Sabtu Pagi Adonara Berdarah, Konflik Lewonara vs Bele Kembali Pecah, 2 Tewas dan 4 Luka Berat

Sabtu, 18 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, METROTIMORNEWS.ID – Konflik berdarah antara warga Lewonara dan Bele di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, kembali pecah pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 05.00 WITA. Bentrokan tersebut mengakibatkan sedikitnya dua orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka berat akibat senjata tajam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua korban meninggal dunia masing-masing berasal dari Kampung Bele dan Kampung Lewonara. Sementara empat korban lainnya mengalami luka serius dan dilarikan ke Puskesmas Ile Boleng untuk mendapatkan penanganan medis.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, S.I.K., terkait kronologi, jumlah pasti korban, maupun penyebab utama kembali pecahnya konflik yang sebelumnya telah beberapa kali dimediasi oleh Pemerintah Kabupaten Flores Timur bersama Polres Flores Timur, Kodim 1624 Flores Timur, DPRD Flores Timur, serta berbagai unsur terkait.

Padahal, dalam upaya perdamaian sebelumnya, kedua belah pihak telah menyerahkan dan memusnahkan senjata yang digunakan dalam konflik.

Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan dari sejumlah warga di sekitar Kota Waiwerang, bentrokan diduga dipicu oleh dendam lama yang belum sepenuhnya mereda, berkaitan dengan konflik sebelumnya yang dipicu sengketa tanah ulayat.

“Diduga kuat dendam lama masih membara. Apalagi sehari sebelumnya di Bele dan Kampung Baru ada pesta, sehingga saat suasana ramai muncul kesempatan untuk saling menyerang. Memang ada patroli dari Polsek Adonara Timur dan Koramil, tetapi konflik pagi tadi tidak bisa dihindarkan,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Akibat bentrokan tersebut, situasi di lokasi sempat mencekam. Ruas jalan Trans Waiwerang yang melintasi Dusun Bele tidak dapat dilalui kendaraan karena menjadi lokasi bentrokan. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan menunda perjalanan menuju lokasi hingga situasi benar-benar kondusif.

Informasi yang diterima juga menyebutkan adanya rumah warga yang terbakar. Selain itu, suara letusan yang diduga berasal dari senjata api rakitan dan bahan peledak membuat kepanikan warga semakin meningkat.

Secara terpisah, Kepala Puskesmas Ile Boleng, sebagaimana dikutip dari laporan media nasional, menyampaikan bahwa tiga korban sempat dibawa ke Puskesmas Ile Boleng. Dari jumlah tersebut, satu orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan dua lainnya mendapatkan penanganan medis sebelum dirujuk ke RSUD Larantuka.

Hingga saat ini aparat keamanan masih melakukan pengamanan di lokasi untuk mencegah meluasnya bentrokan. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta menunggu informasi resmi dari pihak kepolisian mengenai perkembangan situasi dan penyebab pasti konflik tersebut.

Berita Terkait

Direktur CV KPR Bantah Tuduhan Tambang Ilegal di Pantai Oenikan, Sebut Batu Warna Dibeli dari Warga
Kejaksaan Jangan Menonton, Usut Dugaan Carut-Marut Pakan HMT Big Push Wulo Kolo
Aksi Demo FOKAL Suarakan Delapan Tuntutan di Lembata
40 Ekor Bibit Sapi Bali Dikabarkan Mati Saat Tiba di Sentra Wulo Kolo
Program Unggulan Sentra Sapi Wolo Kolo: Tiga Profesor Dampingi Plt Disbunter Cipto Keraf, Pakan Jadi Sorotan Utama
Polisi Buru 8 Terduga Pelaku Penembakan 3 ASN di Jayawijaya
Polisi Buru KKB yang Tewaskan 3 ASN di Jayawijaya, Papua Pegunungan
Gugurnya Tiga Pegawai Pemkab Jayawijaya Saat Bertugas, BKN Pastikan Hak ASN dan Keluarga Dipenuhi

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:25

Direktur CV KPR Bantah Tuduhan Tambang Ilegal di Pantai Oenikan, Sebut Batu Warna Dibeli dari Warga

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:13

Kejaksaan Jangan Menonton, Usut Dugaan Carut-Marut Pakan HMT Big Push Wulo Kolo

Selasa, 29 September 2026 - 16:34

Aksi Demo FOKAL Suarakan Delapan Tuntutan di Lembata

Selasa, 29 September 2026 - 16:30

40 Ekor Bibit Sapi Bali Dikabarkan Mati Saat Tiba di Sentra Wulo Kolo

Selasa, 15 September 2026 - 10:10

Program Unggulan Sentra Sapi Wolo Kolo: Tiga Profesor Dampingi Plt Disbunter Cipto Keraf, Pakan Jadi Sorotan Utama

Jumat, 11 September 2026 - 18:13

Polisi Buru 8 Terduga Pelaku Penembakan 3 ASN di Jayawijaya

Jumat, 11 September 2026 - 18:08

Polisi Buru KKB yang Tewaskan 3 ASN di Jayawijaya, Papua Pegunungan

Jumat, 11 September 2026 - 18:00

Gugurnya Tiga Pegawai Pemkab Jayawijaya Saat Bertugas, BKN Pastikan Hak ASN dan Keluarga Dipenuhi

Berita Terbaru

Daerah

Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK

Selasa, 13 Okt 2026 - 22:35