan berpikir kritis, serta memiliki tanggung jawab sosial.
Di sisi lain, mahasiswa baru diingatkan untuk menghindari berbagai perilaku yang dapat merusak iklim akademik, seperti pelecehan, diskriminasi, bullying, kecurangan akademik, perilaku tidak sopan, maupun pelanggaran terhadap tata tertib kampus.
Apabila terjadi persoalan, penyelesaian diutamakan melalui komunikasi, dialog dan mediasi dengan melibatkan pihak yang berkompeten, seperti dosen pembimbing akademik, ketua program studi maupun unit terkait.
Pendekatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberian sanksi, tetapi juga diarahkan pada proses pembelajaran, pemulihan hubungan, dan pembentukan karakter mahasiswa.
Materi tersebut menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa baru dalam memasuki kehidupan perguruan tinggi. Mereka tidak hanya dipersiapkan menjadi insan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga pribadi yang mampu membangun relasi sehat, berpikir kritis, menghargai perbedaan, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Melalui PKKMB, IAKN Kupang berharap mahasiswa baru mampu memahami bahwa perjalanan sebagai mahasiswa merupakan proses panjang untuk menemukan potensi diri sekaligus mempersiapkan masa depan.
Pada akhirnya, seluruh mahasiswa baru diajak memegang teguh semangat:
“Cerdas dalam berpikir, jujur dalam bertindak, terbuka dalam bersikap, dan setia dalam iman.”
Semangat tersebut diharapkan menjadi fondasi mahasiswa IAKN Kupang dalam menjalani proses pendidikan sekaligus menjadi bagian dari upaya kampus melahirkan generasi yang tangguh, inovatif, berkarakter, berintegritas, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Selamat bergabung dalam keluarga besar IAKN Kupang. Dari kampus, karakter dibentuk. Dari karakter, masa depan dipersiapkan.
(Martin Knaufmone)







