ROTE NDAO,METROTIMORNEWS.ID– Tradisi Hus Kuda asal Pulau Rote kini mulai diarahkan menuju panggung pariwisata dunia. Komitmen besar itu ditegaskan Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Usman Husin, melalui penyelenggaraan Festival Hus Kuda Usman Husin Cup II yang sukses menyedot ribuan warga di Lapangan Ombok, Desa Busalangga Barat, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, Kamis (2/7/2026).
Ratusan penunggang kuda atau Manasaindala tampil memukau mengenakan busana adat lengkap dengan topi khas Ti’i Langga. Derap kuda hias yang berpadu dengan tabuhan gong adat menghadirkan tontonan budaya yang spektakuler sekaligus membuktikan bahwa Hus Kuda merupakan warisan leluhur yang layak menjadi ikon pariwisata Pulau Rote.
Bagi Usman Husin, festival ini bukan sekadar perayaan budaya, melainkan investasi jangka panjang untuk mengangkat nama Rote Ndao di mata dunia.
“Saya melihat Hus Kuda ini adalah budaya luar biasa. Kalau dikemas dengan baik dan diperkenalkan di tingkat dunia, inilah yang akan menjadi daya ungkit pariwisata kita,” tegas Usman Husin saat diwawancarai di lokasi kegiatan.
Politisi PKB itu memastikan Festival Hus Kuda akan menjadi agenda budaya tahunan yang terus dikembangkan. Bahkan, untuk meningkatkan kualitas dan daya tariknya, festival kini memperebutkan Piala Bergilir Usman Husin Cup sebagai simbol prestise bagi para peserta.
Namun, di balik semarak festival, Usman memanfaatkan momentum berkumpulnya ribuan masyarakat untuk menyerap aspirasi secara langsung. Menurutnya, sekitar 80 persen masyarakat Rote Ndao hidup dari sektor pertanian dan perikanan, sehingga kebutuhan petani dan nelayan menjadi perhatian utama yang akan diperjuangkannya di DPR RI.
Komitmen itu langsung dibuktikan melalui penyaluran berbagai bantuan dari Komisi IV DPR RI.
“Minggu depan empat unit Combine Harvester akan tiba di Rote Ndao. Selain itu, traktor roda dua, traktor roda empat, mesin tanam, hingga mesin pompa air juga terus kami salurkan kepada kelompok tani,” ungkapnya.
Tak hanya itu, sebelumnya Usman Husin bersama Wakil Bupati Rote Ndao juga telah menyerahkan 2.000 bibit durian Monthong unggulan untuk dikembangkan di wilayah dataran tinggi Rote Selatan sebagai proyek percontohan hortikultura pertama di Negeri Sejuta Lontar.
Melalui kolaborasi pelestarian budaya dan penguatan sektor pertanian, Usman berharap Hus Kuda tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Rote, tetapi juga mampu dikenal hingga tingkat internasional. Di saat yang sama, berbagai program pemberdayaan yang diperjuangkannya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, pelaku UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Rote Ndao secara berkelanjutan.
(*tim)







