Update Gempa NTT: 14 Orang Meninggal, Ribuan Warga Mengungsi

Sabtu, 15 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NTT, METRO TIMORNEWS.ID — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,0 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58.24 WIB, mengakibatkan korban jiwa, kerusakan bangunan, serta memicu evakuasi warga di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data terkini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 12.30 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia, dua orang luka berat, dan 11 orang luka ringan.

Data tersebut masih bersifat sementara dan terus dalam proses pendataan, verifikasi, serta validasi oleh BPBD bersama unsur terkait di lapangan.

Korban meninggal dunia sementara tercatat di Kabupaten Sikka sebanyak tiga orang, Kabupaten Manggarai enam orang, dan Kabupaten Manggarai Timur lima orang.

Sementara korban luka dilaporkan terjadi di Kabupaten Sikka, Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Timur.

Selain korban jiwa, sekitar lima kepala keluarga terdampak dan sekitar 2.000 warga mengungsi atau melakukan evakuasi mandiri. Sebagian warga memilih mengungsi setelah merasakan guncangan kuat dan menyusul peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan pascagempa utama.

Puluhan Rumah dan Fasilitas Umum Rusak

Dari aspek kerusakan, BNPB mencatat sementara 54 rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang, dan 11 rumah rusak ringan.

Kerusakan juga terjadi pada lima fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, satu gudang Bulog, tiga fasilitas ibadah, serta enam kantor pemerintahan.

Kabupaten Manggarai menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup signifikan. Tercatat 29 rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang, dan sembilan rumah rusak ringan.

Selain itu, lima fasilitas kesehatan dan satu fasilitas pendidikan turut mengalami kerusakan.

Di Kabupaten Manggarai Timur, sementara tercatat 23 rumah mengalami rusak berat.

Sementara di Kabupaten Nagekeo, dampak sementara meliputi dua rumah rusak berat, satu rumah rusak sedang, dan dua rumah rusak ringan. Dua fasilitas ibadah mengalami kerusakan ringan dan lima kantor pemerintahan turut terdampak.

Kondisi terkini di Nagekeo juga dilaporkan masih diwarnai kemacetan arus lalu lintas dan pemadaman listrik.

Rincian Korban di Sejumlah Daerah

Di Kabupaten Sikka dilaporkan tiga orang meninggal dunia dan dua orang mengalami luka ringan.

Kabupaten Manggarai mencatat enam orang meninggal dunia, satu orang luka berat, dan dua orang luka ringan.

Sedangkan Kabupaten Manggarai Timur melaporkan lima orang meninggal dunia, satu orang luka berat, dan lima orang luka ringan.

BNPB menegaskan jumlah tersebut masih dapat berubah seiring proses verifikasi dan validasi data di lapangan.

Gempa Berpusat di Laut

Gempa utama berpusat di laut pada koordinat 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur, dengan kedalaman 15 kilometer atau sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Guncangan kuat dirasakan selama kurang lebih satu menit di Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai Barat, dan Kota Bima.

Getaran gempa juga dirasakan di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, antara lain Jeneponto, Kepulauan Selayar, dan Maros.

Gempa utama sempat memicu peringatan dini tsunami. BPBD bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, dan unsur terkait segera mengarahkan masyarakat di wilayah pesisir untuk melakukan evakuasi menuju tempat yang lebih tinggi dan aman.

Berdasarkan hasil observasi tinggi muka laut di wilayah terdampak, tidak terdapat lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan. BMKG kemudian menyatakan peringatan dini tsunami berakhir pada pukul 07.31.30 WIB.

Pasca gempa utama, sedikitnya empat gempa susulan tercatat dengan magnitudo antara M5,5 hingga M6,2. Seluruh gempa susulan tersebut dilaporkan tidak berpotensi tsunami.

Kebutuhan Mendesak Mulai Dipetakan

BPBD di wilayah terdampak bersama unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait terus melakukan kaji cepat, pendataan korban dan kerusakan, pemantauan kondisi masyarakat, serta penanganan kebutuhan warga terdampak.

Khusus Kabupaten Manggarai, sejumlah kebutuhan mendesak telah diidentifikasi, antara lain 15 tenda pengungsi, 12 tenda posko, 20 tenda pleton, 30 ton beras, obat-obatan, 1.000 velbed, 1.000 selimut, 1.000 tikar, 500 paket peralatan dapur, 12 tandon air berkapasitas 2.200 liter, 10 genset 5 KVA, 10 handy talky, dan 100 senter.

BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa karena masih terdapat potensi gempa susulan yang dapat membahayakan.

Khusus masyarakat di wilayah pesisir, BNPB mengingatkan agar tetap mengikuti informasi resmi pemerintah dan BMKG. Meskipun peringatan dini tsunami telah berakhir, kewaspadaan tetap diperlukan terhadap potensi gempa susulan maupun bahaya lain akibat kerusakan bangunan.

 

Berita Terkait

Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK
Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Satresnarkoba Polres Sumba Timur Periksa Apotek Kambaniru
SMKN Lobalain Apresiasi Partisipasi dalam Bootcamp IoT 2026
SMKN 1 Kabupaten Kupang Tegaskan: Bukan Sekadar Menang, Siswa Harus Pulang Bawa Ilmu dari Bootcamp IoT 2026
SMKN Pantai Baru Ikuti Bootcamp dan Challenge IoT 2026, Cetak Inovator Muda NTT
Sampah Kota Soe Terus Bertambah, DLH TTS Benahi Fasilitas Secara Bertahap
Antrean Pertalite Mengular di TTS, Yabes Nubatonis Soroti Distribusi dan Pengawasan
FKIPK IAKN Kupang Gelar Pelatihan Rumah Ibadah Inklusif di TTS, Tekankan Kasih, Kesetaraan, dan Tata Kelola Transparan

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:35

Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:12

Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Satresnarkoba Polres Sumba Timur Periksa Apotek Kambaniru

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:36

SMKN Lobalain Apresiasi Partisipasi dalam Bootcamp IoT 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:54

SMKN 1 Kabupaten Kupang Tegaskan: Bukan Sekadar Menang, Siswa Harus Pulang Bawa Ilmu dari Bootcamp IoT 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:47

SMKN Pantai Baru Ikuti Bootcamp dan Challenge IoT 2026, Cetak Inovator Muda NTT

Selasa, 13 Oktober 2026 - 00:00

Antrean Pertalite Mengular di TTS, Yabes Nubatonis Soroti Distribusi dan Pengawasan

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:16

FKIPK IAKN Kupang Gelar Pelatihan Rumah Ibadah Inklusif di TTS, Tekankan Kasih, Kesetaraan, dan Tata Kelola Transparan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:56

Mahasiswa Pendidikan Penyuluh Agama FKIPK IAKN Kupang Raih Juara 1 dan 2 Lomba Nasional Cipta Media Kreasi Pembelajaran 2026

Berita Terbaru

Daerah

Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK

Selasa, 13 Okt 2026 - 22:35